Putin Gertak Obama: “Jangan Serang Suriah”

Penulis: Darmansyah

Selasa, 10 September 2013 | 15:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Gertakan Vladimir Putin untuk mem”:back up” Suriah bila Obama berani menyerang Suriah menjadikan Amerika Serikat mengulur waktu sembari mencari pembenaran untuk membatalkan pelumatan kekuasaan Bashir Asaad itu.

Putin tidak main-main dengan gertakannya itu. Ia mengirim dua kapal perang ke Laut Tengah untuk menunggu berlangsungnya serangan itu. Bahkan, Rusia bersama dengan Iran akan melawan hegemono kekuatan Amerika Serikat yang hanya menjadikan alasan penggunaan senjata kimia oleh tentara Suriah, yang kebenarannya masih dipertanyakan.

Selasa, 10 September 2013, Vladimir Putin memberi solusi lewat Menlunya, Lavrov, bahwa Suriah bersedia menyerahkan seluruh senajat kimianya dibawah otoritas PBB. Kesediaan Suriah ini menghentikan seluruh aktifitas Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terbatas ke Suriah.

Solusi Rusia itu, menurut Obama, amat positif untuk mengatasi pertumpahan darah. Meskipun ada beberapa pihak yang merasa skeptis dengan usulan ini, Obama menegaskan bahwa usulan Rusia itu yang menyebabkannya untuk memutuskan mengkaji kembali serangan ke Suriah.

“Amat mungkin kita bisa mendapatkan peluang besar, tetapi tentunya harus ada tindakan nyata dan kami tidak ingin melakukan penundaan untuk menghabisi tekanan yang mereka alami saat ini,” ujar Obama, seperti dikutip CNN, Selasa..

Obama belum bersedia menjelaskan apa yang akan dilakukannya bisa Kongres AS menolak usulannya untuk melakukan intervensi militer ke Suriah. Presiden ke-44 AS itu mengaku belum mengambil pilihan bila permintaannya melakukan serangan ditolak.

Barack Obama menegaskan pihaknya siap untuk menghentikan serangan ke Suriah bila Asaad benar-benar menyerahkan pengawasan senjata kimianya ke bawah kendalai PBB.

Serangan yang direncanakan oleh Obama sebelumnya ditujukan untuk menggulingkani Presiden Assad yang diduga menggunakan senjata kimia terhadap warga sipilnya. Namun semua hal tersebut masih belum terbukti oleh tim inspeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memeriksa dugaan senjata kimia itu.

Rusia yang selama ini dikenal menolak rencana serangan itu, mengajukan proposal kepada AS untuk mengendalikan senjata kimia suriah oleh dunia internasional. Menurut Obama, bila berhasil, tentunya rencana ini akan menjadi sebuah terobosan bila terwujud.

Obama menambahkan, apa yang diajukan oleh Rusia bisa menjadi pertimbangannya untuk menghentikan serangan ke Suriah yang sudah direncanakannya.

“Tentunya akan dihentikan serangan itu, bila fakta tersebut tidak ada senjata kimia memang ada,” ujar Obama, seperti dikutip ABC News, Selasa..

Paling tidak menurut Obama, rencana pembatalan serangan ke Suriah itu bisa diputuskan selama dua pekan menjelang pemungutan suara Kongres AS. Tetapi dengan catatan, Assad benar-benar siap untuk menyerahkan senjata kimia miliknya.

Bila Obama merevisi keinginannya untuk menyerang Suriah ini berarti ia mendengar seruan banyak pencinta damai di dunia, termasuk istrinya sendiri, Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama. Michelle menolak opsi serangan militer ke Suriah. Hal itu diutarakan sendiri oleh Presiden AS Barack Obama.

“Anda tahu, jika kalian bertanya dengan anggota keluarga saya, atau bahkan Michelle, mereka sangat khawatir dan curiga dengan tindakan(militer apapun ke Suriah,” ujar Obama kepada televisi PBS, seperti dikutip Daily Mail, Selasa..

“Jika kalian bertanya kepada Michelle, ‘Apakah kita akan terlibat dengan perang lain?’ Jawabannya pasti, ‘Tidak’,” tutur Obama.

Komentar Obama tersebut dilontarkan dalam wawancaranya bersama dengan enam jaringan televisi besar di AS. Keenam televisi itu terus menayangkan kurangnya dukungan publik AS terhadap serangan terhadap Presiden Suriah Bashar al Assad

Sementara Michelle Obama sendiri tidak berbicara langsung mengenai situasi di Suriah. Bagi Obama, dirinya merasa yakin bagaimana pentingnya perdebatan mengenai rencana serangan ke Suriah.

Setelah dalam beberapa waktu pihaknya melakukan lobi-lobi agar serangan itu diizinkan, Obama mengungkapkan bahwa dirinya membahas resolusi non-militer tentang Suriah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pembahasan itu dilakukan secara rahasia selama beberapa waktu.

Putin pun kemudian memberikan usulan agar Suriah melucuti senjata kimia yang mereka miliki dan diawasi oleh dunia internasional. Diharapkan usulan itu bisa berjalan dengan baik

Selama ini, AS sudah mempersiapkan serangan militer ke Suriah, terkait dugaan senjata kimia tersebut. Tetapi belum ada bukti jelas mengenai serangan yang dikabarkan menewaskan sekira 1.700 warga Suriah.

Komentar