Iran Tertawakan Ancaman Serangan Israel

Penulis: Darmansyah

Kamis, 18 Juli 2013 | 10:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Inilah lokasi pusat instalasi nuklir Iran, yang diyakini Israel dan negara-negara Bart mampu memproduksi “bom” nuklir

Iran menertawai ancaman serangan Israel terhadap instalasi nuklir mereka dan menyebut Negara “zionis” itu berotak “kerdil.” Memangnya siapa para zionis itu kok berani-beraninya menantang Iran. Mungkin Netanyahu itu idiot,” ujar Presiden terpilih Iran Hassan Rouhani tentang ancaman serangan Israel tanpa Amerika Serikat ke Iran.

Hassan Rouhani tidak hanya mengabaikan ancaman yang disampaikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tapi juga menertawakan sebagai “dagelan” dari perilaku “sindrom” kegilaan.

“Ketika beberapa Negara, seperti Amerika Serikat dan Israel, mengatakan bahwa semua opsi ada di atas meja dan saat sebuah negara kerdil dan menyedihkan semacam Israel mengancam akan menyerang, itu membuat saya tertawa,” kata Rohani di hadapan para veteran perang Iran-Irak.

“Memangnya siapa para Zionis itu sehingga berani mengancam kita?” ujar Rohani dengan sinis sembari menekuk mulutnya kedalam sebagai cemo-oh atas “sindrom” ketakutan Negara Yahudi itu..

Dia menegaskan, peringatan akan balasan dari Iran sudah menghentikan niat Israel untuk menggelar serangan militer ke Iran.

Minggu lalu, 14 Juli 2013, Benjamin Netanyahu menyebut Hassan Rohani sebagai serigala berbulu domba yang terlihat tersenyum tetapi tetap memproduksi bom.

“Kami lebih dekat ke Iran dibanding AS. Kami lebih rentan diserang. Maka kami harus menjawab pertanyaan bagaimana cara menghentikan Iran. Mungkin kami harus bertindak sebelum AS,” kata Netanyahu pada sebuah wawancara paling ekslusif di stasiun televisi CBS.

“Iran sudah berada di tepian garis merah, tetapi belum melintasinya,” tambah Netanyahu merujuk kemungkinan kesuksesan Iran membuat bom nuklir pertamanya.

Selama bertahun-tahun, Iran berselisih dengan negara-negara Barat terkait kebijakan program nuklirnya.

Negara Barat dan Israel yakin Iran sedang mengembangkan kemampuan memproduksi senjata nuklir. Namun, Teheran bersikukuh program nuklirnya semata untuk keperluan

Netanyahu memperingatkan dunia agar tidak teralihkan perhatian atas krisis yang terjadi di Suriah dan Mesir. Israel yakin Iran adalah negara yang menjadi ancaman sebenarnya, dan terus mencoba meningkatkan kemampuan senjata nuklir mereka.

Israel selama ini diyakini menjadi satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir. Tetapi, mereka terus membantah tuduhan tersebut dan mengaku tidak memiliki senjata nuklir.

Bersama dengan kekuatan barat lainnya, Israel meyakini bahwa Iran menutupi kemampuan program nulklir mereka yang bisa dikembangkan sebagai senjata. Tetapi Iran terus menerus menegaskan bahwa program nuklir yang mereka miliki, murni digunakan untuk kepentingan damai.

Dalam kesempatan wawancara dengan “CBS” itu, Benjamin Netanyahu memperingatkan dunia untuk tidak mempercayai Presiden Iran yang baru terpilih. Menurut Netanyahu, Presiden Iran saat ini sama seperti serigala.

Hassan Rouhani tampil sebagai pengganti mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada pemilu Mei lalu. Sosok Rouhani dianggap sebagai seorang ulama moderat dengan pendidikan Barat.

Namun bagi Netanyahu semua itu tidak menjamin bahwa Rouhani akan melakukan modernisasi di Iran. Menurutnya, Iran saat ini masih melakukan program nuklir yang ditujukan untuk membuat bom nuklir.

“Dunia harus bertindak dengan menekan Iran untuk menghalangi program nuklir mereka, dengan menerapkan sanksi yang lebih keras dan memberikan ancaman dengan tindakan militer,” ucapnya.

Israel sepertinya mengkhawatirkan dunia yang akan melonggarkan tekanan mereka terhadap Iran. Salah satu yang dikhawatirkannya adalah mengajak Rouhani untuk melakukan negosiasi.

Komentar