Gempa 5,6 SR Guncang Banda Aceh

Penulis: Darmansyah

Selasa, 22 Oktober 2013 | 14:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Gempa dengan kekuatan 5,6 SR, Selasa siang, 22 Oktober 2013, terjadi di Aceh, yang meliputi Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie hingga terasa juga di Bireuen. BMKG yang merilis waktu, kekuatan dan keberadaannya mengungkapkan, gempa terjadi sekira pukul 12.40 WIB, berpusat di 5,29 Lintang Utara, 95.42 Bujur Timur atau 16 kilometer barat daya Kabupaten Aceh Besar. Gempa itu berkedalaman 10 kilometer.

Di Banda Aceh, getaran gempa terasa sangat kuat yang menyebabkan warga berhamburan keluar dari rumah pertokoan, perkantoran dan sekolah. Bangunan bertingkat, menurut Amli, seorang warga yang berlari dari lantai tiga sebuah pertokoan di Penyong mengatakan, selain bergetar juga berayun dengan mengeluarkan bunyi “kraakk…”

Amli langsung berlari menuruni tangga dan menyaksikan orang di seputar tokonya juga berhamburan ke tengah jalan sambil mengeluarkan suara istighfar kuat-kuat…

Di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Jalan Teungku Daud Beureueh, sejumlah anggota dewan dan pegawai sektretariat langsung keluar gedung ketika gempa yang berlangsung sekira 10 detik.

Di antara mereka ada yang terus melantunkan zikir dan menyebut nama Allah, namun tak terjadi kepanikan berarti. Saat gempa berhenti, mereka kembali masuk ke dalam. Sebagian lagi menuju musala melaksanakan Salat Zuhur.

Gempa tak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa ini.

Di sekolah-sekolah justru terjadi kepanikan. Banyak orang tua yang berdesakan menjemput anaknya untuk pulang. Pihak sekolah menghentikan kegiatan belajar dan mengumpulkan murid-murid di lapangan terbuka.

Di SMP 4 dan SMP 6 guru-guru menganjurkan murid kelas satu dan dua untuk pulang bila dijemput orang tuanya. Sedangkan murid klas tiga tetap melanjutkan pelajaran seusai kepanikan reda.

Di Kabupaten Sigli, misalnya, guncangan gempa terasa sekitar dua puluh detikt. Kejadian ini membuat panik warga, baik yang berada di dalam rumah maupun di perkantoran di gedung-gedung tinggi. Anak-anak sekolah juga berhamburan ke halaman untuk mengamankan diri.

Guncangan gempa juga terasa hingga Teupin Raya, Berueneun dan Meureudu di Pidie Jaya. Seorang penduduk memberitahu ke “nuga.co” tentang goncangannya yang sangat keras. “Menyentak, sehingga saya berlari keluar rumah,” kata Yanti, seorang guru SD Dia yang baru pulang dari mengajar langsung berteriak menyuruh seluruh penghuni berlari keluar..

“Karena kejadiannya siang jadi saya sedang sibuk memasak di dapur makanya kaget,” ungkap Yanti.

Pengakuan senada dilontarkan Maimun, warga Sigli. Ia yang berada di pusat perkantoran sempat kaget dan banyak pegawai yang ikut berlarian mencari tempat aman. “Banyak yang terasa saat gempa tapi ada juga yang tidak karena bertepatan dengan jam sibuk,” jelas Maimun..

Namun kondisi dimaksud berlangsung tidak lama karena masyarakat melanjutkan aktivitas mereka setelah gempa mereda.

Di Bireuen, menurut pesan singkat yang diterima “nuga.co,” masyarakat t lebih tenang ketika gempa terjadi. Gempa hanya dirasakan warga yang berada di lantai dua atau tiga. Sebagian besar bahkan tidak merasakan guncangan gempa.

Komentar