Anis Matta Makin Dibelit Kasus Fathanah

Penulis: Darmansyah

Senin, 1 Juli 2013 | 16:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Langkah kader PKS menjauhkan Anis Matta dari kasus yang melilit Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah tak mampu menahan jebolnya pengakuan banyak sumber tentang kedekatan ketiga tokoh itu dalam urun rembuk berbagai proyek di Kementan.

Terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi Ahmad Fathanah mengaku kenal dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta, yang namanya disebut dalam surat dakwaan Fathanah.

“Dengan Anis Matta kenal sih kenal,” kata pengacara Fathanah, Ahmad Rozi. Sebelumnya, nama Anis disebut dalam surat dakwaan Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq yang dibacakan tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi pada persidangan pekan lalu.

Dalam dakwaannya, Fathanah disebut mendapat berkas proyek bibit kopi tahun 2013 dari Anis Matta. Hal itu disampaikan Fathanah kepada Yudi Setiawan, pemilik sekaligus direktur beberapa perusahaan seperti PT Cipta Inti Parmindo dan PT Cipta Terang Abadi, pada 18 September 2012

Untuk meyakinkan Yudi bahwa berkas itu didapat dari Anis, Fathanah pun menelepon Anis. Lalu, menurut jaksa, handphone Fathanah diserahkan kepada Yudi Setiawan untuk berbicara langsung dengan Anis. Fathanah kemudian meminta Yudi memberikan uang muka untuk ijon proyek tersebut 1 persen dari pagu anggaran Rp 189 miliar.

Sementara, menurut Rozi, penyebutan nama Anis dalam dakwaan kliennya tersebut hanyalah berdasarkan keterangan Yudi semata. Keterangan ini, katanya, akan dibuktikan kebenarannya melalui proses persidangan. “Nanti kita akan buktikan seberapa jauh pernyataan Yudi di sidang nanti, terutama ketika jaksa menghadirkan Yudi dalam sidang, jadi akan semakin terang,” kata Rozi.

Rozi juga mengatakan bahwa kliennya mengaku sebagai broker atau makelar proyek. Namun, menurut dia, tidak ada yang salah dengan pekerjaan makelar selama tidak melanggar hukum.

“Broker itu legal dari segi hukum. Tinggal di pengadilan dibuktikan apakah ketika dia melakukan pekerjaan broker itu ada norma hukum dilanggar atau enggak,” katanya.

Anis Matta ketika didesak wartawan di beberapa pertemuan mengatakan, jaksa telah mengupaya untuk menyeretnya dalam arus kasus Ahmad Fathanah. Ia menuding ada kospirasi untuk melibatkan dirinya dalam kasus-kasus yang membelit Fathanah.

Anis enggan membeberkan tuduhan keikutsertaannya dalam proyek Fathanan dan menyerahkan pembuktiannya nanti di pengadilan. Ia tak mau berspekulasi tentang kasus yang menyeret dirinya dalam dakwaan jaksa.

Fahri Hamzah, kader vokal PKS yang sering mengubah-ubah keterangannya pun sempat berang dengan kasus yang menyeret PKS. Ia sendiri, pekan lalu, diterpa isu kedekatan dengan Fathanah dengan beredarnya foto yang menampakkan dirinya bersama Fathanah disebuah kesempatan partai.

Ia sempat menuduh KPK sebagai “biang” yang membocorkan foto itu ke public. Fahri sendiri oleh beberapa kalangan dianggap sebagai tokoh controversial yang bersuara keras tapi selalu mengubah-ubah bunyi statemennya.

Ia dianggap sebagai tokoh “bersumbu” pendek yang meledak seketika dan kemudian senyap lagi. Ia juga selalu membanggakan dirinya sebagai tokoh yangt paling antikorupsi, tapi selalu menjegal kebijakan KPK.

Komentar