Mesir Makin Panas Usai Kudeta

Penulis: Darmansyah

Jumat, 5 Juli 2013 | 20:25 WIB

Dibaca: 17 kali

ikhwanul

Kelompok Ikhwanul Muslimin mengajak warga Mesir untuk menggelar unjuk rasa besar-besaran sebagai tanda dukungan bagi Mohamed Morsi yang telah digulingkan dari kursi presiden. Aksi demo damai ini juga untuk memprotes kudeta militer yang telah menggulingkan Morsi.

Menjelang aksi demo tersebut, belasan jet militer terbang rendah dan mengitari wilayah Kairo, ibukota Mesir hari ini. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat, 5 Juli 2013.

Seruan demonstrasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kembali bentrokan antara para pendukung dan penentang Morsi ataupun dengan aparat militer. Sebabnya, ribuan pendukung Morsi saat ini masih berkemah di luar sebuah masjid Kairo yang dikepung kendaraan-kendaraan militer.

Sebelumnya, Ikhwanul Muslimin menyatakan pihaknya akan memboikot proses politik baru di negeri itu menyusul kejatuhan Morsi. Ikhwanul juga mengajak para pendukungnya untuk tidak berpartisipasi dalam perkembangan politik saat ini.

“Kami menyampaikan penolakan keras kami atas kudeta militer yang dilakukan terhadap presiden terpilih dan menolak untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan bersama otoritas perampas kekuasaan,” demikian pernyataan Ikhwanul yang dibacakan ulama Abdel-Rahman el-Barr kepada para pendukung Morsi di Kairo seperti dilansir Press TV..

Sementara itu, militer menyatakan pihaknya mendukung hak warga Mesir untuk menggelar demo damai. Namun militer mengingatkan warga untuk tidak melakukan kekerasan dan tindakan-tindakan pembangkangan sipil, seperti pemblokiran jalan.

Bentrokan telah pecah antara pasukan militer Mesir dan para pendukung presiden negara itu yang telah terguling, Muhammad Mursi, di dekat sebuah tempat yang diduduki pendukung Ikhwanul Muslimin di Giza, Kairo barat daya, lapor koresponden Al Arabiya, Jumat.

Sebuah sumber keamanan juga mengatakan kepada Al Arabiya bahwa militer telah mengirimkan 25 kendaraan lapis baja ke Zagazig, ibu kota wilayah Sharqia.

Berita itu muncul setelah sebuah koalisi Islamis yang dipimpin Ikhwanul menyerukan kepada rakyat di seluruh negara itu untuk melancarkan protes dalam “Jumat Penolakan” setelah shalat Jumat waktu setempat hari ini.

Protes itu akan menjadi ujian awal dukungan yang masih tersisa buat Mursi, dan bagaimana militer akan menanggapi hal itu.

Penggulingan Mursi setelah satu tahun berkuasa menandai sebuah kelokan lain dalam gejolak yang melanda negara Arab paling padat penduduknya itu dalam dua tahun terakhir sejak jatuhnya Husni Mubarak.

Intervensi militer itu didukung oleh jutaan rakyat Mesir, termasuk para pemimpin liberal dan tokoh agama, yang mengharapkan pemilu baru di bawah serangkaian aturan yang direvisi.

Di Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera yang para tokohnya “terkooptasi” dengan ide Ikhwanul Muslim, menyayangkan kudeta militer terhadap Presiden Mesir yang baru saja digulingkan, Muhammad Mursi.

Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid menilai pihak militer telah memanaskan situasi politik di Mesir hingga akhirnya melakukan tindakan inkonstitusional yang jauh dari semangat berdemokrasi.

“Secara prinsip kami sangat menyayangkan demokrasi yang dibangun dengan baik oleh rakyat Mesir ditunggangi oleh militer, dan kemudian mengudeta untuk membubarkan pemerintahan dan mengangkat pemerintahan yang baru,” ujar Hidayat di Jakarta, Jumat.

Komentar