Jalur Gaza Masuki Fase Aman

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 Agustus 2014 | 08:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Jalur Gaza, mulai Selasa pagi WIB, 05 Agustus 2014, memasuki fase aman untuk tiga hari kedepan, bersamaan dengan disepaktinya gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Kairo, Mesir, dinihari tadi.

Gencatan senjata tujuh puluh dua jam ini, ditengarai, akan bisa dilanjutkan dengan jeda kemanusiaan untuk memberi kesempatan kepada penduduk Gaza membenahi kehancuran pemukimannya.

“BBC News,” Selasa pagi, 05 Agustus 2014, merilis berita terbarunya tentang telah dicapainya kesepakatan gencatan senjatan sebagai lanjutan jeda perang yang gagal tiga hari lalu.

Walau pun sudah menyepakati gencatan senjata, kedua pihak yang berperang masih saling melontarkan provokasi untuk tetap melanjutkan pertempuran. Israel, seperti rilis yang dikeluarkan militernya, belum akan menghentikan invasi hingga seluruh persenjataan roket Hamas dilucuti.

Sedangkan Hamas dengan garang menyebut Israel sebagai “biadab” yang hanya bisa membunuh anak-anak, perempuan dan keluarga yang tidak berdosa. “Mereka pengecut dan tidak mampu melakukan perlawanan perang total,” kata seorang jurubicara Hamas kepada jaringan televisi Al Jazzera.

Dalam rilis terbarunya dari Kairo, “Middle East Monitor,” mengungkapkan para pejabat Israel dan Hamas telah menerima usulan Mesir untuk gencatan senjata selama tiga hari yang akan dimulai Selasa pagi waktu setempat.

Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada “BBC News” bahwa mereka akan menerima usulan Mesir tanpa prasyarat. Sementara kelompok militan Hamas mengatakan sudah memberitahu Kairo tentang penerimaan mereka atas gencatan senjata itu.

Israel akan menghormati gencatan senjata sejak esok,” ujar pejabat yang enggan disebut namanya, sebagaimana dilansir Kantor Berita Perancis, AFP. Pejabat ini mengkonfirmasi bahwa delegasi Israel menuju Kairo untuk pembicaraan ini.

Secara terpisah, Kantor Berita Inggris, Reuters, Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan, pihaknya juga menyetujui rencana tersebut.

“Hamas telah menyampaikan persetujuannya atas periode damai selama 72 jam,” kata Abu Zuhri.
Mesir mengatakan gencatan senjata diharapkan diikuti oleh perundingan untuk mencapai gencatan senjata permanen dan pemulihan stabilitas.

Israel mengatakan akan mengirim delegasi ke Kairo dalam waktu beberapa hari mendatang. Adapun perwakilan Palestina sudah berada di Mesir untuk siap berunding.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sempat menegaskan operasi militer di Gaza akan terus berlangsung hingga ‘ketenangan dan keamanan’ kembali bagi warga Israel.

Pernyataan itu disampaikannya setelah ‘masa kemanusiaaan’ selama tujuh jam yang ditetapkan Israel di Gaza.

Salah satu tujuan dari operasi militer Israel adalah menghancurkan terowongan yang digunakan militan untuk menyerang ke wilayah Israel. “Namun operasi tidak akan berakhir sampai ketenangan dan keamanan kembali ke warga negara Israel untuk masa yang diperpanjang,” tambah Netanyahu.

Gencatan senjata sementara Israel selama tujuh jam berhasil mengurangi kekerasan di Gaza walau Palestina mengatakan Israel sendiri yang melanggarnya dengan menyerang sebuah rumah di Gaza City.

Sementara itu dua serangan ke wilayah Israel dilaporkan mengenai Jerusalem dan Israel mengatakan tembakan roket dari kelompok militan di Gaza terus berlanjut.

Para pejabat kesehatan di Gaza mengatakan hingga saat ini sekitar 1.860 warga Palestina tewas -sebagian besar warga sipil- dengan 9.400 cedera sejak awal konflik empat minggu lalu.

Di pihak Israel, enam puluh empat tentaranya, dan tiga warga sipil -termasuk seorang pekerja warga Tahiland.

Komentar