Pemerintah Sediakan Dana Bangun Rumah Korban Gempa

Penulis: Darmansyah

Senin, 8 Juli 2013 | 17:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Pemerintah memutuskan, menyediakan dana membangun dan memperbaiki rumah korban yang rusak, baik ringan, sedang, maupun berat. Pemerintah masih melakukan penghitungan jumlah rumah rusak serta berapa dana yang akan diberikan.

Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, data terakhir yang dihimpun merinci sebanyak 6.178 rumah rusak berat, 3.061 rusak sedang, dan 6.789 rusak ringan. Selain itu, sebanyak 28 puskesmas rusak berat, satu rusak sedang, dan 10 rusak ringan. Adapun total sekolah yang rusak dari TK sampai SMA ialah lebih dari 150 sekolah.

Pendataan ini, kata Agung, diperkirakan rampung pada Jumat mendatang.. “Sekarang sedang dalam proses penghitungan. Tapi, polanya kira-kira seperti bencana Merapi, tiap rumah rusak diberi dana,” kata Agung seusai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 8 Juni 2013.

Agung menambahkan, pemerintah juga akan menyediakan tim pendamping untuk membantu masyarakat bagaimana membangun rumah lebih kokoh. Kementerian Perindustrian juga akan menggelar pasar murah bahan bangunan.
Namun, tidak semua warga bisa membangun kembali rumah di tanah mereka. Warga di dua desa, kata Agung, mesti direlokasi lantaran sudah tidak bisa ditinggali.

Agung menambahkan, logistik cukup tujuh hari ke depan. Seluruh wilayah juga sudah bisa dilewati untuk distribusi logistik. Sebanyak 58.809 jiwa dari 14.183 keluarga mengungsi. Kebanyakan mereka mengungsi di sekitar rumah yang runtuh sehingga diperlukan lebih banyak tenda-tenda, kecuali di daerah yang tidak mungkin dihuni lagi.

Rapat kabinet membahas gempa Aceh juga memberitahu bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berangkat ke Aceh, besok, Selasa 9 Juni 2013. Presiden menyatakan ingin melihat penanganan korban gempa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Aceh.

“Saya ingin berkunjung untuk memastikan bahwa yang diperlukan, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sudah dipenuhi. Dengan demikian, proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan lebih cepat dan lebih baik,” kata Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta.

Sidang kabinet paripurna tersebut membahas masalah gempa di Aceh, kebakaran di Riau, dan persiapan memasuki bulan Ramadhan. Sidang diikuti jajaran kabinet dan unsur pemerintahan terkait.

Presiden mengatakan, dia setiap hari mendapat laporan bagaimana penanganan korban gempa. Ia juga berkomunikasi langsung dengan unsur pimpinan di Aceh. Seperti pekan lalu, Presiden berkomunikasi melalui telekonferensi dengan jajaran pemerintah di Aceh.

Seperti diberitakan, gempa mengakibatkan 40 orang tewas dan empat orang lainnya masih hilang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, sebanyak 22.135 orang mengungsi setelah rumah mereka hancur atau rusak ringan.

Komentar