Israel Siapkan Serangan ke Iran

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 Juli 2013 | 12:44 WIB

Dibaca: 1 kali

“Rudal Iran, Kaskus, yang bisa dipasangkan hulu ledak nuklir mampu menjangkau dan menghancur Tel Aviv, Israel

Israel telah menetapkan hari, jam dan targetnya untuk menyerang Iran tanpa harus menunggu persetujuan Amerika Serikat. Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dalam sebuah memo rahasia kepada Menteri Pertahananya, akhir pekan lalu, telah minta detil dan simulasi serangan ke Iran untuk mendahului tindakan serupa bila Amerika Serikat yang melakukannya.

Israel, menurut sebuah laporan yang dibocorkan kantor berita “Associated Press,” sudah sangat frustrasi dan jengkel dengan sikap Washington yang meminta Tel Aviv untuk tidak mendahului Amerika Serikat menyerang Iran.

Amerika Serikat berupaya membujuk Israel untuk menunda serangan ke instalasi nuklir Iran dan berharap terjadinya perubahan kebijakan nuklir Negara “mullah” itu dengan terpilihnya Hassan Rouhani menggantikan Ahmedinejad.

Agen rahasia Israel telah memberitahu kepada Benyamin Netanyahu bahwa Rouhani ternyata lebih keras pendiriannya untuk mempertahankan rekayasa nuklir itu. Bahkan dalam nota Mosak itu dinyatakan Rouhani berkomitemen untuk menjadikan Iran sebagai Negara nuklir dan akan mengujicoba bom itu pada tahun 2015.
Israel merasa “ketakutan” dengan berhasilnya Iran memproduksi senjata nuklir nantinya. Karena rudal-rudal hasil rekayasa negera itu jangkauannya sudah mencapai Tel Aviv.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pihaknya akan bertindak terhadap Iran tanpa persetujuan Amerika Serikat. Netanyahu ingin menyerang Iran lebih dulu daripada AS.

Netanyahu mengungkapkan, Israel tidak bisa menunggu lama lagi seperti yang dilakukan oleh AS. Pernyataannya itu mengimplikasikan Israel akan segera melakukan serangan tunggal terhadap Iran.

Dasar niat untuk melakukan penyerangan terhadap Iran ini, menurutnya atas kemampuan Iran yang makin dekat untuk membangun senjata nuklir. “Mereka makin mendekati garis peringatan. Tetapi mereka belum melanggarnya,” ujar Netanyahu dalam acara televisi CBS News, seperti dikutip Associated Press, Senin, 15 Juli 2013..

“Iran makin dekat untuk membuat bom nuklir. Dan mereka harus diperingatkan bahwa kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” jelasnya. “Waktu kami berdetak dalam kecepatan berbeda. Kami lebih dekat dengan Iran dibandingkan Amerika. Kami lebih rapuh dan untuk itu kami akan melakukan penyerangan yang mungkin lebih cepat dibandingkan Amerika,” lanjut Netanyahu.

Tanpa ada pembuktian, Netanyahu menuduh Iran telah membangun sentrifugal yang lebih cepat. Sentrifugal tersebut memungkinkan Iran untuk membangun senjata nuklir.

Iran selama ini dituduh memiliki senjata nuklir yang mampu menyerang Israel dan bahkan AS. Namun Iran bersikeras bahwa program nuklir yang mereka miliki digunakan untuk kepentingan damai, seperti untuk menyalurkan listrik untuk rakyatnya.

Dalam kesempatan yang sama Benjamin Netanyahu memperingatkan dunia untuk tidak mempercayai Presiden Iran yang baru terpilih. Menurut Netanyahu, Presiden Iran saat ini sama seperti serigala.

Hassan Rouhani tampil sebagai pengganti mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada pemilu Mei lalu. Sosok Rouhani dianggap sebagai seorang ulama moderat dengan pendidikan Barat.

Namun bagi Netanyahu semua itu tidak menjamin bahwa Rouhani akan melakukan modernisasi di Iran. Menurutnya, Iran saat ini masih melakukan program nuklir yang ditujukan untuk membuat bom nuklir. “Dia tampak seperti serigala berbulu domba,” ujar Netanyahu.

“Dunia harus bertindak dengan menekan Iran untuk menghalai program nuklir mereka, dengan menerapkan sanksi yang lebih keras dan memberikan ancaman dengan tindakan militer,” ucapnya.

Israel sepertinya mengkhawatirkan dunia yang akan melonggarkan tekanan mereka terhadap Iran. Salah satu yang dikhawatirkannya adalah mengajak Rouhani untuk melakukan negosias

Komentar