KPK Ingatkan Media, Jangan “Buru” Darin Mumtazah

Penulis: Darmansyah

Minggu, 26 Mei 2013 | 10:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Menyedihkan ketika hak privacy Darin Mumtazah dan keluarganya diobok-obok media. Dan Ketua KPK, Abraham Samad. Pun terenyuh dan meminta kepada media untuk menghentikan perburuan dan pemberitaan berbau “sindikasi” serta berlebihan terhadan Darin yang diduga istri sirih mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Alasannya Abraham, Darin masih di bawah usia orang dewasa, dan akan meninggalkan jejak luka bagi kehidupannya kedepan.

“Saya berharap anak di bawah umur tidak terlalu di ekpose media. Sebaiknya tidak ditampilkan wajahnya,” kata Abraham disela-sela lokakarya Jurnalis Antikorupsi di Citarik, Sukabumi, Jawa Barat. Menurutnya, Darin perlu dilindungi dengan alasan faktor umur. “Kita pertimbangkan berikan perlindungan penampakan Darin di hadapan publik,” kata Abraham.

KPK sendiri merencanakan pemeriksaan Darin sebagai saksi akan dilakukan oleh penyidik secara tersembunyi di suatu tempat yang disepakati bersama dengan keluarganya. Pemeriksaannya tidak akan dilangsung di Kantor KPK kawasan Kuningan Jakarta. “kami tidak mau remaja itu di obok-obok hanya untuk kepentingan pemberitaan, kata seorang penyidik.

Darin Mumtazah mendadak terkenal gara dikaitkan dengan kasus impor daging Kementerian Pertanian. Dia disebut-sebut menjadi istri siri tersangka impor daging, Luthfi.

Belakangan diketahui, Darin merupakan siswa kelas XII SMK yang kabarnya sudah dinikahi Lutfhi secara siri. Hingga kini tidak ada yang mengetahui keberadaan Darin dan keluarga. Rumah kontrakan orang tua Darin di Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, sudah beberapa bulan kosong.

Dari kerabat Darin disebutkan demi menikahi Darin Luthfi sampai harus merogoh kocek yang dalam karena menjanjikan kedua orang tuanya mobil mewah dan rumah seharga Rp3 miliar. Sejak gencarnya pemberitaan media, bahkan banyak wartawan yang memburu keberadaannya, Darin Mumtazah, menghindar secara misterius.

Rumah tinggalnya di Jalan Bhineka Raya Nomor 3 RT 10 RW 09, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, tidak lagi dihuni oleh keluarganya. Rumah itu mulai ditempati keluarga Darin sejak bulan Juli tahun 2012 lalu. Uang kontrakan itu dibayarkan ayah Darin, Ziad, secara tunai dimuka.

Sosok Darin sendiri menghilang bak ditelan bumi. Keluarga enggan memberikan komentar dan terkesan kucing-kucingan dengan media. Acap kali ditemui Ibunda Darin, Mufidah, selalu menutupi wajahnya dari sorotan kamera dan berbicara seadanya.

Setelah menjadi “buruan” wartawan seluruh anggota keluarga Darin telah pindah ke rumah lama mereka di Jalan Kebon Nanas Selatan I, RT 012/08 No 27A. Bahkan, orang tua Darin, Mufidah turut memindahkan puluhan ekor kucing hiasnya.

“Karena rumah ini didatangi wartawan terus, dia (Mufidah) enggak bisa kasih makan kucingnya, semalam dia mindahin semua kucingnya ke rumah yang lamanya,” kata salah satu tetangga Darin, Yuni.

Nama Darin mencuat saat dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap impor daging sapi dan pencucian uang yang melibatkan Luthfi Hasan. Darin juga dikabarkan telah menikah siri dengan Luthfi.

Namun, sosok Darin sendiri menghilang bak ditelan bumi. Keluarga enggan memberikan komentar dan terkesan kucing-kucingan dengan media. Acap kali ditemui, Mufidah, selalu menutupi wajahnya dari sorotan kamera dan berbicara seadanya.

Bahkan saat wartawan mencoba mengkonfirmasi, Mufidah menantang wartawan dengan pertanyaan berapa jumlah uang yang akan diberikan padanya jika dia bicara ke publik soal hubungan puterinya dengan Luthfi.

“Berani bayar berapa kalau saya dibawa ke studio?,” kata Mufidah singkat saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya

Komentar