Morsi : Saya Akan Melawan Sampai Mati

Penulis: Darmansyah

Jumat, 20 September 2013 | 08:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Mohamad Morsi menegaskan, akan melawan kezaliman tentara dengan segala cara untuk meluruskan kembali demokrasi Mesir, yang diinjak lewat kudeta dan aksi berdarah oleh militer yang mengatasnamakan negara.

Pernyataan Morsi ini dibocorkan secara berantai oleh para pengikutnya di lingkungan militer, dari tempat ia ditahan, dan dikutip secara resmi oleh Kantor Berita Turki “Anatolia,” Jumat, 20 September 2013.

Morsi, menurut “Anatolia,” berada dalam tahanan militer di sebuah kamp yang sangat dirahasiakan dengan penjagaan super ketat. Untuk bisa mengunjungi Morsi diperlukan naik helikopter dan harus mendapat rekomendasi langsung dari pimpinan tertinggi militer Mesir, Jenderal Abdul Fatah Sisi.

Morsi digulingkan setelah kelompok oposisi melakukan protes besar-besaran.Militer Mesir mengaku melakukan intervensi untuk menyelamatkan kondisi negeri.

Namun, kudeta terhadap Morsi justru memperuncing konflik. Pendukung Ikhwanul Muslimin yang marah protes di jalanan dan bentrok dengan aparat. Aksi bentrokan di Kota Kairo bulan lalu menyebabkan ribuan orang tewas, sebagian besar korban berasal dari pihak Ikhwanul Muslimin.

Morsi digantikan oleh Presiden Interim Mesir Adly Mansour yang ditunjuk oleh militer. Mansour berjanji akan menggelar pemilu selambatnya tahun depan.

“Anatolia,” yang mendapat informasi terbaru memberitakan, kesehatan Morsi tidak ada masalah. Militer mendatangkan dokter dan perawatan khusus serta pelayanan yang baik terhadapnya. Militer “terpaksa” menjaga kondisi Morsi untuk menghilangkan spekulasi yang mengatakan tokoh Ikhwanul Muslimin itu berada dalam tekanan mental.

Morsi yang ditahan oleh militer sebagai presiden yang terpilih secara demokratis Agustus lalu. Kepada keluarganya, yang tidak diperkenankan untuk menjenguknya, Morsi mengabarkan melalui telepon bahwa ia akan terus berjuang dari sel tahanan.

“Saya akan melawan hingga nafas terakhir saya,” ujar Morsi kepada keluarganya.
Militer Mesir menahan Morsi di lokasi yang dijaga ketat. Mereka melarang Morsi ditemui oleh siapa pun.

Pihak militer memang tidak mau mengambil risiko dengan memberi kelonggaran kepada Morsi. Ikhwanul Muslimin diduga masih memiliki dukungan kuat di Mesir.

Morsi digantikan oleh Presiden Interim Mesir Adly Mansour yang ditunjuk oleh militer. Mansour berjanji akan menggelar pemilu selambatnya tahun depan.

Militer Mesir kini sedang merancang sebuah pemilihan umum yang dikendalikan. Untuk menjaga momentum ini tentara terus mengejar para tokoh Ikhwanul Muslimin yang menentang eksistensi militer dalam penanganan demokrasi.

Seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad El-Haddad, dilaporkan telah ditangkap oleh militer Mesir. Penangkapan Gehad merupakan lanjutan dari kampanye militer untuk memberangus Ikhwanul Muslimin.

Seperti beritakanr CNN, Haddad diketahui sering menjadi tamu di media barat. Dia ditangkap di apartemennya daerah pingiran Kota Kairo pada Selasa, 17 September. Gehad ditangkap dengan tuduhan menghasut aksi kekerasan dan pembunuhan di Mesir.

Haddad memang aktif menyerukan pesan perlawanan di media sosial. Dia mendorong pendukung Ikhwanul Muslimin untuk melakukan aksi unjuk rasa.

Mesir sampai saat ini terjerembab dalam kekacauan poltik tanpa akhir. Kekacauan meningkat ketika militer Mesir melengserkan Mohamed Morsi yang terpilih sebagai presiden dalam pemilu tahun lalu.

Masih segar di ingatan bagaimana terjadi pertumpahan darah di negeri Firaun ini pada Agustus. Ratusan pendukung Ikhwanul Muslimin gugur dalam bentrokan dengan pihak keamanan Mesir.

Komentar