Penjara Tanjung Gusta Dikepung

Penulis: Darmansyah

Jumat, 12 Juli 2013 | 09:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Penjara Tanjung Gusta, di Jalan Pemasyarakatan 27, Medan, Jumat pagi, 12 Juli 2013, bak sedang perang. Hampir seribu personil kepolisian yang dibeking oleh tentara mengepung kawasan itu dengan menyekat arus keluar masuk orang.

Penyekatan ini, menurut laporan kontributor “nuga.co” di Medan Arminsyah, untuk mencegah terjadinya pelarian narapidana sekaligus untuk memblokir merebaknya aksi para penghuni setelah Kamis malam mengamuk dalam kerusuhan terburuk sepanjang sejarah lembaga pemasyarakatan di Indonesia.

Petugas keamanan, lapor Arminsyah, telah melakukan proteksi terhadap kasus ini dan tidak ingin terjadinya huru hara baru muncul kembali. Situasi masih mencekam dan narapidana masih menguasa situasi setelah dicapainya negosiasi pengambilan lima mayat beberapa jam lalu. Total aparat keamanan yang sudah mengepung di penjara Tanjung Gusta,l ada 950 personel. Mereka berjaga-jaga di sekitar LP seperti dalam keadaan siap “tempur.”

Yang pasti penjara paling “heboh” dan sering menimbulkan keonaran selama keberadaannya itu kini dikuasai oleh narapidana. “Petugas belum bisa masuk. Sedangka diadakan perundingan dengan wakil kelompok narapidana,” tulis Arminsyah dalam laporannya.

Khusus api yang berkobar semalam dan menghangus komplek perkantoran, kini telah berhasil dipadamkan. Ada 26 mobil pemadam kebakaran yang beraksi dan kini masih “stand by” di lokasi.

Laporan Arminsyah menyebutkan, tidak ada angka pasti berapa orang narapidana yang melarikan diri sejak kerusuhan malam tadi. Ada kesimpangsiuran jumlah napi yang lolos. Ada yang menyebut 150, 200, 250 dan macam-macam “Tapi yang pasti belum diklarifikasi angka yang pas dari jumlah narapidana yang menghuni Tanjung Gusta sebanyak 2.599 orang itu.”

Petugas yang dihubungi juga menegaskan berapa narapidana yang kabur dalam kerusuhan itu, hingga saat ini belum jelas. Total penghuni LP sendiri, berdasarkan data di situs Ditjen Pemasyarakatan hingga tanggal 11 Juli 2013, berjumlah 2.600 orang. Terdiri dari 6 tahanan dan 2.594 napi, yang terdiri dari kasus narkoba hingga teroris.

Ironisnya, jumlah penghuni tak sebanding dengan kapasitas LP yang hanya 1.054 napi. Artinya, ada over capacity 247 persen!

Hingga pagi ini, negosiasi antara polisi dan narapidana belum menemui kata sepakat. Gabriel Siregar, seorang petugas penjara yang berhasil keluar setelah sejak Kamis malam terjebak di dalam,, mengatakan, dia tidak disandera para napi, melainkan takut keluar karena kebakaran di dalam lapas begitu hebat.
Kata Gabriel, setiap sudut lapas tak luput dari jilatan api. Untuk itu, dia dan rekan-rekannya berusaha menyelamatkan diri.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Syarif Gunawan masih berada di lokasi untuk melakukan negosiasi dengan perwakilan napi. Syarif menegaskan, pihaknya masih mengedepankan langkat persuasif dengan bernegosiasi. Pihak napi diwakili Wak Geng, terpidana kasus perampokan Bank CIMB Niaga Medan.

Syarif memastikan sejauh ini lebih dari 30 napi yang sempat kabur sudah berhasil ditangkap. Mereka ditangkap di berbagai kawasan, seperti Hamparan Perak. Stabat, Langkat dan Belawan. Di antara yang ditangkap itu adalah Reza, tahanan kasus terorisme.

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta menyatakan, para personel itu masing-masing 500 orang dari TNI, kemudian 400 dari Polri dan 50 personel dari pihak LP. “Ada prosedur dan tahapan dalam penanganan. Semua personel bersiaga,” kata Nico kepada wartawan di LP Tanjung Gusta..

LP yang menampung lebih dari 2.000 napi tersebut di bagian depannya tampak hangus terbakar. Petugas gabungan tersebut masih berjaga-jaga di areal komplek dan belum masuk ke dalam LP.

LP Tanjung Gusta dibakar oleh para napi pada Kamis pukul 18.30 WIB kemarin. Akibatnya sekitar 200 tahanan kabur, sebagian kini sudah ditangkap. Saat ini sudah ada 5 orang yang dinayatakan tewas terkait peristiwa ini.

Menjelang Maghrib, suasana di dalam LP Klas I Tanjung Gusta Medan ricuh. Awalnya napi protes karena listrik padam dan air tak mengalir sejak pagi, lalu menuntut revisi PP 99 tahun 2012 tentang pembebasan bersyarat. Mereka melawan petugas, menjebol pintu utama, dan membakar ruangan LP. Rusuh!

Napi dan tahanan kian berani. Mereka melempari petugas dengan batu. Bumm! Sempat terdengar ledakan dari dalam LP yang dibangun pada tahun 1982 itu. Dalam gelap, sejumlah napi kabur, termasuk napi teroris. Sebagian di antaranya berhasil ditangkap.

Petugas pemadam kebakaran dan polisi berdatangan. Pukul 23.00 WIB, api mulai mengecil, tapi membara lagi pada dini hari. Polisi dan TNI yang hendak masuk ke LP mendapat perlawanan. Tembakan gas air mata dibalas lemparan batu. Suasana kian mencekam. Mendengar informasi napi kabur, masyarakat ibu kota Sumatera Utara itu tak berani keluar rumah.

Komentar