close
Nuga News

“Sekolah Milik PBB Pun di Bom Israel”

“Biadab bagaimana lagi Israel. Sekolah PBB saja di bom.”

Judul berita “Middle East Monitor,” dalam editorialnya Jumat, 25 Juli 2014, seperti kehabisan kata-kata untuk memberitakan betapa biadabnya Israel yang Kamis, 24 Juli 2014 menjatuhkan bom di sebuah sekolah milik PBB di Beit Hanun, Jalur Gaza. Ada lima belas anak-anak yang tewas di sana.

Dengan nada “putus asa,” surat kabar berbahasa Inggris yang terbit di Beirut, Lebanon itu, menuliskan dengan pilu,”Mungkin, hanya Tuhan yang bisa menghentikan Israel. Terkutuk.”

“Middle East Monitor,” surat kabar yang relatif lembut pemberitaannya di Timur Tengah, untuk kali ini, benar-benar frustrasi dengan aksi serangan darat Israel yang menghancurkan setiap sudut Gaza tanpa peduli berapa manusia yang terbunuh.

“Mereka sudah tidak punya hati. Mereka hanya tahu hancurkan-hancurkan, dan bunuh-dan bunuh. Ini tragedi yang sulit dimaafkan oleh dan atas nama kemanusiaan. Sebuah kebiadaban yang binatang sendiri tak mampu melakukannya,” lanjut editorial “Midlle East” dengan miris.

Dalam serangan ke sekolah PBB itu setidaknya sembilan orang tewas, termasuk seorang bayi, saat sebuah rudal Israel menghantam salah satu sudut bangunan yang dikelola oleh badan pengungsi PBB.

Juru bicara badan bantuan darurat Gaza, Ashraf al-Qudra, justru memberikan data terbaru bahwa jumlah korban ada lima belas orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Serangan ini adalah yang terbaru dari serangkaian serbuan Israel terhadap sekolah dan rumah sakit di wilayah Palestina itu. Hingga hari kedelapan belas operasi “Protective Edge,” yang dilancarkan Israel hampir delapan ratus orang warga Gaza tewas.

Seorang juru bicara Badan Urusan Pengungsi Palestina PBB membenarkan insiden yang menewaskan sejumlah orang di sebuah sekolah di Beit Hanun, yang digunakan sebagai tempat pengungsian ratusan warga Gaza yang lari dari operasi militer Israel.

“Kami sudah memberikan kordinat tempat pengungsian UNRWA di Beit Hanun kepada militer Israel,” kata juru bicara UNRWA Chris Gunnes lewat akun Twitter-nya.

Seorang pejabat PBB lain mengatakan kepada AFP bahwa sekitar pukul 14.50 waktu setempat sebuah bom mendarat “di dalam atau di dekat” sekolah itu.

“Kami harus menyuruh mereka pergi karena khawatir mereka justru akan menjadi target serangan,” kata pejabat itu.

Sementara itu, Gunnes mengatakan sebelumnya serentetan tembakan terjadi di sekitar bangunan milik PBB itu dan UNRWA meminta waktu kepada AD Israel untuk mengevakuasi warga sipil.

“Kami menghabiskan sepanjang hari ini untuk melakukan negosiasi atau berkordinasi sehingga warga sipil dan staf PBB bisa dievakuasi,” kata Gunness.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon, hanya mengecam serangan terhadap satu sekolah yang dikelola PBB itu . “Keadaan masih belum jelas. Saya sangat mengutuk tindakan ini,” kata Ban dalam sebuah pernyataan.

“Banyak yang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, serta staf PBB.”

Radio Israel sendiri mengatakan, tanpa mengutip sebuah sumber, bahwa sebagian besar dari mereka yang tewas di sekolah PBB adalah anak-anak.

Sebelumnya, militer Israel juga menyerang sejumlah rumah sakit di Jalur Gaza dan mengatakan Hamas sengaja menggunakan warga sipil sebagai tameng.

Tags : slide