Anas Diperiksa KPK Lima Jam dalam Kasus Simulator

Penulis: Darmansyah

Jumat, 15 Maret 2013 | 21:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Anas Urbaningrum mengurungkan niatnya untuk mangkir dari panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus simulator SIM, yang menyeret Irjen Pol Djoko Susilo sebagai tersangka, dan Jumat pagi datang untuk memberi penjelasan bahwa ia hadir dalam sebuah pertemuan dengan bekas Kokarlantas Polri itu.

Anas yang datang dengan menumpang mobil Toyota Innova, tak mau memberi penjelasan panjang seputar kehadirannya. Ia juga tak menjawab tentang niatannya mangkir hari Jumat itu.”Saya sebagai warga negara yang baik ingin memberi keterangan kepada penegak hukum agar tidak menjadi fitnah,” katanya sambil mempercepat langkahnya menuju ruang pemeriksaan.

Sehari sebelumnya pengacara Anas, Firman Wijaya kepada wartawan mengatakan, Anas kemungkinan tidak akan memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus simulator SIM. “Apa relevansinya kasus itu dengan Anas. Hanya buang-buang waktu saja. Kan lebih baik KPK fokus dengan kasus Hambalang. Jangan melebar kemana-mana sehingga membingungkan,” kata Firman.

Dengan kedatangan Anas itu apa yang diwacanankan Firman terbantahkan. Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek olahraga terpadu Hambalang, diperiksa penyidik KPK selama 5 jam. Selama pemeriksaan, Anas sempat ditanya mengenai apakah dia pernah berkomunikasi dengan Menkeu Sri Mulyani mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Namun Anas membantah.

“Saya ditanya apakah saya berkomunikasi dengan Menkeu Sri tentang PNBP. Saya jawab tidak pernah komunikasi atau kontak soal itu,” ujar Anas di kantor KPK Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat siang usai diperiksa. PNBP merupakan sumber pendanaan sejumlah proyek di Polri di antaranya proyek Simulator SIM. Proses penganggaran inilah yang tengah diusut KPK.

Terkait pemeriksaan hari ini, Anas juga dicecar soal pertemuan dengan mantan Kakorlantas Irjen Djoko Susilo dan eks pejabat Korlantas Teddy Rusmawan. “Saya ditanya apakah saya kenal dengan Djoko Susilo dan Teddy Rusmawan, saya jawab tidak,” kata Anas.

Anas yang datang ke KPK pukul 09.30 WIB baru keluar sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam pemeriksaan itu, Anas juga ditanya mengenai hubungannya dengan para legislator Demokat Saan Mustopa, Benny K Harman, Nazaruddin dan Sutjipto. “Saya jawab tidak hanya mengenal mereka, tapi juga berinteraksi,” imbuhnya.

Terkait pertemuan ini, dikabarkan Anas, Saan, Benny, Nazaruddin dan alamarhum Sutjipto mengadakan pertemuan dengan pihak Korlantas untuk membahas anggaran Simulator di resktoran King Crab. Hal ini disampaikan oleh Nazaruddin kepada penyidik. “Semua sudah disampaikan ke penyidik,” kata pengacara Nazaruddin, Junimart Girsang.

Selanjutnya, penyidik KPK bertanya apakah Anas pernah mengikuti pembahasan anggaran Polri. “Saya jawab tidak pernah,” katanya.

Menurut Anas, sebagian pertanyaan penyidik KPK dijawabnya dengan “tidak tahu”. “Saya datang untuk memberikan keterangan yang saya tahu, yang saya tidak tahu. Apalagi soal simulator SIM itu tentu saya jawab sebenar-benarnya: tidak tahu,” katanya.

Anas hari ini dipanggil oleh KPK sebagai saksi untuk kasus simulator mengemudi dengan tersangka DS. Nama Anas, seperti diberitakan Koran Tempo dan majalah Tempo sebelumnya, muncul setelah ia dikabarkan hadir dalam pertemuan di Restoran King Crab. Dalam pertemuan yang membahas pengadaan simulator itu, ada juga tersangka Djoko Susilo dan kolega Anas, Saan Mustopa.

Komentar