Janda Uje, Pipik, Kini Tak Menangis Lagi

Penulis: Darmansyah

Minggu, 28 April 2013 | 21:11 WIB

Dibaca: 19 kali

Pipik Dian Irawati, janda “Uje” Jeffry al-Buchory, tidak menangis lagi. Perempuan yang dinikahi ustaz “gaul”  yang berpulang dalam kecelakaan motor di kawasan Pondok Indah, Jumat dinihari WIB lalu, tiga belas tahun lalu itu kini  telah kuat.

Ketika  kontributor “nuga.co,” Afrida,  datang mengikuti tahlil di malam kedua di rumah duka, kawasan Rempoa, ia kelihatan tegar dan mulai bicara tentang takdir yang harus dilewati sang suami. Ia tak lagi bersimbah airmata dan mengeluarkan kalimat tentang keinginannya untuk “pergi” bersama sang suami yang terlihat dalam sorot kamera dua hari lalu.

Pipik, perempuan, yang mendampingi sang ustaz dalam suka dan duka itu telah pulih dan tampil hangat menyambut setiap tamu. Ia juga terus melayani wawancara dengan media yang ingin menggali kisah-kisah kebersamaannya dengan sang ustaz. “Saya menyadari ia telah tiada. Saya menyadari pula amanah yang ditinggalkannya, membesarkan anak-anak,” kata Pipik kepada “nuga.co.”

Malam tahlilan kedua di rumah duka masih dibanjiri pengunjung. Ikut serta dalam tahlil itu Menteri Agama Suyadharma Ali. Menag juga memberi komentar tentang kepergian Uje sekaligus kenangannya bagaimana indahnya lantunan ayat-ayat Al Quran yang dibacakannya.

“Saya tadi mengucapkan belasungkawa kepada istrinya. Ia tegar. Ia tidak seperti yang kita lihat di televisi kemarin. Ia kepada saya mengatakan sudah merelakan kepergian sang suami sebagai takdir dan kehendak Alla,” kata Suryadharma.

Presenter yang juga komedian Deswita Maharani yang datang untuk kedua kalinya kekediaman Uje, juga mengatakan bahwa  Pipik Dian Irawaty sudah mulai bisa berkomunikasi tanpa mengusurkan airmata seperti kemarin.

Kedatangan Deswita, mantan pacar Taufik pemain bulutangkis itu, hanya  ingin memberikan sokongan moril kepada Pipik yang belum lama ditinggalkan sang suami untuk selama-lamanya. “Ini kedua kalinya, sebelumnya waktu malam Uje meninggal,” kata Deswita saat ditemui di kediaman almarhum, di Perumahan Bukit Mas Bintaro, Rempoa, Jakarta Selatan, Minggu.

Menurut Deswita, saat ini Pipik sudah semakin tegar menerima kenyataan kehilangan suami tercinta. Bahkan Pipik sudah tidak menangis lagi saat diajak bicara. “Dibanding hari pertama, melihat setelah dua hari Uje meninggal, jauh lebih tegar dari kemarin, kelihatan lebih kuat. Ceritanya sudah enggak pakai nangis lagi,” ujarnya.

Pipik ketiga hari penguburan Uje  tak henti-hentinya menangis sambil memegangi keranda jenazah suaminya. Dia juga terlihat selalu memegangi peci hitam yang kerap dikenakan Uje saat berdakwah.

Kepada Afrida, kontributor “nuga.co,”  mengungkapkan tentang keinginannya  meneruskan bangun Pondok Pesantren Modern Ash-Shoabah milik keluarga besar Uje yang berada di Cikeas. “Insya Allah. Karena untuk pesantren ini kan punya keluarga besar beliau (Uje). Jadi nanti kemungkinan cucu-cucunya Umi yang akan mengisi pesantren itu,” katanya..

Lebih lanjut, Pipik ingin nantinya pesantren tersebut bisa menampung seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum yatim piatu sesuai dengan keinginan almarhum.

“Uje itu kepinginnya akan menjadi tempat umum. Tempat orang-orang yang pengin ngilangin narkoba, merenung, mengaji sendiri. Penginnya seperti itu. Akhirnya kita bikin umum saja, untuk anak yatim piatu juga,” jelasnya.

Dude Harlino yang djuga hadir dalam tahilan malam kedua itu ketika ditanya “nuga.co,” tentang kesannya terhadap Uje mengatakan, sebagai penceramah yang mampu menempatkan diri secara baik di tengah jamaahnya.  Dude mengaku sangat nyaman ketika mendengarkan ceramah pria yang  disapa Uje itu.

“Sebagai anak muda merasa nyaman ketika almarhum ceramah dan memang ada rasa kehilangan. Menurut saya, dia ustadz terbaik di Indonesia dan dekat dengan kita,” ucap Dude.

Dia menuturkan, meski dikenal sebagai seorang pendakwah, karakter Uje merupakan pribadi yang menarik. Bahkan, ketika pertama kenal Uje, Dude merasa seperti telah mengenal lama ustadz gaul itu.

“Pribadinya sangat menarik. Pertama ketemu seperti sudah kenal lama. Sangat akrab. Pertemuan itu sangat berkesan buat saya,” tandasnya.

Komentar