Misteri Irwandi di Polda Aceh Belum Jelas

Penulis: Darmansyah

Rabu, 4 Juli 2018 | 08:02 WIB

Dibaca: 2 kali

Misteri keberadaan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Mapolda Aceh dari Selasa malam hingga  Rabu pagi ini, 04 Juli, belum terungkap dan masih menjadi tanda Tanya apakah dia diperiksa sebagai tersangka atau saksi, plus memberi keterangan sehubungan dengan kasus korupsi.

Sementara itu pada saat yang sama  Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan kabar bahwa pihaknya melakukan operasi tangkap tangan  atau OTT di Provinsi Aceh pada Selasa  malam.

Dalam operasi itu, KPK mengamankan sepuluh  orang.

Dua di antaranya merupakan kepala daerah.

Sejumlah pihak lantas menduga bahwa salah satu pihak yang terjaring OTT KPK adalah Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Sementara kepala daerah lain adalah Bupati Bener Meriah Ahmadi. KPK sendiri belum mengungkap identitas dua kepala daerah yang terjaring OTT tersebut hingga berita ini diturunkan, Rabu dinihari WIB

Namun berdasarkan pantauan media, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terlihat sedang berada di Polda Aceh, Selasa ) malam.

Irwandi terlihat duduk di salah satu ruang di dalam gedung Dit Reskrimsus Polda Aceh.

Sejumlah awak media bahkan bisa mengabadikan foto Irwandi melalui jendela yang tidak tertutup tirainya.

Setelah mengetahui keberadaan awak media, petugas dari dalam kemudian menutup tirai jendela tersebut.

Belum diketahui, apa yang sedang dijalani Irwandi Yusuf di dalam ruang tersebut. Apakah diperiksa, atau hanya sekadar dimintai keterangan.

Irwandi Yusuf terlihat mengenakan kemeja putih

Dia tampak sedang berbicara dengan seseorang di hadapannya, namun tak diketahui siapa orang tersebut karena tertutup dinding. Hingga saat ini, otoritas Polda Aceh belum ada yang memberi keterangan terkait ini.

Sementara itu, beberapa jam kemudian,istri Gubernur Aceh, Darwati A Gani tiba di Polda Aceh

Darwati masuk dari pintu samping gedung Dit Reskrimsus Polda Aceh lalu naik ke lantai dua. Baru kemudian dia turun dan masuk ke ruang tempat Irwandi Yusuf duduk yang berhasil direkam awak media sebelumya.

Mengutip pantauan, kedatangan Darwati yang didampingi ajudannya diketahui beberapa awak media.

Sebelumnya, anak sulung Irwandi, Teguh Meutuah sudah lebih dulu tiba di Polda Aceh.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dijemput Tim Satuan Tugas  Komisi Pemberantasan Korupsi  di Pendopo Gubernur Aceh pada Selasa malam WIB.

Tim satgas berjumlah tujuh orang, dan langsung menuju Mapolda Aceh.

Kemudian dalam laporan tertulis ini juga disebutkan, Gubernur Aceh sempat berbincang kepada penjaga pendopo dan mengatakan bahwa ia akan keluar sebentar untuk pergi ngopi bersama teman.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Raharjo mengakui ada kegiatan operasi tangkap tangan di Aceh.

Penjelasan Agus Raharjo ini sekaligus menjawab desas desus dan simpang siurnya informasi yang menggemparkan Aceh

“Sore hingga malam ini, KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang, yang terdiri dari dua kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS,” kata Ketua KPK Agus Raharjo melalui pesan Whatsapp

“Diduga sebelumnya telah terjadi transaksi yang melibatkan penyelenggara negara di tingkat Provinsi dan salah satu Kabupaten di Aceh. Sejumlah uang ratusan juta rupiah diamankan. Diduga merupakan bagian dari realisasi komitmen fee sebelumnya,” tambah Agus Raharjo.

“Tim saat ini telah berada di Polda Aceh dan melakukan pemeriksaan awal. Sesuai KUHAP, tim akan melakukan proses sampai penentuan status dalam waktu dua puluh empat jam,” pungkasnya.

Sepanjang malam tadi tim penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Bener Meriah Ahmadi di Mapolre Aceh Tengah di Takengon.

Namun, hingga Rabu dini hari belum ada keterangan dari pihak penyidik kepada awak media, terkait kabar operasi tangkap tangan  yang dilakukan.

Selain memeriksa Bupati Bener Meriah, penyidik juga memeriksa seorang lainnya yang ada bersamanya dalam satu mobil saat dihadang KPK, yaitu Usman Yakup, yang juga Anggota DPR Kabupaten Bener Meriah.

Usai menjalani pemeriksaan, Usman Yakup mengaku sudah diperbolehkan pulang oleh penyidik.

“Karena kebutulan saya bersamaan dengan Bupati juga disitalah HP. HP saya, HP Bupati dan teman-teman yang lain. Kemudian tadi setelah selesai pemeriksaan diserahkan kembali kepada saya, saya diizinkan untuk pulang katanya tidak ada apa-apa,” tutur Usman Yakup.

Usman mengatakan penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan di ruangan Kantor Bupati Bener Meriah.

“Tadi KPK meminta kunci ruang kerjanya Bupati, kebetulan Bupati mempersilahkan,” sebut Usman. KPK dikabarkan melakukan OTT di Aceh, Selasa sore, dan diduga ada kaitannya dengan Bupati Bener Meriah.

Kabar ini cepat beredar luas di kalangan masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, karena pemeriksaan penyidik juga berlangsung di Mapolres Aceh Tengah.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah AKP Fadillah Aditya Pratama.

“Benar ada penangkapan OTT kepada Bupati Bener Meriah oleh KPK di Aceh Tengah. Kalo untuk berita OTT langsung sama penyidik KPK aja bang ya mereka lagi lakukan riksa dulu di Polres,” tutur AKP Fadillah Aditya.

Hingga saat ini belum diketahui pasti gelar OTT KPK tersebut terkait kasus apa, karena pihak KPK sendiri belum memberikan keterangannnya kepada awak media yang sudah menunggu di Polres Aceh Tengah.

Komentar