Menyaksikan Gerhana Bulan Total Abad Ini

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Juli 2018 | 09:44 WIB

Dibaca: 1 kali

Gerhana bulan  total akan terjadi pada Sabtu, 28 Juli dini hari.

Gerhana total ini terbilang menarik dan langka. Pasalnya, berlangsung dengan durasi lama.

Gerhana bulan dengan durasi lama seperti ini baru bisa terulang lebih dari satu abad lagi. Lebih menariknya, fenomena alam ini bisa dilihat langsung dari Indonesia.

Totalitas gerhana bulan total  mencapai seratus tiga menit. Itu merupakan fase yang terlama hingga lebih dari seratus tahun ke depan.

Gerhana bulan total dengan fase totalitas lebih lama baru akan terjadi lagi pada  Juni Sembilan puluh tahun mendatang, yang mencapai seratus enammenit. Itu pun tak bias

Proses gerhana bulan nanfi dimulai ketika piringan bulan mulai memasuki penumbra bumi, yaitu memasuki dinihari

Setelah itu, kecerlangan bulan lebih redup dibandingkan dengan kecerlangannya sebelum gerhana.

Perubahan kecerlangan ini tidak dapat dideteksi oleh mata tanpa alat. Hanya dapat dideteksi dari hasil perbandingan perekaman antara sebelum gerhana dan setelah gerhana.

Ketika piringan Bulan memasuki umbra bumi pukul 01.24 WIB, fase gerhana sebagian dimulai.

Hal ini ditandai dengan sedikit lebih gelapnya bagian bulan yang mulai memasuki umbra Bumi.

Semakin lama maka bagian gelap ini semakin besar, hingga akhirnya seluruh piringan Bulan memasuki umbra Bumi pukul dua dinihari WIB.

Sejak itu, bagian Bulan memerah dan mencapai puncak merah yang merupakan saat puncak gerhana

Memerahnya piringan bulan ini karena cahaya matahari dihamburkan atmosfer bumi, selanjutnya bagian cahaya merahnya diteruskan sampai bulan.

Karena itu fase totalitas Gerhana Bulan Total akan berwarna kemerahan.

Peristiwa memerahnya piringan Bulan saat fase totalitas ini berakhir pukul empat  ketika piringan Bulan memasuki penumbra Bumi.

Sejak itu, piringan Bulan terlihat gelap kembali plus adanya bagian terang pada piringan Bulan, yang menandakan peristiwa gerhana Bulan sebagian kembali terjadi.

Seiring waktu bagian terang semakin besar hingga akhirnya seluruh piringan Bulan meninggalkan umbra Bumi pukul lima

Saat itu Bulan berada di bagian penumbra Bumi, sehingga peristiwa gerhana Bulan penumbra kembali terjadi.

Kini Bulan semakin cerlang, meskipun kurang cerlang dibandingkan purnama biasa hingga gerhana selesai pukul enam saat Bulan meninggalkan penumbra Bumi.

Berita baiknya, mayoritas penduduk di planet bumi ini akan dapat melihat fenomena alam gerhana bulan terlama di abad ini.

Sedangkan kabar buruknya seperti dikutip dari vox.com, bagi warga di Amerika Utara, kecuali sebagian Newfoundland Kanada, tidak akan melihat sama sekali gerhana bulan ini.

Pasalnya, pada saat malam tiba di Amerika Utara dan bulan purnama terbit didaerah lain, gerhana sudah akan berakhir.

Bulan akan selesai melintasi bayangan bumi atau umbra

Menurut Noah Petro dari NASA, seperti dikutip dari space.com, gerhana bulan total kali ini dapat dilihat dengan mata telanjang dari Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah dan Selatan, serta wilayah Samudera Hindia.

Sementara itu, themoonwoman.com menyebutkan gerhana bulan akan terlihat dari Afrika, India, Asia, Australia Barat & sisi Timur Amerika Selatan.

Mereka yang dapat melihat blood moon secara langsung mungkin merasakan efeknya lebih kuat.

Itu adalah untuk membawa semua yang tersembunyi ke dalam cahaya untuk dilihat.

Selama gerhana bulan, bumi berada di posisi antara matahari dan bulan.

Jika terjadi gerhana bulan parsial, hanya sebagian bulan yang berada di bawah bayangan bumi.

Namun saat terjadi gerhana bulan total, seluruh bulan tertutup bayangan bumi.

Sementara itu blood moon adalah episode visual lainnya, yang secara khusus terjadi saat gerhana bulan total.

Selama gerhana bulan, bulan memantulkan cahaya yang keluar dari bumi. Bumi, bulan, dan matahari berada di satu garis lurus dan bumi menutupi cahaya matahari sehingga bulan akan tercermin dan menghasilkan bayangan.

Namun bulan tidak sepenuhnya tertutupi bayangan bumi dan satu-satunya cahaya yang cenderung bisa dilihat adalah berwarna merah.

Karena atmosfer bumi memungkinkan panjang gelombang merah untuk melewatinya. Sementara semua cahaya biru menyebar ke semua arah.

Komentar