Hamas Inginkan Perang Total dengan Israel

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 Agustus 2014 | 20:05 WIB

Dibaca: 1 kali

Hamas tak peduli dengan kebrutalan militer Israel dan bersikeras menolak perpanjangan genjatan senjata dengan “mengirim” tembakan roket ke negara Yahudi itu sebagai bagian dari keinginannya berperang kembali setelah jeda perdamaian berakhir Jumat siang, 08 Agustus 2014 tadi.

Keinginan Hamas untuk berperang kembali didasarkan atas tidak dipenuhi tuntutan mereka oleh Israel untuk pembukaan kembali pelabuhan Gaza..

Dua roket yang ditembakkan dari Gaza menghantam Israel selatan tiga jam sebelum gencatan senjata resmi berakhir, ungkap Angkatan Pertahanan Israel.

IDF menuduh “teroris” melanggar gencatan senjata.

Roket-roket jatuh di tempat terbuka dan tidak menimbulkan korban, kata tentara Israel, Jumat.

Hamas membantah telah menembak roket tersebut.

Seorang juru bicara sayap militer Hamas sebelumnya menyerukan negosiator Palestina untuk mengadakan pembicaraan tidak langsung dengan negosiator Israel di Kairo untuk menolak perpanjangan gencatan senjata, kecuali tuntutan jangka panjang disepakati.

Juru bicara itu mengatakan, organisasinya siap untuk “perang yang panjang”.

Para pejabat Israel sebelumnya mengatakan, mereka bersedia memperpanjang gencatan senjata sebelum berakhir hari Jumat. Namun, Hamas—yang menguasai Gaza—mengatakan ada kesenjangan besar antara kedua belah pihak.

Dari Tel Aviv, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Jumat, memerintahkan militer melakukan serangan balasan setelah sejumlah serangan roket yang dilepaskan dari Jalur Gaza menyusul berakhirnya gencata senjata tiga hari.

“Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Israel memerintahkan angkatan bersenjata untuk membalas Hamas yang menggagalkan gencatan senjata,” demikian pernyataan seorang pejabat Israel.

AD Israel menegaskan menyerang lokasi-lokasi teror di Jalur Gaza. Sementara itu, seorang juru bicara militer Israel mengatakan, tidak ada pasukan Israel yang dikirim masuk ke wilayah Jalur Gaza.

Kementerian Dalam Negeri Israel dan sejumlah saksi mengatakan, jet-jet tempur Israel menyerang Jabaliya di sebelah utara Jalur Gaza. Serangan juga menimpa Gaza City dan pusat dari wilayah Palestina itu.

Usai pernyataan Netanyahu, Israel kembali melancarkan serangan udara atas wilayah Gaza hari ini. Serangan itu menewaskan seorang bocah berumur 10 tahun. Ini merupakan korban jiwa pertama yang dilaporkan sejak berakhirnya gencatan senjata tujuh puluh dua jam di Gaza.

Paramedis Palestina mengatakan seperti dilansir AFP, Jumat, selain menewaskan anak tersebut, seorang wanita Palestina juga terluka dalam serangan Israel itu.

Sebelumnya, militer Israel mengumumkan telah membombardir sejumlah lokasi di Jalur Gaza setelah berakhirnya gencatan senjata 72 jam hari ini. Militer Israel mengklaim, serangan-serangan udara itu dilancarkan sebagai respons atas 18 roket Palestina yang ditembakkan ke wilayah Israel.

Serangan-serangan udara itu telah diperintahkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“PM dan menteri pertahanan Israel telah memerintahkan IDF untuk membalas dengan keras atas pelanggaran Hamas terhadap gencatan senjata,” ujar seorang pejabat Israel seperti dilansir AFP.

Militer Israel mengkonfirmasi, pihaknya telah menargetkan lokasi-lokasi teror di wilayah Jalur Gaza. Namun juru bicara militer Israel menambahkan, saat ini belum ada pasukan Israel yang masuk ke wilayah Palestina itu.

Pemerintah Israel memutuskan untuk mundur dari perundingan dengan Palestina yang digelar di Kairo, Mesir mengenai perpanjangan gencatan senjata dengan kelompok Hamas.
“Israel tak akan bernegosiasi di bawah serangan,” kata seorang pejabat Israel seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat..

Pemerintah Israel sebelumnya, sempat mengutarakan kesediaannya untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Hamas yang berakhir hari ini.

Dikatakan pejabat Israel tersebut, pemerintah Israel semula bersedia memperpanjang gencatan senjata tersebut hingga tiga hari ke depan. Hal tersebut pun telah disampaikan Israel kepada Mesir yang memediasi perundingan mengenai perpanjangan gencatan senjata.

Namun dikatakan pejabat tersebut, Israel membatalkan niatnya setelah Hamas melanggar gencatan senjata dengan kembali melancarkan serangan-serangan roket.

Komentar