Kecamuk Perang Gaza Terus Berlanjut

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 Agustus 2014 | 14:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Perang Gaza antara pejuang Hamas dengan militer Israel akan berlanjut bersamaan dengan berakhirnya gencatan senjata dua puluh empat jam, hari ini, Rabu, 20 Agustus 2014, setelah perundingan damai antara keduanya di Kairo, Mesir, menemukan jalan buntu karena masing-masing pihak ngotot dengan argumentasinya.

Hamas menuntut dibukanya akses Gaza dengan dunia luar sebelum dilakukannya gencatan senjata permanen. Syarat yang diajukan Hamas ini merupakan harga mati jika lanjutan bagi dimulainya jeda perang permanen.

“Kami tidak akan mundur dari syarat dibukanya akses Gaza ke dunia luar. Israel harua membuka pintu bagi lalu lintas barang dan manusia dari Gaza. Kami tidak ingin hidup dalam kurungan lagi,” ujar seorang perunding Hamas di Kairo, Rabu, 20 Agustus 2014, setelah jalan buntu untuk menetapkan gencatan senjata permanen terjadi.

“Kami lebih baik mati sebagai martil dari pada harus diisolasi. Harus ada tawaran yang akomodatif sebelum dilakukannya jeda perdamaian,” ujar sang perunding.

Bersamaan dengan berakhirnya masa gencatan senjata satu hari mulai Selasa, 19 Agustus 2014, Rabu dinihari WIB kelompok Hamas kembali menembakkan roket ke arah Tel Aviv, Israel.

BBC edisi Rabu, 20 Agustus 2014 melaporkan pernyataan militer Israel yang menyebut lima puluh roket ditembakkan dari Gaza pada Selasa, 19 Agustus 2014. Menurut data dari pejabat berwenang Israel, tiga roket Hamas jatuh di area terbuka dekat kota Beersheba.

Dua roket lainnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Iron Dome di Netivot. Sejauh ini tidak ada warga Israel yang menjadi korban jiwa.

Setelah itu, roket jarak lebih jauh disasar untuk jatuh di ibukota Tel Aviv dan Yerusalem. Laporan dari militer Israel, sirene terus berbunyi di sekitar area selatan dan pusat Israel.

Tidak berapa lama kemudian kelompok sayap militer Hamas, Brigade Qassam, menulis di Twitter bahwa mereka telah menembakkan roket ke Tel Aviv. Hal itu menjadi pembenaran, Hamas terlibat dalam aksi penembakkan roket.

Mengetahui kembali diserang oleh Hamas, militer Israel tidak tinggal diam. Sesuai dengan janjinya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, membalas serangan Hamas ke Israel.

Israel lalu melakukan serangan udara ke sepuluh lokasi di Gaza pada Selasa kemarin. Akibatnya, tiga warga Palestina tewas.

Menurut petugas medis Palestina, tiga korban tewas terdiri dari seorang anak dan dua perempuan. Sementara enam belas orang di Distrik Sheikh Radwan dilaporkan terluka. Dua korban luka lainnya dilaporkan terdapat di bandara dekat Rafah.

“Merespon pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Hamas, Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan telah memerintahkan militer Israel untuk sekali lagi menyerang lokasi tempat teroris di Jalur Gaza,” ujar seorang pejabat pemerintah Israel.

Juru bicara Pemerintah Israel, Mark Regev, menyebut ini kali ke-11 Hamas menolak atau melanggar gencatan senjata. Alhasil, delegasi Israel menarik diri perundingan damai di Kairo.

Menurut Regev, serangan roket dari Gaza membuat kelanjutan pembicaraan damai tidak mungkin. Selain itu, aksi tersebut menghancurkan pembahasan yang tengah berlangsung.

Aksi serangan udara Israel itu didukung penuh oleh Pemerintah Amerika Serikat.

“Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri terhadap serangan semacam itu,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri, Marie Harf.

Negosiator Palestina, Azzam al-Ahmad, menyalahkan Israel atas kegagalan perundingan damai. Menurut al-Ahmad, Israel tidak tertarik untuk berkomitmen membuat perdamaian dengan Palestina.

“Kami katakan kepada pejabat Mesir, kami siap untuk kembali berbicara ketika mereka menemukan atmosfir yang sesuai,” kata al-Ahmad.

Dalam perundingan itu, Hamas menuntut agar blokade Gaza yang telah berlangsung selama tujuh tahun diakhiri. Sementara Israel meminta agar ada jaminan kelompok Hamas tidak lagi memegang senjata.

Pemerintah Mesir sebelumnya telah bersedia menerima usulan untuk melonggarkan blokade ekonomi di Gaza. Walau hal itu tidak berarti sepenuhnya mencabut blokade di sana.

Akibat serangan hari Selasa kemarin menambah panjang jumlah warga Palestina yang tewas. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza menyebut sebanyak 2.016 warga Palestina tewas terbunuh dalam serangan Israel.

Komentar