Anas Dipermalukan, Tidak Ikut Teken Undangan Rapimnas

Penulis: Darmansyah

Jumat, 15 Februari 2013 | 14:28 WIB

Dibaca: 0 kali

ANAS boleh “ge-er” dengan menyebut dirinya berulang-ulang masih sebagai ketua umum, masih menjalankan roda organisasi partai, masih berfungsi sebagai penggerak mesih partai dan lainnya. Tapi Anas harus kecele dengan ucapannya yang berulang-ulang itu karena undangan untuk menghadiri rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat ternyata  bukan ia yang meneken.

Rapimnas Demokrat yang akan digelar 17 Februari 2013 di Hotel Sahid, Jakarta, menurut seorang anggota DPP tidak ditandatangani  ketua umum .

Kenyataan ini, menurutnya akan menjadi perdebatan di Rapimnas nanti. “Wah bisa ramai. Ini saja undangan sudah jadi masalah tersendiri,” katanya yang tidak mau menyebut nama. Seluruh DPC dan DPD PD diundang dalam Rapimnas PD. Masalahnya bukan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum yang meneken langsung undangan tersebut. “Yang tanda tangan Sekretaris Majelis Tinggi (Jero Wacik) dan Sekjen DPP (Ibas),” kata politisi itu .

Dari daftar agenda yang telah disusun, tanpa melibatkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum, Rapimnas,  juga akan dimanfaatkan sebagai ajang meneken pakta integritas.

Rapimnas pada 17 Februari mendatang yang dihadiri oleh seluruh petinggi dan kader PD akan menyodorkan  tiga agenda utama yang akan menjadi pembahasan  Rapimnas.
“Pertama pemantapan pencalegan, karena DPC perlu mendengar langsung dari DPP terkait kebijakan dalam pencalegan,” kata ketua DPP Partai Demokrat Andi Nurpati. Kedua menurut Andi, pembahasan mengenai persiapan kampanye dalam Pemilu 2014. Terutama arahan mengenai teknis dan kebijakan dalam kampanye bagi kader Partai Demokrat.

” Dan yang ketiga evaluasi untuk kemenangan pemilu, tiga poin itu. Jadi tujuannya memang untuk pemilu, kalau nggak untuk pemilu ngapain Demokrat genjot-genjotan dari sekarang,” terangnya.
Rekan Anas di KPU itu, membantah jika ada wacana Kongres Luar Biasa (KLB) dalam Rapimnas  Tidak ada yang namanya KLB kan acara ini  sudah direncanakan sebelumnya, yaitu untuk konsolidasi organisasi dan konsolidasi partai secara nasional,” ucapnya.

Dikatakan oleh Andi Nurpati, Rapimnas akan mencoba melakukan pendekatan yang realistis untuk mengakhiri prahara di internal Partai Demokrat. Paling tidak pembahasan tentang  elektabilitas yang turun. “Situasi ini memang tidak main-main. Untuk itu mungkin akan ada  perombakan struktur besar-besaran di jajaran DPP.

Menurutnya, restrukturisasi atau perombakan struktur itu akan dilakukan di jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Namun terkait teknisnya akan dilakukan oleh Majelis Tinggi partai yang dipimpin oleh SBY.
“Tentu akan ada evaluasi satu persatu, itu kewenangan Majelis Tinggi,  Lembaga itu kan pengambil kebijakan strategis di partai, DPP pasti melaporkan hasil evaluasi kepada majelis tinggi,” lanjut Andi.
Apakah perombakan dilakukan dalam acara Rapimnas nanti? “Nggak, itu tidak dibicarakan di Rapimnas,” jawab mantan komisioner KPU itu. Apakah perombakan akan mengikutsertakan Anas? “Nantilah,” katanya mengelak.

Tapi sebuah sumber lain memastikan Anas tidak akan diiuktsertakan dalam penyusunan personil baru di DPP. Dipastikannya pula, mereka yang selama ini disebut-sebut dalam kasus korupsi pasti akan dibuang dari DPP. “Saya sudah mencatatkan nama-nama yang akan disingkirkan karena berbau korupsi. Namanya sudah ada kok,”katanya yakin.

Ketika ditanyakan, apakah kolega Anas yang selama ini ngoto menyangkal keterlibatan sang ketua umum dalam kasus Hambalang akan juga disingkirkan? Sumber itu mengatakan,”tidak akan sekasar itu.” Perombakan DPP akan perpedoman kepada etika organisasi. Kan biasa orang yang bela untuk mencari aman. Kecuali ia benar-benar betul-betul friendship,” katanya  bergurau.

Komentar