Mandela, “Rest and Peace”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 6 Desember 2013 | 09:03 WIB

Dibaca: 0 kali

Tokoh anti-apharteid Afrika Selatan menghembuskan nafas terakhirnya. Mandela yang pernah berada di dalam penjara selama 27 tahun karena perjuangannya terhadap kaum kulit hitam itu meninggal dalam usia 95 tahun.
Pengumuman soal meninggalnya Mandela diumumkan oleh Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Kamis malam. Mandela adalah pemimpin Afrika Selatan selama lebih dari tiga dekade.

Beberapa tahun terakhir ia sudah berulang kali masuk keluar rumah sakit. Terakhir kali dirawat di rumah sakit, Mandela dikabarkan sudah dalam kondisi kritis.

“Dia sekarang telah beristirahat, dia sekarang damai,” kata Zuma seperti dilansir AFP, Jumat 06 Desember 2013.

Presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan, Nelson Mandela masih terus berjuang mesti dalam kondisi kritis. Putri Mandela menyebut ayahnya masih memiliki semangat berjuang, meski secara kasat mata terlihat tak berdaya di ranjang.

Mandela yang kini berusia 95 tahun terus menjalani perawatan medis di kediamannya di Johannesburg. Sebelum dirawat di rumah, Mandela menghabiskan waktu selama 3 bulan dirawat intensif di rumah sakit, akibat infeksi paru-paru yang dideritanya.

“Setiap momen, setiap menit dengan Tata selalu membuat saya kagum dan ada beberapa saat ketika saya harus mencubit diri saya sendiri bahwa saya anak dari seorang pria yang kuat, seorang pejuang,” ucap putri sulung Mandela, Makaziwe Mandela, dalam peluncuran buku kisah hidup dan perjuangan Mandela, berjudul Nelson Mandela Opus.

Mandela juga akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan,” ucap Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, seperti dilansir dari BBC. Koresponden BBC mengungkapkan jika jenazah Mandela akan dipindahkan ke rumah duka dan pemakamannya baru akan dilakukan pada Sabtu, 7 Desember 2013 waktu setempat.

Kerumunan orang yang berduka pun berkumpul di rumah Mandela. Beberapa dari mereka melambaikan bendera Afrika Selatan dan mengenakan kaus bergambar Mandela.

Pemegang nobel perdamaian itu memang sangat dicintai rakyatnya. Perjuangannya tak bisa dipandang sebelah mata. Mandela merupakan negarawan yang paling dihormati di dunia setelah berkhotbah mengenai rekonsiliasi meskipun dipenjara selama 27 tahun.

Dirinya jarang tampil di depan publik sejak resmi pensiun pada 2004. Adapun terakhir kalinya Mandela bersua dengan rakyat Afrika di depan publik pada 2010, di ajang Piala Dunia yang dihelat di Afrika Selatan.

Seperti diketahui, Mandela wafat diusianya yang ke 95 tahun pada Kamis, 5 Desember 2013 tengah malam waktu setempat. Selama ini, Mandela telah berjuang melawan penyakit paru-parunya

Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai petinggi negara. Selain dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama, giliran Perdana Menteri Inggris David Cameron memberikan ucapan belasungkawa. Cameron menilai sosok pemimpin kulit hitam pertama Afrika Selatan ini sebagai legendaris dan pahlawan global.

“Nelson Mandela adalah sebuah legenda dalam hidup dan kini dalam kematian, sosok pahlawan pahlawan global sejati,” ucap Cameron seperti dilansir AFP.

Dalam pidatonya, Obama sedikit mengenang perjuangan Mandela dalam memerangi penindasan di bangsanya.

“Mandela adalah sosok yang berjuang untuk bangsanya, membawa perubahan untuk Afrika Selatan. Dia juga membawa perubahan untuk kita semua,” ujar Obama dalam sambutannya.

Selain itu, Obama juga sejenak mengenang jasa Mandela dalam memerangi penindasan rasial terhadap bangsa kulit hitam. Keberhasilan perjuangan Mandela di Afrika Selatan telah menjalar ke seluruh penjuru dunia.

“Perjuangannya melawan penindasan terhadap rasnya telah memberi pengaruh ke seluruh dunia,” tutur Obama.

Dalam akhir pidato singkatnya, Obama mengucapkan belasungkawa dan turut merasa kehilangan seperti yang dirasakan rakyat Afrika Selatan. Menurutnya, Mandela adalah sosok pemimpin yang sangat dicintai oleh rakyatnya hingga di akhir usianya.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott menilai Mandela adalah tokoh besar abad terakhir. “Nelson Mandela adalah salah satu tokoh besar Afrika, bisa dibilang salah satu tokoh besar dari abad terakhir, ” kata Abbott dalam pernyataannya di Radio Fairfax, dan dilansir AFP.

“Dia adalah seorang pria yang benar-benar hebat. Selamanya akan dikenang sebagai lebih dari seorang pemimpin politik, dia adalah seorang pemimpin moral,” kata Abbott.

Menurut Abbott, sebagian hidup Mandela diisi demi perjuangan melawan pemisahan kelompok rasial di Afrika Selatan. Perjuangan tersebut tak ayal berujung dijebloskannya Mandela ke penjara selama 27 tahun.

“Dia menghabiskan sebagian besar hidupnya berdiri melawan ketidakadilan apartheid,” kenang Abbott.

Komentar