Konsulat Indonesia di Jeddah Dibakar TKI

Penulis: Darmansyah

Senin, 10 Juni 2013 | 10:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Kantor Konsulat Jendral RI di Jeddah, hari Minggu waktu setempat, di bakar. Menurut Kantor Berita “Reuter” dan jaringan televisi “Aljazera, aksi pembakaran itu dilakukan setelah para tenaga kerja Indonesia berseteru dengan aparat keamanan.

Menurut “reuter” ratusan TKI tengah berupaya memperbaiki status imigrasi mereka dari kerajaan penghasil minyak terbesar tersebut, beberapa dari mereka pun akan meninggalkan Arab Saudi sebelum 3 Juli mendatang. Bersamaan dengan itu, Pemerintah Arab Saudi akan melanjutkan operasi penangkapan terhadap imigran gelap.

Mereka semua sudah menunggu lama di depan kantor pmemerintah selama berhari-hari. Temperatur cuaca Arab Saudi pada siang hari juga meninggi, mereka tetap tidur di depan kantor tersebut agar tidak terputus dari antrian.

Juru bicara kepolisian Jeddah Nawaf al-Booq mengatakan, saat demonstrasi berlangsung, para TKI mencoba menerobos kantor konsulat. Beberapa di antara mereka terinjak-injak dan terluka. Namun mereka sudah bisa dibubarkan, api di depan kantor konsulat itu juga sudah dipadamkan.

“Para TKI melempari batu, dan botol air minum ke polisi,” ujar salah seorang saksi mata yang tidak mau disebutkan identitasnya, seperti dikutip Reuters, Senin 10 Juni 2013.

Pada Minggu kemarin, ratusan warga Indonesia juga masih berada di dekat bangunan kantor itu. Mereka mendapatkan makanan dan minuman, beberapa polisi juga hadir dan ikut berjaga-jaga di wilayah itu.

Aksi pembakaran ini dilakukan massa yang ingin status kerja mereka di Arab dikoreksi menjadi legal. Beberapa orang dilaporkan terluka akibat kericuhan yang terjadi sejak Sabtu lalu ini. Namun hingga saat ini aparat keamanan belum bisa memberikan data detil mengenai jumlah korban. “Kami masih mengecek berapa banyak korban,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur, kepada “Arab News.”.

Polisi dengan senjata lengkap masih berjaga di sekitar lokasi kerusuhan. Jalur-jalur menuju kantor konsulat ditutup. Api masih menyala dari gedung itu hingga pukul 21.00 waktu setempat.

Pembakaran dilakukan usai massa yang tak puas dengan status ilegal mereka sebagai pekerja di Arab. Massa sempat melakukan pelemparan batu sebelum membakar kantor konsulat.

Kemarahan massa semakin menjadi, sebab sehari sebelumnya terjadi tindak kekerasan dari aparat terhadap pekerja yang berdemo untuk hal yang sama. “Kemarin saya terluka karena pihak konsulat tak tahu bagaimana cara menangani massa,” ujar salah seorang pekerja Indoensia, tak dikutip namanya. Setidaknya, tiga wanita dilaporkan pingsan dan terluka akibat aksi yang terjadi mulai Sabtu lalu.

Para pekerja ini khawatir, dengan status mereka yang ilegal, hukuman denda dan pidana oleh pihak kerajaan hanya tinggal menunggu waktu. Pihak Arab Saudi masih memberi toleransi hingga 3 Juli 2013, sebelum bertindak tegas pada para pekerja ilegal ini. Mereka yang tak punya dokumen resmi, diancam hukuman dua tahun penjara, dan denda sebanyak 100 ribu riyal.

Aksi ini cukup mengejutkan. Apalagi di Saudi Arabia tak pernah pecah peristiwa seperti ini. Aksi ini bisa diredam setelah kepolisian Saudi turun tangan.”Itu bentuk protes atas pelayanan KJRI yang kurang manusiawi,” terang Anis yang sudah mendapat kabar dari para TKI di sana soal kejadian itu.

Komentar