Israel Segel Gerbang Al Aqsa dan Al Qibali

Penulis: Darmansyah

Senin, 27 Juli 2015 | 18:13 WIB

Dibaca: 1 kali

Serbuan tentara Israel terhadap warga Palestina di Masjidil Aqsa di Yerusalem Timur, Senin dinihari WIB, 27 Juli 2015, menyebabkan puluhan orang dan empat tentara Israel terluka

Kantor berita Anadolu Agency melaporkan polisi Israel telah menembakkan gas air mata dan peluru karet pada jamaah Muslim di dekat ikon Al-Aqsa dan Al-Qibali di kompleks masjid tersebut.

“Pasukan Israel menyegel gerbang Al-Aqsa, mencegah jamaah memasuki masjid,” ujar saksi mata.

Direktur Masjid Omar al-Qiswani mengatakan ia—bersama dengan enam penjaga masjid—telah diserang oleh pasukan keamanan Israel ketika mencoba mencegah pasukan Israel menyerbu masjid.

Minggu pagi, puluhan pemukim ekstrimis Yahudi—yang dipimpin oleh Menteri Pertanian Israel Uri Ariel dan didukung oleh puluhan polisi Israel dan tentara—menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa.

“Sekitar seratus empat puluh pemukim, didampingi sekitar empat puluh polisi Israel dan tentara Pasukan Khusus, memaksa masuk ke kompleks masjid melalui Gerbang Al-Magharbeh,” kata Sheikh Azzam al-Khatib, direktur jenderal urusan Al-Aqsa.

Pasukan Israel telah menembakkan peluru karet dan gas air mata di sekitar tiga ratus jamaah Muslim yang berkumpul di dekat Al-Qibali dan Al-Aqsa masjid untuk memprotes kedatangan pemukim.

“Dua puluh lima warga Palestina terluka karena peluru karet, sementara setidaknya empat puluh lima orang lain menderita gas air mata yang terhirup,” tambah al-Khatib.

Media Israel, sementara itu, melaporkan bahwa empat tentara Israel terluka dalam jarak dekat, dua di antaranya telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Tindakan Israel yang melakukan serbuan dan kemudian melakukan penangkapan terhadap jamaah Masjidil Aqsa, telah memancing reaksi keras dari dunia Islam.

Kecaman muncul dari beberapa negara Islam, seperti Yordania, dan juga Organisasi Kerjasama Islam atau OKI.

Sekretaris Jenderal OKI Iyad Madani Ameen menyebut insiden itu merupakan bentuk penghinaan terhadap Masjidil Aqsa, yang merupakan salah satu situs paling bersejarah dan suci bagi umat Islam. Masjidil Aqsa adalah saksi bisu peristiwa Isra Mi’raj.

“Israel bertanggung jawab penuh atas konsekuensi kelanjutan dari serangan-serangan sistematis terhadap Masjid Al-Aqsa yang telah mengobarkan konflik konflik, ekstremisme dan ketidakstabilan di wilayah tersebut,” kata Ameen.

Dia menyerukan kepada masyarakat internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk turut memikul tanggung jawab untuk mengakhiri pelanggaran-pelanggaran nan berbahaya yang dilakukan Israel terhadap tempat-tempat suci umat Islam.

Hal senada juga diutarakan oleh pemerintah Yordania, yang menyebut insiden tersebut telah melukai perasaan umat Muslim di seluruh dunia.

“Menyerang jamaah dan penjaga Majid merupakan pelanggaran terhadap perasaan semua orang Arab dan Muslim,” bunyi pernyataan Menteri Negara Urusan Media dan Komunikasi Yordania, Mohammad Momani menaggapi insiden yang terjadi kemarin tersebut.

“Perilaku tersebut hanya akan mengembangkan kebencian dan permusuhan,” sambung Menteri yang juga menjabat juru bicara pemerintah Yordania itu, seperti dilansir Albawaba pada Senin, 27 Juli 2015.

Dirinya menyerukan kepada Israel untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut, dan menahan diri dari melakukan tindakan yang justru akan semakin memperkuruh, bukan hanya situasi antara Israel dan Palestina, tapi juga antara Israel dan umat Muslim di dunia.

Sementara itu gerakan Perlawanan Islam di Palestina, Hamas, mengatakan serangan Israel ke Masjid Al-Aqsha tidak akan ditoleransi oleh orang-orang Palestina dan faksinya.

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan, kemarin, bahwa rakyat dan faksi-faksi Palestina tidak akan menoleransi serangan pemukim Yahudi ke Masjid Suci Al-Aqsa.

Dia meminta warga Palestina untuk mengintensifkan kehadiran di situs suci tersebut dan juga menghidupkan perlawanan individual maupun terorganisir.

Abu Zuhri meminta Otoritas Palestina untuk menghentikan mengejar orang Palestina yang menolak bergabung dengan Angkatan Pekerjaan Israel di Tepi Barat agar mampu melindungi tempat-tempat suci umat Islam.

Dua puluh lima jamaah terluka di Masjid Aqsa pada hari Ahad pagi kemarin setelah pasukan Israel menembakkan bom gas dan granat setrum. Bom dan granat itu diluncurkan selama serangan pemukim Yahudi ke Masjid.

Bentrokan antara pasukan Israel dan jamaah telah melebar di Masjid Al-Aqsha sejak pagi

Bentrokan terjadi di Masjidil Aqsa menjadi kacau balau tak lama setelah lokasi itu dibuka buat pengunjung Yahudi dalam kesempatan perayaan saat orang Yahudi memperingati kehancuran Kuil Yahudi pertama dan kedua.

Masjid Al-Aqsa adalah tempat suci ketiga Umat Muslim dan tempat paling suci buat kaum Yahudi –yang menamakannya Bukit Knisah (orang Muslim menyebutnya Al-Haram) dan merujuknya sebagai lokasi kuil kedua mereka, yang hancur pada 70 Masehi.

“Pemuda Palestina yang memakai topeng berbaris di Al-Haram Asy-Syarif, serta melempar batu dan ke arah pasukan polisi,” ujar juru bicara kepolisian Israel.

“Untuk mencegah ketegangan meningkat, pasukan polisi masuk sampai beberapa meter ke dalam kompleks Al-Aqsa, tempat perusuh berada, dan memulihkan ketenangan”, kata juru bicara tersebut.

Sebelumnya, pada Sabtu malam waktu setempat, polisi menambah jumlah personel di kompleks tersebut, setelah satu rekaman video yang memperlihatkan seorang perempuan Yahudi menghina Nabi Muhammad SAW beredar dan membuat marah umat Muslim di kota itu.

Ketegangan di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa meningkat pada tahun lalu sehubungan dengan kunjungan anggota parlemen dan pegiat sayap kanan-jauh Yahudi ke tempat tersebut, dalam upaya mencabut pembatasan saat ini –yang mengizinkan orang Yahudi mengunjungi tempat itu tapi tidak mengizinkan mereka berdoa.

Komentar