Makam Nabi Dipindah dari Masjid Nabawi?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 September 2014 | 08:31 WIB

Dibaca: 11 kali

Lokasi makam Nabi Muhammad di Mesjid Nabawi Medinah

Makam Nabi Muhammad, yang terletak di dalam Masjid Nabawi, Madinah, yang dikenal sebagai kubah hijau, diusulkan untuk dipindah dengan alasan bisa lebih nyaman untuk di ziarahi oleh jutaan umat Islam.

Rencana pemindahan itu, seperti diberitakan oleh “BBC News,” yang mengutip laporan di koran harian “Independent,” diusulkan oleh seorang akademisi Arab Saudi dan beredar secara luas di antara para pengawas Masjid Nabawi.

Menurut “Independent,” berita tentang usulan Saudi untuk memindahkan makam Nabi Muhammad dari masjid Nabawi di Medinah menjadi trending di media sosial.

Kabar menggemparkan itu kini beredar di Arab Saudi, di mana ada rencana untuk menggusur makam Nabi Muhammad, karena dikhawatirkan dijadikan berhala yang dipuja.

Kabar di Saudi itu juga menyebut, jenazah Nabi Muhammad akan dikuburkan secara anonim di lokasi yang dirahasiakan untuk mencegah pengkultusan makam nabi umat Islam itu.

Berita usulan pemindahan makam Nabi Muhammad itu, kini, menuai risiko perpecahan baru di lingkungan para ulama Saudi dan menjadi keheranan di kalangan umat Islam global.

Kini muncul dua kubu yang pro dan menentang usulan pemindahan itu. Banyak diantara penentang mengkritik dirusaknya tempat-tempat suci dan artefak di Mekah dan Medinah.

Usulan pemindahan makam Nabi itu tertuang dalam dokumen setebal enam puluh satu halaman.

Menurut “Independent,” yang mendapat bocoran dokumen dari usulan yang sudah dibahas oleh Kerajaan Saudi itu, jika rencana ini jadi diwujudkan kerangka jenazah Nabi akan dipindahkan ke pemakaman al-Baqi yang terletak tak jauh dari Nabawi.

Usulan itu, kini, menjelang berlangsungnya musim haji, diendapkan oleh Kerajaan Saudi untuk menghindari kontroversi yang muncul di antara para jamaah dari seluruh dunia.

Kerajaan menutup rapat isi seluruh dokumen itu untuk memelihara ketenangan umat Islam menjalani ritual haji.

Tentang apakah rencana ini benar-benar akan direalisir, tidak ada indikasi yang menjurus ke sana.
“Tidak ada keputusan apapun terkait rencana tersebut,” tulis “BBC News” mengutip “Independent.”

Pemerintah Saudi sebelumnya selalu menekankan akan menangani perubahan apapun terkait tempat suci Muslim itu “secara sangat serius.”

Dr Irfan al-Alawi -Direktur Yayasan Penelitian Peninggalan Islam- di Saudi mengatakan kepada The Independent upaya apapun untuk melakukan perubahan terhadap makam akan memicu kerusuhan.

Langkah itu juga berisiko memicu ketegangan sektarian antara Sunni dan Syiah yang telah terjadi di Suriah dan Irak.

Ahli heritage Arab Saudi berpendapat, niat atau rencana menggusur makam Nabi Muhammad di Madinah bisa memicu amarah besar umat Islam di seluruh dunia.

Rencana penggusuran makam Nabi Muhammad telah beredar luas di Arab Saudi dengan dalih untuk mencegah pengkultusan.

”Mereka ingin mencegah peziarah datang dan memberikan penghormatan pada makam, karena mereka percaya itu adalah syirik atau penyembahan kepada berhala,” kata Alawi.

”Saya yakin akan ada kejutan dari seluruh Muslim dunia. Ini akan menyebabkan kemarahan,” lanjut Alawi.

Kabar penggusuran makam Nabi Muhammad itu semakin santer, setelah seorang akademisi Saudi telah mengajukan rencana kontroversial tersebut.

Raja Arab Saudi, Abdullah dan pengawas Masjid al-Nabawi, belum memberikan keputusan apakah setuju dengan rencana itu atau tidak.

Makam Nabi Muhammad, yang menjadi bagian dari Masjid Nabawi Medinah, merupakan lokasi ziarah umat Islam dari berbagai penjuru dunia ketika berhaji dan umroh.

Lokasi makam, dulunya, merupakan rumah dan kamar Rasul bersama Aisyah yang letaknya berhampiran dengan masjid tempat ia selalu melaksanakan shalat jamaah. Di sana juga terdapat rumah para istrinya lain, seperti Hafsah. Di makam itu juga dikuburkan dua sahabat Nabi, Abubakar dan Umar bin Khatab.

Untuk mengunjungi makam para peziarah harus melewati terlebih bagian dalam masjid Nabawi, terutama masjid yang di bangun Rasul, dan kini terkenal dengan “Kubah Hijau.”

Lorong yang menghubungan makam dengan masjid sempit dan para pengunjung, terutama di musim haji harus berdesakan untuk bisa mencapainya.

Pengawas Masjid Nabawi menetapkan jadwal kunjungan ke makam untuk menghindari tumpang tindihnya pengunjung. Biasanya, para pengunjung mendatangi makam setelah menyelsaikan shalat jamaah.

sumber : bbc news, indpendent, daily mail dan middle east monitor

Komentar