Bisakah Menghindari Cerai di Pernikahan?

Penulis: Darmansyah

Jumat, 23 November 2018 | 14:48 WIB

Dibaca: 1 kali

Berita mengejutkan datang dari pasangan selebriti Gisella Anastasia dan Gading Marten

Mereka yang telah menikah selama lima tahun akhirnya bercerai

Gisella Anastasia dikabarkan melayangkan gugatan cerai terhadap  Gading

Hingga kini belum ada yang mengetahui penyebab Gisella melayangkan gugatan cerai ini.

Kabar ini tiba layaknya sambaran petir bagi banyak orang.

Pasalnya, pernikahan Gisella dan Gading selama ini tampak jauh dari berita miring atau kontroversi.

Maka, isu perceraian ini diam-diam menimbulkan kekhawatiran pada diri kita.

Ya, Anda mungkin jadi berpikir Gisella dan Gading yang tampak harmonis saja ternyata menyimpan masalah besar yang berujung cerai.

Jadi sebetulnya ada tidak, sih, cara yang ampuh untuk mempertahankan rumah tangga dan menghindari perceraian?

Atau perceraian memang menjadi hal yang benar-benar tak bisa dihindari, tak peduli sesempurna dan serukun apa pun sepasang suami istri?

Tenang saja, sebetulnya ada banyak hal yang bisa dilakukan pasangan suami istri untuk menghindari perceraian. Kuncinya adalah membangun hubungan asmara yang kuat dan intim. Bagaimana caranya?

Setiap orang pasti sedikit atau banyak akan berubah sepanjang hidupnya. Perubahan pola pikir, gaya hidup, atau sikap pasangan memang tak bisa Anda kendalikan.

Namun, Anda tak perlu mengkhawatirkan perubahan pasangan selama Anda tetap menghargai dan menghormatinya.

Misalnya tadinya pasangan selalu romantis dan sering memberi kado kejutan, tapi sekarang sudah tak pernah. Jangan langsung berasumsi bahwa itu karena pasangan sudah tidak cinta lagi. Ingat, Anda tetap harus menghargai pasangan.

Mungkin sekarang ia tak lagi menunjukkan rasa sayangnya lewat hadiah buat Anda, tetapi dengan memberikan waktu dan tenaganya untuk menemani Anda.

Anda dapat membuat daftar apa saja yang menawan dan menakjubkan dari pasangan Anda. Ingatlah selalu apa yang membuat Anda jatuh cinta pada awalnya.

Dengan begitu, Anda berdua tidak akan cepat merasa kecewa pada pasangan. Pasalnya, rasa kecewa yang terus menumpuk tanpa diolah dengan bijak bisa jadi pemicu perceraian.

Kebanyakan masalah rumah tangga sebetulnya berakar dari kurangnya komunikasi yang berkualitas.

Misalnya Anda tidak menyampaikan pada pasangan secara jujur bahwa Anda ingin lebih diperhatikan, sedangkan pasangan tidak bisa menebak isi pikiran Anda.

Karena merasa tidak mendapatkannya dari pasangan, Anda pun mulai main hati dengan orang lain sehingga rumah tangga di ujung tanduk.

Padahal, kalau saja Anda dari awal sudah mengomunikasikan apa harapan dan isi pikiran Anda secara terbuka pada pasangan, Anda bisa saja menghindari perceraian atau perselingkuhan.

Selain itu, Anda juga perlu membuang jauh-jauh pikiran untuk bercerai. Jangan jadikan perceraian menjadi opsi penyelesaian masalah Anda.

Konsultan rumah tangga sekaligus penulis buku asal Amerika Serikat, Wayne Parker menyarankan setiap pasangan untuk meluangkan waktu paling tidak tiga puluh  menit setiap harinya untuk mengobrol dari hati ke hati, soal apa pun.

Kebanyakan perkawinan mulai runtuh ketika ada salah satu yang menyimpan dendam atau amarah atas kesalahan pasangannya.

Padahal, kalau Anda sudah berkomitmen untuk hidup bersamanya sehidup semati, Anda harus mampu memaafkan pasangan dan move on, jangan disimpan dalam hati atau diungkit-ungkit terus.

Tak cuma itu, Anda juga harus belajar minta maaf bila Anda melakukan kesalahan. Minta maaf dengan tulus dan akui kesalahan Anda. Jangan mencari alasan atau membela diri.

Pernikahan adalah kerja keras yang harus diperjuangkan.

Maka itu, bila Anda merasa pernikahan sudah di ujung tanduk karena ada masalah, jangan takut atau malu untuk mencari bantuan dari luar.

Sahabat dan keluarga mungkin jadi orang pertama yang Anda andalkan, tetapi kadang mereka sudah punya pendapat dan tujuan sendiri yang berbeda dengan visi pernikahan Anda dan pasangan.

Karena itu, lebih baik cari orang yang sudah ahli dalam bidang manajemen pernikahan, yaitu konsultan pernikahan atau psikolog keluarga.

Psikolog keluarga telah mengemban pendidikan khusus sehingga mampu mendampingi Anda berdua mencari akar masalah sekaligus melatih metode komunikasi dan pemecahan masalah yang paling sesuai buat Anda dan pasangan.

Komentar