Hamas Menang, Gaza Tak Lagi Terisolasi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 27 Agustus 2014 | 09:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Gencatan senjata permanen yang memenangkan Hamas setelah Israel dipaksa menerima beberapa klausul baru akhirnya disepakati oleh Israel dengan kelompok militan Hamas. Kesepakatan itu berlaku pada hari ini pukul 19.00, Rabu, 27 Agustus 2014.

Kemenangan Hamas ini didasarkan dibuka pos perbatasan Rafah dan beberapa pos lainnya sehingga pengucilan Gaza berakhir. Klausul ini semula ditolah mentah-mentah oleh Israel. Dan dengan “kemenangan” ini Gaza tidak lagi dalam isolasi.

BBC News melaporkan dengan adanya kesepakatan itu, maka peperangan yang berlangsung selama tujuh pekan telah berakhir. Kesepakatan diambil saat perundingan damai secara tidak langsung yang digelar di Kairo, Mesir.

Wakil Pemimpin Kelompok Hamas, Moussa Abu Marzouk, menyatakan kesepakatan gencatan senjata permanen dengan Israel menjadi tanda kemenangan bagi Palestina.

Tidak hanya itu, BBC edisi Selasa, 26 Agustus 2014 memberitakan beberapa pemimpin senior Hamas dan pejuang jihad Islam yang biasanya jarang menampakkan diri di hadapan publik, kemarin muncul.

Salah satunya, pejabat senior Islam, Mohammed al-Hindi yang memberikan pidato kemenangan kepada ribuan warga yang berkumpul di sebuah lapangan di Rimal, kota Gaza.

Sementara juru bicara Pemerintah Israel, Mark Regev, berharap gencatan senjata kali ini akan dipatuhi oleh Hamas. “Bagi kami, sudah sebuah kemenangan jika tidak ada lagi roket yang ditembakkan dari Gaza,” katanya.

Gencatan senjata juga disambut baik oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon, dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

“Kami sangat mendukung adanya pernyataan soal gencatan senjata,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Jen Psaki.

Ban Ki Moon mengingatkan upaya perdamaian yang tidak menghancurkan akar konflik, kecil kemungkinan akan ada kemajuan dari siklus tindak kekerasan selanjutnya.

Kendati sudah mengumumkan gencatan senjata, namun aksi serang masih terus terjadi di antara keduanya pada Selasa kemarin. Serangan udara Israel menghancurkan gedung Basha yang terdiri dari 15 lantai.

Selain gedung Basha, bangunan lain yang diserang Israel yaitu Komplek Italia yang terdiri dari 13 lantai yang dihuni oleh 70 keluarga. Selain itu, juga terdapat fasilitas perbelanjaan dan kantor.

Menurut pejabat Kesehatan Palestina, ada sekitar 20 orang yang terluka akibat serangan di Komplek Italia. Di Israel, satu lagi korban sipil tewas bertambah, akibat serangan mortir yang ditembakkan dari Gaza. Pada Selasa kemarin, serangan itu mengenai area di Eshk

Pengumuman gencatan senjata itu semula disampaikan oleh Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, melalui siaran televisi.

“Kami hari ini mengumumkan bahwa kami menerima usulan Mesir untuk melakukan gencatan senjata. Gencatan senjata ini memenuhi sebagian dari permintaan adanya distribusi makanan bagi warga Gaza dan pembangunan kembali bangunan yang sudah hancur. Itu yang dibutuhkan oleh warga Gaza saat ini,” ujar Abbas.

Artinya, Israel bersedia untuk mencabut blokade di Gaza. Stasiun berita Al Jazeera menyebut Israel juga sepakat untuk mencabut secara perlahan-lahan pembatasan penangkapan ikan di tepi pantai Jalur Gaza.

“Embargo akan dicabut dan pos di lima perbatasan akan mengalami perubahan, dengan perbatasan di Rafah, Mesir dibuka,” ujar reporter Al Jazeera, Andrew Simmons.

Sementara permintaan dari kedua pihak yang menyangkut isu sensitif akan dibahas bulan depan. Isu-isu itu antara lain menyangkut tuntutan kelompok Hamas dan Israel.

Hamas meminta agar dibangun sebuah pelabuhan laut, bandara di kota Gaza dan pembebasan sekitar 100 narapidana. Sementara, Israel meminta agar Hamas tidak lagi diberikan akses untuk memegang senjata.

Selain itu, Israel juga menuntut jaminan dari Hamas supaya tidak ada lagi senjata yang diselundupkan menuju ke Gaza. Kesepakatan itu disambut suka cita oleh ribuan warga Palestina. Mereka turun ke jalan, sambil mengacungkan dua jari sebagai tanda kemenangan.

Komentar