Pantai Lampuuk dan Pasir Putih Telan Tiga Korban

Penulis: Darmansyah

Minggu, 12 Mei 2013 | 22:05 WIB

Dibaca: 2 kali

Pantai Lampuuk, Lhoknga, dan Pantai Pasir Putih, Krueng Raya,  di Aceh Besar, Minggu 12 Mei 2013,  kembali menelan korban. Dua orang korban terseret arus laut di Pantai Pasir Putuh dan satu lainnya tenggeam di Pantai Lampuuk, Lhoknga.

Pantai Lampuuk, Kamis lalu,  juga menelan korban seorang anggota TNI dari Kodam-Iskandarmuda bernama Bambang Iriawan (24), yang berpangkat Serda dan hilang terseret ombak saat mandi bersama rekan-rekannya. Pria itu bertugas di bagian Perhubungan Kodam.

Di Pantai Lampuuk, korban tenggelam bernama Zulkarnain (19), mahasiswa Politeknik Kesehatan Banda Aceh. Korban merupakan warga Lam Blang Manyang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, hilang diseret ombak saat mandi menghabiskan akhir pekan di pantai itu.

Di lokasi terpisah, dalam waktu hampir bersamaan. dua wisatawan lokal juga hilang digulung ombak saat mandi di Pantai Pasir Putih, sekira 35 kilometer arah timur Banda Aceh.  Salah satu korban  korban bernama Maskur (21) warga Paya Seunara, Kota Sabang ditemukan tak bernyawa. “Korban meninggal masih di lokasi. Seorang lagi warga Sigli, identitas belum diketahui. Korban belum ditemukan,” ujar seorang penduduk yang ikut mencari.

Tentang tenggelamnya Bambang Iriawan, Kapendam Iskandar Muda, Letkol Arh Subagio Irianto, ketika itu  mengatakan, korban bersama teman-temannya berwisata ke Pantai Lampuuk. “Dia kemudian mandi bersama teman-temannya. Nah, tiba-tiba ada ombak besar, dia diseret dan sampai sekarang belum ditemukan,” kata Subagio.

Teman korban selamat dari seretan ombak, namun Bambang hilang. Posisi hilangnya pria asal Palembang, Sumatera Selatan, itu tepatnya berada di kawasan Kuala Cut dekat lapangan sepakbola Lampuuk.

Pantai Lampuuk memang sering menelan korban. Arus bawahnya, menurut para nelayan setempat, terkenal deras. Ia mengatakan, sudah sangat sering pantai yang indah itu menyeret para wisatawan. Untuk itu, ia menganjurkan, untuk berhati-hati mencari tempat mandi.

Menurut sang nelayan, ada pertemuan arus dari panglung laut yang saling tarik menarik menjadikan kawasan pantai itu amat berbahaya. Ia selalu mengingatkan wisatawan untuk memilih tempat mandi atau berenang yang aman.

 

Komentar