Dhani Bikin Yayasan Biayai Keluarga Korban

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 14 September 2013 | 09:27 WIB

Dibaca: 2 kali

Ahmad Dhani memetik benih kebaikan dari kecelakaan yang menimpa anaknya, Dul, atau nama lengkapnya Abdul Qadir Jaelani, dengan belajar keikhlasan dan kesabaran dari keluarga korban tabrakan beruntun, Minggu pekan lalu, yang disebabkan oleh kelalaian putra bungsunya itu mengemudikan mobil.

Dhani, yang selama ini dianggap sebagai seorang lelaki “cuek,” tidak pedulian, sombong, dan nyelekit, “lahir kembali” sebagai pribadi yang utuh, serta menerima semua kejadian yang menimpa anaknya, Dul, dengan hikmah.

Dul yang mulai berangsur pulih, dan kemarin, Jumat sore, sudah bisa duduk dari pembaringannya di Rumah Sakit Pondok Indah, usai menjalani enam kali operasi, makin meneguh keyakinan Ahmad Dhani untuk mensyukrinya dengan berbagi amal kebaikan dengan keluarga korban.

Tidak hanya memenuhi tanggungjawabnya sebagai ayah dari Dul, yang menjadi biang terjadinya korban, enam meninggal dan sembilan lainnya luka-luka, termasuk sang anak, Ahmad Dhani akan memikul seluruh tanggung jawab untuk para anak keluarga korban Tol Jagorawi KM 8.

Dhani segera mewujudkan janjinya untuk membiayai pendidikan anak-anak korban yang meninggal hingga ke S3. Untuk menunjukkan keseriuasannya, Dhani siap mendirikan satu yayasan agar pembiayaan anak korban bisa berjalan dengan maksimal.

“Kita sedang memikirkan bagaimana mas Dhani melaksanakan secara organisir, mas Dhani akan menjalankan yayasan amal” ungkap adik Ahmad Dhani, Jerry saat ditemui di RSPI.

Rencana pendirian yayasan amal ini pun ditanggapi positif oleh para sahabat pemusik kondang yang memiliki usaha manajemen artis itu. Menurut Dhani, sudah ada beberapa teman artis yang ikut menyumbang.

“Teman-teman artis tidak hanya berikan dukungan moral tapi juga berikan sumbangan uang yang cukup besar, saya enggak perlu kasih tahu siapa,” ujar Dhani.

Banyak teman yang menyumbang Dhani pun sesumbar. Dengan kelakarnya Dhani menunjukan kesombonganya bahwa kasus ini merupakan kewajiban Dhani yang harus dituntaskan sendiri.

“Ini tanggung jawab saya, kalau saya menerima sumbangan dari teman saya merasa saya dicontekin, tapi enggak bisa menolak dari teman-teman, empatilah,” kata Dhani.

Sementara itu, keluarga almarhum Rizky Aditya Santoso, yang menjadi korban dalam tabrakan maut itu, Jumat malam, datang memberikan support untuk kesembuhan Dul di rumah sakit. Bagi Dhani, kedatangan keluarga korban menunjukkan sikap telah mengikhlaskan kejadian maut yang menewaskan enam orang dan sembilan orang luka itu.

“Kami tidak diundang mas Dhani untuk datang kemari. Sama sekali tida. Kami sesama muslim sudah ikhlas, karena ajaran Nabi kita harus saling berbagi,” kata Sutisna, salah seorang keluarga korban.

Hari keenam usai kecelakaan Dul semakin membaik. Setelah operasi pemasangan pen di tulang punggung ruas ke tujuh dan delapan, Dul sudah bisa beranjak dari tempat tidur meski dengan kondisi terbatas.

“Sekarang recovery, sudah bisa duduk dan belum ada temuan baru dari kesehatan Dul. Alhamdulillah juga beberapa teman terus berdatangan,” ungkap Dhani.

Kini, Dhani dan Maia serta tim dokter yang menangani Dul sedang fokus pada penguatan mental sang anak usai mengalami kecelakaan. “Yang dibutuhkan Dul itu sekarang adalah mentalnya ya supaya jangan turun,” lanjut bos RCM itu.

Dhani membantah akan membawa Dul ke Singapura untuk melakukan pengobatan. Kepergian ke Singapura bagi Dhani hanya untuk medical check up saja jika putra ketiganya sudah sembuh.

“Untuk total recovery masih di Jakarta dulu,” kata Dhani.

Tentang perkembangan kasus kecelakaan Dul sendiri, polisi hari ini meminta keterangan dari saksi ahli, Kak Seto Mulyadi selaku pemerhati anak.

“Pihak Ditlantas memutuskan, ‘Baik, Pak kami yang datang ke rumah,’ Jadi pemeriksaan dilakukan di rumah,” kata Kak Seto dihubungi terpisah.

Sementara itu mantan istri Ahmad Dhani, Maia Estianty, menolak member keterangan ketika dihampiri wartawan terkait kondisi putra bungsunya, serta pemanggilan pihak kepolisian. Namun, Maia yang menggunakan baju berwarna hitam langsung masuk, dan pergi menghindar.

“Tolong ya, ini rumah sakit,” kata Maia, menghindar.

Hingga saat ini, Maia masih berkonsentrasi mendampingi putra bungsunya itu. Wajah ibu tiga anak itu tampak lemas, lesu dan syok.

Komentar