Ditangkap KPK, Maharany Sedang “In… “ dengan Fathanah

Penulis: Darmansyah

Jumat, 17 Mei 2013 | 16:23 WIB

Dibaca: 4 kali

Maharany, seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Jakarta, ketika ditangkap KPK, ternyata sedang….”in”… di sebuah kamar hotel “super mewah” Le Meredien, Jakarta, bersama lelaki penerima suap kuota impor daging sapi Ahmad Fathanah. Sebelum digiring penyidik KPK, keduanya harus  mengenakan pakaian terlebih dahulu.

Penyelidik KPK,  Amir Arif, yang tampil sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, membeberkan kronologis penangkapan kedua insan itu. Selama ini terjadi kekaburan informasi di antara media tentang posisi kasus penangkapan Maharany dan Ahmad Fathanah.

Sebuah grup media, baik surat kabar, majalah maupun situs beritanya, bersikukuh penangkapan kedua insan itu dalam keadaan “polos.” Tapi KPK, ketika itu bungkam dan membiarkan berita itu simpang siur sesuai dengan persepsi dan investigasi masing-masing media.

Pemeriksan saksi KPK dan Maharany, wanita cantik yang menerima duit sogok kuota impor daging sapi dari Fathanah itu,  di pengadilan, membenarkan bahwa penangkapan itu berlangsung disebuah kamar hotel. Baik Maharani, ketika petugas KPK masuk kamar berada di kamar mandi, maupun Amir Arif mengakui kondisi penangkapan Fathanah.

Saat ditangkap penyelidik, Fathanah, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi itu tengah bersama seorang mahasiswi bernama Maharany Suciyono di kamar Hotel Le Meridien Jakarta.

“Saya mendapat perintah dari KPK, diduga kuat Fathanah menerima uang dari terdakwa di Indoguna dan uangnya ada di mobil yang diparkir di basemen hotel,” kata penyelidik KPK, Amir Arif.

Amir menuturkan, setelah mendapatkan perintah untuk mengamankan Fathanah, dia bergerak menuju kamar nomor 1740, tempat Fathanah dan Maharany berada saat itu.

“Saya naik ke kamar, saya ketuk kamar,” sambung Amir. Kemudian, lanjutnya, Fathanah tampak membuka pintu kamar. Saat itu, pintu hanya terbuka sedikit. “Lalu, kami sampaikan, kami dari KPK, kami akan amankan Pak Fathanah karena terima uang dari kuota impor,” tutur Amir.

Melihat kedatangan penyelidik, menurut Amir, Fathanah agak mengulur-ngulur waktu dan menahan tim KPK masuk ke dalam kamar hotel. Sempat terjadi aksi dorong-mendorong pintu hingga akhirnya penyidik KPK berhasil masuk ke dalam kamar.

Penyidik lalu mengamankan Fathanah, Maharany, serta barang bukti berupa uang Rp 10 juta dari dompet Maharany. “Setelah mereka berdua berpakaian, kami bawa mereka ke KPK. Pak Fathanah dibawa ke basemen parkir dulu dan kami amankan mobilnya,” tutur Amir.

Di basemen mobil, Fathanah diminta menunjukkan uang sekitar Rp 900 juta yang diduga baru dia dapat dari Direktur PT Indoguna Utama Arya Effendi dan Juard Effendi.

Diduga, Fathanah mulanya mendapatkan Rp 1 miliar dari Juard dan Arya. Namun, sebagian uang itu, senilai Rp 10 juta, diberikannya kepada Maharany di Hotel Le Meridien.

Maharany yang juga bersaksi dalam persidangan itu mengungkapkan kronologi senada. Gadis berambut panjang ini menuturkan, penyelidik KPK datang tak lama setelah azan Maghrib. Maharany mengaku tidak melihat persisnya ketika penyidik KPK membuka paksa pintu kamar. “Saya di kamar mandi,” ujar Maharany.

Dalam kesaksiannya yang mengundang perhatian banyak pengunjung dan media, Maharany Suciyono  secara “blak-blakan” mengaku diajak berhubungan intim oleh Ahmad Fathanah. Untuk itulah Maharany menerima uang Rp 10 juta.

Mulanya Maharany mengaku tidak tahu untuk keperluan apa Fathanah memberikannya uang Rp 10 juta. “Tidak tahu untuk keperluan apanya, saya dikasih uang Rp 10 juta,” ujar Maharany di persidangan.untuk terdakwa direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

Tim jaksa KPK  bertanya untuk apa  pemberian uang  Rp 10 juta itu  kepadanya. Maharany, gadis sintal berambut panjang dan berwajah melankolis itu menjawab dengan lugas,”Untuk menemani Pak Ahmad.”

Tim jaksa KPK terdiam. Jaksa KPK M Rum kemudian mengonfirmasi berita acara pemeriksaan bahwa Maharany diajak untuk berhubungan intim. “Mohon konfirmasinya apakah benar  diajak berhubungan intim?” tanya Jaksa Rum kepada Maharany.

Atas pertanyaan itu, Maharany pun mengakuinya. Dia mengaku kalau uang Rp 10 juta itu diterimanya setelah diajak Fathanah berhubungan intim. “Iya,” jawabnya singkat.

Maharany mengaku kenal dengan Fathanah sehari sebelum pertemuan di Le Meridien tersebut. “Saya sedang di salah satu mal di Jakarta, sedang makan siang. Ada Pak Ahmad juga di situ, cuma saya enggak begitu paham,” tuturnya.

 

 

Komentar