Israel: Iran Pantas Untuk Ditakuti

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 September 2013 | 08:30 WIB

Dibaca: 1 kali

Israel mengaku lebih takut dengan kepemimpinan Iran di bawah Presiden Hasan Rouhani dari pada Mahmod Ahmedinejad. Ketakutan Israel ini didasari oleh latar belakang intelektual “barat” Rouhani dan kemampuannya menyembunyikan emosi tatapi tetap menjalankan politik garis keras menghadapi Tel Aviv.

Penegasan ketakutan Israel terhadap Rouhani ini dinyatakan oleh Menteri Intelijen dan Pertahanan Israel, Yuval Steiniz, dengan mengingatkan pemerintahannya untuk terus mewaspadai sikap moderat Pemerintah Iran di bawah “mullah” berpendidikan Oxford, Inggris itu.

Ketakutan Israel bukan hanya karena kepemilikan Iran terhadap rudal balistik yang bisa menjangkau Tel Aviv, tapi juga kemampuan diplomasinya yang tenang dan tidak meledak-ledak seperti Ahmedinejad. Mereka juga takut sikap moderat Iran membuatnya meraih dukungan dari dunia internasional.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyebut sikap moderat Iran tidak bisa dipercaya. Iran melunak hanya untuk mengulur waktu hingga dia bisa menguasai senjata nuklir.

“Pada satu sisi Iran menunjukkan sikap moderatnya kepada dunia, namun di lain pihak mereka terus menjalankan program nuklir,” ujar Steiniz, seperti dikutip Associated Press..

“Iran akan terus menggoda dunia dengan diplomasi merendah dibarengi senyuman hingga mereka benar-benar memiliki bom nuklir,” lanjut Steiniz.

Sikap moderat Iran dipengaruhi oleh naiknya Hassan Rouhani menjadi presiden. Rouhani berjanji mengubah wajah keras yang selama ini diperlihatkan mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad

Namun, Rouhani menegaskan, program nuklir adalah hak bangsa Iran. Dia menyebut dunia internasional tidak perlu khawatir dengan kemampuan nuklir Iran karena hanya akan digunakan untuk tujuan damai.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengabaikan ancaman yang disampaikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Rouhani bahkan menyebut ancaman Israel itu pantas ditertawakan.
Roket Iran yang oleh pengamat diyakini mampu menjangkau Tel Aviv di Israel

Sebelumnya Netanyahu mengatakan Iran melanggar garis merah terkait program nuklirnya dan mengancam akan melakukan serangan ke Iran meskipun tanpa persetujuan dari Amerika Serikat. Namun Rouhani mengejek ancaman dari Netanyahu itu.

“Ada banyak omongan mengenai pilihan serangan itu. Ancaman tersebut pantas untuk ditertawakan,” ujar Rouhani, seperti dikutip Reuters.

Netanyahu memperingatkan dunia agar tidak teralihkan perhatian atas krisis yang terjadi di Suriah dan Mesir. Israel yakin Iran adalah negara yang menjadi ancaman sebenarnya, dan terus mencoba meningkatkan kemampuan senjata nuklir mereka.

Israel selama ini diyakini menjadi satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir. Tetapi, mereka terus membantah tuduhan tersebut dan mengaku tidak memiliki senjata nuklir.

Bersama dengan kekuatan barat lainnya, Israel meyakini bahwa Iran menutupi kemampuan program nulklir mereka yang bisa dikembangkan sebagai senjata. Tetapi Iran terus menerus menegaskan bahwa program nuklir yang mereka miliki, murni digunakan untuk kepentingan damai

Komentar