Gempa Benar Meriah Timbulkan Korban dan Kerusakan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 Juli 2013 | 17:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Gempa Bener Meriah, yang merupakan gempa sesar Aceh yang merupakan bagian dari patahan Sumatera, dengan skala richter 6,2, pasti menimbulkan kerusakan dan korban.

SDeorang ahli gempa mengatakan, gempa sesar dengan skala richter 6,2 termasuk besar. Apalagi gempa sesar, yang merupakan gempa darat, kedalamannya Cuma 10 kilometer. Guncangannya hebat, kerusakannya besar dan korbannya juga banyak.

Aceh memiliki tiga patahan atau sesar. Sesar Aceh, Sesar Seulimeum dan sesar Tripa. Ketiga sesar ini merupakan bagian dari sesar Sumatera.

Beberapa bulan lalu sesar Aceh juga pernah menimbulkan gempa dan merusak rumah dan menimbulkan korban di Geumpang dan Tangse. Sesar Aceh ini jarang bergolak. Aceh pernah dilanda gempa besar di awal tahu delapanpuluhan akibat pergeseran patahan Seulimeum.

Kerusakan yang ditimbulkannya pada saat itu sangat besar. Salah satunya di Banda Aceh, Gedung Keungan roboh dan retak-retak. Gempa sesar memang sangat mengerikan.

Kabar terbaru mengenai korban yang dirilis BDPA dikabarkan, sekitar 50 orang dilaporkan terluka di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Mereka mengalami luka luar hingga tulang patah.

“Kami menerima laporan sekitar 50 orang luka karena tembok di rumah mereka runtuh,” kata Ema Suryani, dokter di klinik kesehatan kota Lampahan, Bener Meriah, kepada AFP, Selasa..

Gempa berkekuatan 6,2 skala richter (SR) ini terjadi pukul 14.37 WIB. Tak ada ancaman tsunami yang ditimbulkan.

Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer di daratan. Lokasinya berada di barat daya Kabupaten Bener Meriah, NAD.

Pihak BNPB sebelumnya mengatakan, ada 17 rumah yang rusak. Warga sempat panik dan berhamburan ke luar rumah. Sementara ini, laporan kerusakan berada di Bener Meriah dan Takengon, Aceh Tengah. Saluran telepon dan internet agak terganggu.

Di Medan, Sumatera Utara (Sumut), akibat gempa, peserta pertemuan SOM III APEC di Hotel Grand Aston City Hall terpaksa meninggalkan ruang pertemuan.

Seluruh peserta yang berasal dari berbagai negara itu panik ketika gempa terjadi pada pukul 14.37 WIB, Selasa (2/7/2013). Mereka turun dari lantai 2 hotel, ke lantai dasar. Seterusnya bertahan di halaman hotel yang berada di Jalan Balai Kota ini.

Salah seorang peserta pertemuan APEC dari Indonesia, PLE Priatna mengatakan gempa dirasakan cukup kuat di dalam ruangan. Para peserta merasakan meja dan lampu bergoncang.

“Peserta dibantu keluar oleh petugas sekuriti hotel,” kata Priatna yang juga Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri.

Getaran gempa ini belangsung dalam hitungan detik, namun sejumlah penghuni gedung perkantoran dan hotel di Medan sempat berhamburan keluar karena takut. Setelah menunggu sekitar 15 menit, para peserta APEC dan tamu hotel kemudian kembali masuk ke dalam hotel untuk melanjutkan rapat.

Selain di Medan, gempa juga dirasakan sejumlah daerah lain di Sumut seperti Dairi dan Karo. Belum ada laporan rinci mengenai kerusakan akibat gempa ini.

Komentar