Kemarin, Kamis, Matahari Ada Diatas Ka’bah

Penulis: Darmansyah

Jumat, 29 Mei 2015 | 11:17 WIB

Dibaca: 1 kali

Kemarin, Kamis, 28 Mei 2015, tepatnya pukul 16.18 WIB, atau sore, Kota Suci Makkah kembali di sambangi fenomena alam, kala matahari melintas tepat di atas Ka’bah.

Peristiwa tersebut merupakan kejadian alam yang biasa terjadi dan dapat memengaruhi sebagai penunjuk kiblat.

Seperti ditulis situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, peristiwa semacam itu sering dikenal juga dengan nama Rashdul Qiblah yakni ketentuan waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

“Bayang-bayang benda yang berdiri tegak, pada tanggal dan jam tersebut akan mengarah tepat ke Kabah.”

Saat peristiwa tersebut terjadi, kaum muslimim, terutama pengurus masjid dan mushalla dapat memverifikasi kesesuaian arah kiblat, yang selama ini mungkin kurang tepat.

Tahu bagaimana caranya?

Pertama, menentukan lokasi masjid, mushalla, langgar, atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.
Sediakan tongkat lurus panjang satu atau dua meter dan peralatan untuk memasangnya.

Siapkan juga jam/arloji yang sudah dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/televisi/internet;

Kedua, cari lokasi di samping atau di halaman masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam-jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar.

Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul. Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya rashdul qiblah agar tidak terburu-buru;

Ketiga, saat rashdul qiblah berlangsung amatilah bayangan matahari yang terjadi atau toleransi satu hingga dua menit.

Di Indonesia peristiwa rashdul qiblah terjadi pada sore hari sehingga arah bayangan menujuu ke Timur. Sedangkan bayangan yang menuju ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang tepat.

Keempat, gunakan tali, susunan tegel lantai, atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin untuk meluruskan lokasi ini ke dalam masjid/rumah dengan menyejajarkannya terhadap arah bayangan.

Bisa juga dengan teknik lain, misalnya bandul yang digantung menggunakan tali sepanjang beberapa meter, maka bayangannya dapat kita gunakan untuk menentukan arah kiblat.

Komentar