Buron Korupsi Kebun Sawit Ditangkap Di Blang Pidie

Penulis: Darmansyah

Selasa, 12 Februari 2013 | 11:42 WIB

Dibaca: 1 kali

SETELAH  menjadi buron selama empat bulan lebih, mantan Direktur Perusahaan Daerah Kebun Sawit (PDKS) Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Ali Uhar, ditangkap  di sebuah rumah penginapan di Blang Pidie, Aceh Barat Daya , Senin pagi, oleh tim Reskrim Polres Simeulue.

Ali Uhar yang menjadi tersangka  dalam kasus raibnya dana pemerintah kabupaten itu senilai Rp 1,1 miliar, dianggap sebagai pejabat yang  paling bertanggungjawab. Ia, kini sudah dibawa ke Sinabang untuk pemeriksaan lanjutan di Mapolres Simeulue.
Kapolres Simeulue AKBP Parluatan Siregar mengatakan, tersangka melarikan diri sejak menjadi tersangka korupsi 4 bulan lalu. Polisi mengejar dan akhirnya berhasil mengendus keberadaan tersangka. “Dia menggelapkan uang perusahaan sawit sebesar Rp 1,1 miliar,” kata kata AKBP Parlutan Siregar.
Dana Rp 1,1 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Simeulue tahun 2010 dan 2011.
Polisi sempat mengalami hambatan dalam menangkap Ali Uhar, karena tersangka sering berpindah-pindah tempat dan sulit terdeteksi. Saat ditangkap, tersangka bersama anak dan istrinya.Polisi berusaha mengembangkan kasus ini. Tersangka dijerat dengan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Simeulue yang merupakan kabupaten pemekaran dari Aceh Barat sering tersandung dengan kasus korupsi. Kabupaten yang pendapatan aslinya sangat minim itu memang sering melakukan terobosan untuk mengembang potensi daerah. Bersamaan dengan pengembangan potensi daerah ini aroma korupsi juga merebak.

Kasus perkebunan sawit ini sudah beberapa kali menjadi sorotan sebagai biang korupsi. Mantan Bupati Simuele Darmili juga pernah duduk sebagai terdakwa di pengadilan karena kasus kebun sawit. Ia sempat dihukum percobaan oleh pengadilan negeri Banda Aceh beberapa tahun lalu.

Menurut sebuah sumber, korupsi anggaran memang marak terjadi di kabupaten kepulauan itu. Penggiat antikorupsi di Sinabang juga mensinyalir masih banyak kasus-kasus permainan anggaran yang belum terungkap.

Komentar