Hamas: “Gencatan Senjata Hanya 12 Jam”

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 26 Juli 2014 | 13:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Pejuang radikal Pelestina di Jalur Gaza, Hamas, hanya menyetujui gencatan senjata dua belas jam dengan Israel seperti yang diusulkan masyarakat dunia. “Hanya dua belas jam. Setelah itu tak ada lagi kompromi dengan pembunuh,”ujar Khaled Meshal, tokoh Hamas di Qatar, Sabtu, 26 Juli 2014.

Meshal, tokoh radikal faksi Hamas di Pelestina, mengatakan, jika menginginkan gencatan senjata lebih panjang dan efektif, Israel dan Mesir harus membuka akses Gaza untuk memberikan kebebasan bagi keluar masuknya penduduk keluar masuk ke wilayahnya.

“Kalau mereka tidak bersedia menerima syarat akses keluar masuk ke Gaza, nonsen untuk gencatan senjatan selanjutnya,” kata Khaled.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas hasil kreasi diplomasi John Kerry, Menlu Amerika Serikat, selama berada di Tumur Tengah mulai diberlakukan pada pukul 11.00 hari ini, Sabtu, 26 Juli 2014 daqn berakhir tengah malam WIB nanti, bersamaan dengan upaya tokoh dunia untuk mempermanenkannya dalam pembicaraan berikut.

“Kami akan mengejar waktu untuk membuat draft baru bagi gencatan senjatan yang lebih permanen dan efektif,” ujar John Kerry.

Baik Hamas maupun Israel telah mengatakan mereka menerima jeda kemanusiaan selama 12 jam di Gaza yang akan berlaku hari ini.

Gencatan senjata itu akan dimulai pada pukul 08:00 waktu setempat atau pukul 11:00 WIB. Upaya untuk menegosiasikan gencatan senjata selama tujuh hari masih berjalan.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan ia masih percaya diri bahwa gencatan senjata yang lebih panjang akan terjadi, meski Israel telah menolak satu proposal.

Lebih dari 800 orang warga Palestina, sebagian besar warga sipil dan 36 orang warga Israel meninggal dunia sejak konflik dimulai pada 8 Juli.

Seorang juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri, mengatakan ada “konsensus nasional terhadap gencatan senjata kemanusiaan…selama 12 jam pada hari Sabtu.”

Pasukan Pertahanan Israel mengkonfirmasi gencatan senjata itu di Twitter tapi mengatakan mereka akan terus “melacak dan menetralkan terowongan teror.”

“Kami akan merespon jika teroris memilih untuk mengekploitasi jeda ini untuk menyerang personil IDF atau menembak warga sipil Israel,” kata IDF dalam pernyataan.

Konfirmasi mengenai gencatan senjata ini datang setelah Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon memperingatkan bahwa operasi darat di Gaza akan segera diperluas “dengan signifikan.”

Komentar