Kematian “Uje” Jeffry Al-Buchory Banyak Ditangisi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 April 2013 | 09:01 WIB

Dibaca: 9 kali

Kematian Uje,  atau nama panggilan dari Ustazd Jeffry Al Buchori, yang  berpulang akibat kecelakaan yang menimpanya usai menabrak pohon ketika mengendarai motor gede miliknya di kawasan Pondok Indah Jumat dinihari,  meninggalkan penggalan cerita yang banyak di memori kawan-kawan dan penggemarnya.

Kematian itu, seperti yang diceritakan adiknya, Fajar,  datang ketika sang  kakak sedang dalam kondisi kurang sehat.”Kronologinya, tolong digarisbesarin, ini murni kecelakaan tunggal, ini bukan kebut-kebutatan memang ustaz beberapa minggu ini lagi sakit,” jelas Fajar.

Menurut Fajar, sebelum kecelakaan tunggal Uje meminta untuk ditemani berjalan-jalan sambil berkendara motor untuk menghilangkan kepenatan. “Saya diminta untuk menemani beliau ngopi-ngopi di atas motor,” cerita Fajar.

Melihat kondisi pria yang mengawali kariernya sebagai artis peran tersebut kurang bugar untuk berkendaraan, Fajar mencoba menawarkan diri untuk membonceng Uje. Namun, tawaran itu justru ditolak.

“Memang saya dari Kemang sempat bilang, ‘Gimana kalau saya yang handle (kendarai motor)?’.  Terus dia bilang ‘Enggak apa-apa, gue sehat kok’,” ujar Fajar menirukan ucapan Uje. Mendengar jawaban Uje, Fajar pun memutuskan untuk mengendarai motor yang dibawanya, sementara Uje mengendarai motor Kawasaki E650.

“Karena yakin dengan kemampuan beliau, ya kami lepas. Pas kepulangan itu terjadi insiden tunggal, korbannya almarhum. Tidak ada hal apapun, tidak ada kebut-kebutan. Tapi pas kejadian kami enggak tahu, kejadian seperti apanya saya tidak tahu,” ujar Fajar.

Sebelum kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Ustaz Jeffry Al-Buchari atau Uje terjadi, Fajar Sidik (adik kandung Ustadz Uje) mengaku sudah mendapat firasat kurang baik. Firasat dirasakan Fajar Sidik ketika berangkat ke tempat acara ngopi di Kemang, Jakarta Selatan, sekitar pukul 21.00 WIB, untuk mendiskusikan acara Ramadhan.

Waktu itu, Fajar dan Uje berboncengan sepeda motor Kawasaki E650 nomor polisi B 3590 SGQ. “Sempat beberapa kali nyaris nabrak mobil,” kata Fajar.. Saat pulang saya memintanya membonceng saja. Tapi, almarhum bilang, saya sehat kok sampai akhirnya naik motor sendiri,” Fajar menambahkan., Jumat (26/4/2013) dini hari.

Seperti dikutip dari dari sebuah laman web berita, seorang saksi mata yang tidak disebut namanya menuturkan, kecelakaan lalu lintas yang dialami Uje merupakan kecelakaan tunggal. Sebelum menghantam pohon, sepeda motor sempat menyerempet trotoar.

“Yang saya lihat memang itu Uje. Lukanya di bagian kepala dan tangan. Ia bersama dengan teman dan keluarganya,” kata saksi mata di tempat kejadian.  Adik kandung Ustaz Uje, Fajar Sidik, menambahkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, ban sepeda motor Uje selip.

“Beberapa saat setelah kejadian, kami menstop taksi dan membawa ke rumah sakit Pondok Indah, tapi sampai sana dokter memvonis meninggal dunia,” kata Fajar.

Kini jenazah Uje di semayamkan di rumah duka dan pengunjung terus bertdatangan tanpa henti dari semua kalangan. Rencananya jenazah Uje akan dimakamkan hari ini di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Pejompongan, Jakarta Pusat, seusai shalat Jumat.Sebelum dimakamkan, jenazah Uje akan dishalatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Salah seorang pelayat di rumah duka, Ahmad Dhani, pentolan musik itu, mengaku sering membicarakan tentang sosok ustaz gaul ini. Dhani mengaku bahwa petuah Uje bermanfaat, dan sosoknya gaul. Bahkan, Dhani berpendapat bahwa banyak perempuan akan menangisi kepergian Uje.

“Saya jarang bertemu dengannya.  Tapi kalau membicarakan, sering dengan teman wartawan. Dua hari lalu kami ngomongin Uje. Kami perkirakan dia potensial jadi ustaz besar,” kata Dhani di rumah duka kepada contributor “nuga.co.”

“Ia amat menawan. Penampilannya fashionable di tengah kesan agamisnya,” kata Dhani. Secara pribadi, dia menilai Uje adalah sosok baik. Tidak berlebihan bila banyak orang menangisinya dan merasa kehilangan.

“Banyak wanita yang menangis karena dia baik. Bahkan, ustaz-ustaz banyak yang menangis,” kata Dhani. Dia pun tahu Uje kerap memberikan nasihat kepada pasangan yang rumah tangganya bermasalah. Nasihat itu menurut Dhani akan dikenang banyak orang.

Uje meninggal dalam usia 40 tahun. Lelaki kelahiran Jakarta, 12 April 1973, ini meninggalkan seorang istri, Pipik Dian Irawati, dan tiga orang anak, yakni Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro.

Berasal dari keluarga dengan pendidikan agama kuat, sempat mengenyam pendidikan agama di pesantren dan madrasah aliah, Uje juga pernah menjalani kehidupan dugem anak muda. Namun, jalan hidup mengembalikannya ke dunia dakwah. Pengalaman pribadinya mendorong Uje mengemas dakwah dalam bahasa anak muda, bahkan kerap dianggap sebagai “ustaz gaul”.

Uje kerap menyampaikan pesan melalui lagu. Debut albumnya dibuat pada 2006 bertajuk Lahir Kembali. Uje juga pernah berkolaborasi dengan Opick dan grup band Ungu.

 

Komentar