Bertambah, Korban Meninggal Gempa Bener Meriah Sudah 24 Orang

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Juli 2013 | 16:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua kabupaten yang paling parah dihentak gempa tektonik Selasa kemarin, Aceh Tengan dan Bener Meriah, kini sedang bergulat melawan kondisi lapangan yang terhadang hambatan infrastruktur. Korban yang meninggal seperti dilaporkan kontributor “nuga.co” Zaini Ruslan siang ini bertambah dua orang lagi menjadi 24 orang.

Zaini yang juga bergulat menghadapi medan yang berat, karena adanya perkampungan yang tak bisa dijamah karena tanah longsor, mencatat tambahan dua yang meninggal itu berasal dari Bener Meriah. Paginya, BNPB merilis korban yang meninggal berjumlah 22 orang yang terdiri dari 12 orang asal Bener Meriah dan 10 lainnya dari Aceh Tengah.

Suasana di lapangan, seperti dilaporkan Zaini mulai terkoordinasi dengan diambil alihnya kendali operasi ke taqngan BNPB. “Sudah jalan koordinasi. Sudah mulai dilakukan teknis administrasi bencana. Memang belum seluruhnya bisa terselesaikan. Tapi disbanding dengan suasana panik kemarin, mulai pagi tadi sudah dijalin koordinasi,” lapornya.

Menurut laporan Zaini yang mengutip keluhan para petugas lapangan, masing-masing pihak sudah melepaskan egoism sektoral. Maklum, bencana ini terjadi di dua kabupaten bertetangga.

Korban tewas maupun liuka-luka akibat gempa 6,2 skala richter itu mulai di urus dengan baik. Yang meninggal mulai dikebumikan keluarga sedangkan yang luka dirujuk ke rumah sakit sesuai dengan kondisinya.

“Yang meninggal di Bener Meriah sekarang menjadi 14 orang, bertambah dua orang,” kata Wakil Bupati Bener Meriah, Rusli M Saleh, mempertegas jumlah korban meninggal terakhir..

Dengan ditemukannya dua korban tersebut berarti seluruh korban tewas meninggal menjadi 24 orang. Sebanyak 10 di antaranya terdapat di Kabupaten Aceh Tengah.

Setelah sempat dihentikan sementara, pencarian korban gempa di Bener Meriah dilanjutkan pagi tadi. Dua jasad korban ditemukan di reruntuhan bangunan yang tertimpa longsor. “Kedua korban ditemukan sekira pukul 11.00 WIB tadi,” sebut Rusli.

Pencarian dan pendataan terhadap korban gempa masih terus berlangsung di Bener Meriah. Terbatasnya alat berat membuat pencarian terpaksa dilakukan secara manual.

Rusli menyebutkan kondisi di salah satu kabupaten penghasil kopi itu kini berangsur normal. “Sebagian besar masyarakat sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Yang tinggal di pengungsian hanya masyarakat yang rumahnya rusak,” ucapnya.

Tadi malam, kata dia, warga sempat dilanda kepanikan menyusul beredarnya isu gempa berpengaruh pada aktivitas Gunung Burni Telong. Parahnya lagi, isu tersebut menyebutkan gunung api tipe A itu akan meletus.

“Banyak masyarakat yang panik semalam tidak bisa tidur gara-gara isu Burni Telong akan meletus. Tetapi sekarang masyarakat sudah mulai tenang, mereka sudah tahu bahwa ini gempa tektonik bukan dari gunung berapi,” tuturnya.
Dia menambahkan, Gubenur Aceh Zaini Abdullah dan rombongan sudah tiba di Bener Meriah dan sempat mengunjungi korban luka yang dirawat di RSU setempat.

“Sekarang beliau sedang meninjau lokasi gempa, di daerah Cekal yang dekat perbatasan Bener Meriah dan Aceh Tengah,” sebutnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum berencana melihat langsung korban.

“Belum ada rencana Pak SBY ke Aceh. Saat ini dilaporkan kondisi sudah berlangsung normal, memang ada korban, tetapi pada saat ini dilaporkan situasi sudah terkendali dan diatasi dengan baik,” kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.

Kendati demikian, SBY telah menginstruksikan kepada menteri terkait untuk memberi bantuan secepatnya, kepada korban yang sangat membutuhkan pertolongan akibat gempa tersebut.

“Tentu presiden juga sudah menginstruksikan kepada menteri terkait seperti kesehatan untuk juga saling koordinasi dan membantu, sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang mengalami gempa,” ujarnya.

Masih kata Julian, BNPB juga langsung bekerja dan melakukan tindakan evakuasi serta pertolongan kepapada mereka yang jadi korban.

“Perkembangannya tentu diupdated. tadi pagi dilaporkan kembali tentang bagaimana BNPB berkoordinasi dengan penanganan bencana setempat dan jajaran pemda. Bila mana diperlukan akan diturunkan TNI dan Polri, sesuai instruksi presiden mereka akan siap bantu dalam setiap bencana yang terjadi di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Komentar