Atut Dorong Wawan Suap Akil

Penulis: Darmansyah

Senin, 7 Oktober 2013 | 13:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Ratu Atut Chosiyah merupakan “dalang” dari penyuapan Akil Mochtar untuk memenangkan calon Partai Golkar dalam pilkada Kabupaten Lebak di Mahkamah Konstitusi. Atut menurut sebuah sumber, berkepentingan agar pasangan Amir Hamzah-Kasmin, memenangkan pemilihan kepala daerah.

KPK, menurut sumber itu, memiliki bukti komunikasi aktif antara Atut dan Akil. Selain pernah berada dalam satu partai, hubungan Atut dan Akil terbilang bagus. Akil, sebelum memilih jalur karir sebagai hakim MK adalah tokoh Golkar sejak dari Kalimantan Barat.

KPK memang belum membeberkan komunikasi Atut-Akil. Tapi Bambang Widjojanto, Wakil Ketua KPK, mengungkapkan, penyidik terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka yang juga menjadi saksi untuk tersangka satu sama lain.

Atut sendiri berperan dan berkepentingan dalam sengketa pilkada Lebak dan dalam kasus ini telah melibatkan adik kandungnya Wawan sebagai pemberi suap. KPK menduga perintah penyuapan datang dari Atut kepada adiknya, Wawan, yang merupakan tim sukses pasangan Amir-Kasmin.

KPK menemukan uang sebesar Rp 1 miliar di rumah orangtua Susi di Tebet, Jakarta Selatan. Uang yang diduga berasal dari Wawan ini hendak diberikan kepada Akil.

Jaringan Warga untuk Reformasi Banten mendesak KPK untuk menelusuri asal-usul uang sebesar Rp 1 miliar yang digunakan Wawan. Penelusuran ini dirasa sangat penting untuk mengetahui motivasi serta keterlibatan pihak lain.

Dalam pernyataan sikapnya, organisasi itu mendesak KPK agar segera memeriksa Atut, baik dalam kapasitas sebagai Gubernur Banten maupun kakak dari tersangka Wawan. Hasil pemeriksaan terhadap Atut diyakini akan semakin mengurai kasus tersebut secara detail.
”Bahkan, dapat menguak kasus dugaan korupsi dalam penggunaan APBD di Provinsi Banten yang terjadi selama ini.”

Tentang rencana Atut untuk menunaikan ibadah haji, meski sudah dicekal oleh KPK, belum ada rencana dari orang nomor satu di Banten itu untuk membatalkan keberangkatannya..

Atut yang sebelumnya dikabarkan sakit. Menurut ajudannya, Linda, kini kondisi Atut sudah membaik. “Ibu sehat sekarang dan sedang persiapan acara zikir walimatul safar, Insya Allah tanggal 9 Oktober berangkat haji,” kata Linda.

Direktorat Jenderal Keimigrasian telah mencekal Atut sejak 3 Oktober 2013 atas permintaan KPK. Linda yang diajukan sejumlah pertanyaan terkait pencekalan atasannya buru-buru menyudahi pembicarannya..

Atut sepertinya tak menghiraukan pencekalan oleh KPK terkait penangkapan adiknya, Tubagus Chaeri Wardhana.

PT Angkasa Pura II menyatakan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, akan mengalami kesulitan jika ingin tetap menjalankan ibadah haji. “Kalau dia dicekal, pasti imigrasi tidak akan beri izin,” kata Kepala Humas Angkasa Pura II, Kristanto..

Meski demikian, ia mengatakan sulit untuk melacak maskapai mana yang akan ditumpangi Atut. Kristanto menjelaskan, ada dua bandara yang kemungkinan menjadi bandara keberangkatan Atut. Pertama, Bandara Halim Perdanakusuma. Kedua, Bandara Soekarno-Hatta. “Haji reguler lewat Halim dan haji plus, lewat Cengkareng,” ucapnya.

Garuda Indonesia menyatakan belum mengetahui maskapai yang akan ditumpangi Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, untuk menunaikan ibadah haji. “Kalau masuk daftar cekal, maka Garuda boleh menolak,” kata Senior Manager Public Relations Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, melalui pesan singkatnya kepada Tempo kemarin.

Sebuah sumber lain mengatakan, Atut akan segera dimintai keterangan seputar suap pilkada Lebak.

Terkait hal itu, Abraham mengatakan, sejauh ini KPK terus mendalami kasus suap sengketa pilkada yang menyeret Akil Mochtar itu. “Belum ada tersangka baru, masih didalami,” katanya

Komentar