Mandela Belum “Pergi,” Tapi Kritis

Penulis: Darmansyah

Kamis, 27 Juni 2013 | 15:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Mandela belum “berpulang.” Tapi keluarganya sudah, tahu harapannya untuk bertahan mendekati finish. Hidupnya, kini, bergantung pada peralatan medis yang berada diseputar pembaringannya.

Keluarga pasrah. Kesembuhan hanya keajaiban bagi tokoh global berusia 94 tahun itu. Ia terlalu tua untuk bisa bertahan terhadap penyakit paru dan komplikasi lainnya. Mereka hanya menunggu “teng” kapan waktu ia akan diumumkan “berpulang.”

Dan keluarga juga telah menyiapkan makam untuknya.Mandela rencananya akan dikuburkan di pemakaman keluarga di Kota Qunu. Penentuan lokasi makam Mandela dilaporkan sempat berlangsung panas.

Seperti dilansir News24, Kamis, 27 Juni 2013, penggali kubur mulai bekerja untuk menyiapkan makam. Proses penggalian diawasi oleh cucu Mandela, Ndaba.

Kondisi kesehatan Mandela memang semakin memburuk. Tokoh anti-Apartheid itu disebut tidak dapat bernafas sendiri dan harus dibantu dengan alat khusus.

Sebelum disepakatinya tempat peristirahatan terakhirnya, keluarga peraih penghargaan Nobel Perdamaian itu dikabarkan bersitegang antara satu dengan yang lainnya.

Perpecahan terjadi ketika salah satu cucu Mandela tiba-tiba saja mengatakan bahwa Mandela akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Mvezo. Tetapi niat dari Mandla Mandela ini ditolak oleh anggota keluarga lainnya yang menilai Mandela harus dikuburkan di Qunu, tempat tinggalnya hingga saat ini.

Menurut Mandla, seharusnya pihak keluarga yang bertentangan dengan dirinya harus menghormati keinginannya untuk dikuburkan bersama anak Mandela. Menurut kantor berita The Star, Mandla sebelumnya sudah memindahkan jasad dari tiga anak Mandela dari mantan Istrinya, Evelyn dan menguburkan mereka kembali di Mvezo.

Jasad yang dikuburkan oleh Mandla antara lain jasad dari ayahnya Makgatho, bibinya, Makiziwe dan pamannya, Thembekile yang meninggal dalam kecelakaan mobil di tahun 1969. Mereka dikuburkan kembali di Mvezo berdasarkan adat setempat.

“Sangat tidak mungkin jika Mandela dikuburkan bersampingan dengan anaknya, karena mereka dikuburkan di Mvezo. Mandela akan dikuburkan di Qunu,” menurut seorang sumber dari keluarga Mandela, seperti dikutip The Star, Kamis.

“Mandla melakukan hal ini tanpa melakukan konsultasi dengan para tetua,” lanjutnya. Diyakini, Mandla tiba-tiba membuat kericuhan di rapat keluarga yang juga membahas kesehatan Mandela yang saat ini masih dalam kondisi kritis. Pihak keluarga bersikeras terutama anak-anak Mandela, untuk menguburkannya di Mvezo.

Mandela sejatinya belum meninggal. Tapi, entah dari mana datangnya “wangsit, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Australia, Gary Gray, merislis bahwa tokoh global itu sudah “pergi.” .

Gray memang telah mengakui kesalahannya ketika berbicara di depan banyak orang di acara makan malam. Acara makan malam itu diselenggarakan di kantor parlemen dan dihadiri oleh beberapa orang pejabat. Saat itulah, Gray mengatakan bahwa Presiden Afsel pertama yang terpilih secara demokratis itu wafat.

“Saya meminta maaf dengan terus terang, dan saya sangat menyesal karena telah menyampaikan suatu hal yang saya kira penting,” demikian pernyataan Gray, seperti dikutip Associated Press, Kamis.

Seperti diketahui, pria yang akrab disebut dengan nama Madiba itu menderita luka di bagian pernapasannya. Saat ini Mandela juga masih dalam keadaan yang kritis dan membutuhkan alat bantu pernapasan.

Komentar