Ya, Ini Jalan Mudah Dapatkan Orgasme

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 12 Agustus 2016 | 14:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda termasuk wanita  yang menginginkan multi orgasme?

Ya. Multi orgasme termasuk “barang” sulit

Namun begitu, Anda kaum wanita bisa mendapatkannya jauh lebih banyak dari yang Anda bayangkan.

Sebuah studi baru mengemukakan trik untuk mendapatkan multi orgasme bisa sangat mudah, sederhana, dan akan membuat Anda bertanya-tanya kenapa Anda tidak memikirkannya sendiri.

Dan cobalah

Apa maksudnya?

Itu artinya, jika orgasme pertama Anda didapatkan dari menstimulasi satu titik, dapatkan orgasme selanjutnya dengan menstimulasi titik yang lain.

Dan jika orgasme pertama Anda didapatkan dari menstimulasi klitoris, dapatkan orgasme kedua dengan stimulasi vaginal atau g-spot.

Kenapa trik ini berhasil?

Karena setelah mencapai orgasme, titik yang distimulasi tadi akan menjadi terlalu sensitif untuk bisa mencapai orgasme kedua.

Jadi, alih-alih menekan titik yang itu-itu saja, Anda harus memindahkan tempatnya.

Bisa juga Anda mencoba  pendekatan berbeda dengan cara yang lebih lembut.

Dilansir dari SheKnows,  sebuah situs baru yang memang didesain untuk membantu wanita mencapai kenikmatan sebanyak yang mereka inginkanada empat puluh tujuh persen wanita mencapai multi orgasme menggunakan trik ini.

Tak hanya itu, Sasha Brown-Worsham, penulis artikel ini di SheKnows mengatakan, trik ini terbukti berhasil.

Dia juga mengatakan, memulai seks dengan stimulasi klitoris langsung yang diikuti dengan vaginal adalah jalan menuju orgasme sebanyak empat kali atau lebih dalam satu sesi bercinta.

Salah satu masalah susahnya wanita mencapai orgasme, baik multi atau tidak, adalah keengganan mereka untuk membicarakannya.

Untuk mencapai multi orgasme, wanita harus lebih terbuka, dan tak segan membahasnya, terutama dengan pasangan. Dan yang harus diingat lagi, seks seharusnya menyenangka

Salah satu kenikmatan yang bisa diperoleh dari hubungan seksual adalah multi orgasme. Banyak yang menginginkannya, tetapi tak semua berhasil menikmatinya. Kebugaran fisik menjadi salah satu kuncinya.

Supaya bisa menikmati multi orgasme, perlu dipahami dulu siklus reaksi dalam hubungan seksual.

Periset seks terkemuka dari AS, W. Master dan V. Johnson, dalam buku Human Sexual Response, membedakan reaksi itu dalam empat fase.

Dengan mengetahui reaksi yang terjadi, setiap fase dapat dikendalikan sesuai yang diinginkan, termasuk bila ingin menikmati multi orgasme atau orgasme yang berulang.

Keempat fase reaksi hubungan seksual tersebut, pertama adalah tahap keterangsangan, kedua tahap datar, ketiga orgasme, dan keempat resolusi. Reaksi seksual yang sempurna ini disebut siklus reaksi seksual.

Reaksi ini terjadi kalau seseorang menerima rangsangan seksual yang cukup.  Kalau rangsangan seksual tidak cukup, seseorang tidak akan mengalami siklus tersebut.

Seseorang yang mengalami gangguan fungsi seksual, tidak akan mengalami siklus ini walaupun telah menerima rangsangan seksual yang cukup.

Pada setiap fase siklus reaksi seksual terjadi beberapa perubahan nyata yang dapat dirasakan, baik secara fisik pada kelamin dan pada bagian tubuh lain, maupun secara psikis. Namun, untuk membahas masalah multi orgasme, hanya fase orgasme saja yang perlu dirinci.

Bila rangsangan seksual yang efektif terus berlanjut, tercapailah puncak reaksi seksual, yaitu orgasme.

Pada saat ini ketegangan seksual dilepaskan secara tiba-tiba. Secara fisik, orgasme merupakan fase tersingkat dalam siklus reaksi seksual.

Biasanya hanya berlangsung dalam beberapa detik, yang ditandai dengan kekejangan otot yang bersifat ritmis yang menimbulkan sensasi fisik yang kuat, diikuti rileksasi yang cepat.

Kekejangan otot yang ritmis tersebut tidak hanya terjadi pada kelamin, melainkan juga pada seluruh otot tubuh yang lain.

Secara psikik, orgasme merupakan puncak kenikmatan  seksual.  Pada perempuan, orgasme ditandai dengan kekejangan ritmis pada sepertiga bagian luar vagina, rahim, dan otot sekitar dubur.

Namun, sebenarnya reaksi yang terjadi bersifat total seluruh tubuh, tidak terbatas pada alat kelamin dan sekitarnya. Orgasme pada perempuan dapat terjadi berkali-kali asal tetap menerima rangsangan seksual yang cukup.

Karena sensasi yang luar biasa, banyak yang menginginkan orgasme dinikmati berulangkali.

Namun, karena tidak ada rangsangan yang cukup dari pasangannya, atau bisa pula karena ada gangguan lain, sebagian perempuan hanya mencapai sekali orgasme. Sementara pada pria, karena orgasme umumnya segera disertai ejakulasi, umumnya hanya mengalami sekali orgasme saja.

Orgasme yang berulang pada wanita relatif mudah dicapai karena yang diperlukan adalah peningkatan rangsangan.

Masalahnya jadi rumit bagi pria karena setelah ejakulasi, pria akan memasuki suatu periode refrakter.

Pada periode ini, pria seolah-olah kebal terhadap rangsangan seksual, dan tidak dapat mencapai orgasme dan ejakulasi lagi.

Periode refrakter ini berlangsung dalam waktu yang bervariasi pada satu pria dengan pria yang lain.

Pada usia tua, periode refrakter berlangsung lebih lama. Periode refrakter dipengaruhi oleh usia, keadaan kesehatan tubuh, dan rangsangan seksual yang diterima.

Orgasme lebih dari sekali hanya bisa dialami pria kalau pria mampu mengontrol agar ejakulasi tidak terjadi.

Jadi, sebelum terjadi ejakulasi, orgasme dapat dicapai lebih dari satu kali. Celakanya beda waktu antara orgasme dan ejakulasi ini sulit dikenali.

Namun, sejumlah ahli terapi seks yakin, dengan latihan yang cukup, seorang pria dapat merasakan sensasi orgasme tanpa ejakulasi.

Kenikmatan tanpa ejakulasi itulah yang memungkinkan pria merasakan orgasme berulang-kali. Untuk itu banyak metode yang bisa dipelajari.

Satu di antaranya adalah dengan melatih otot-otot pubococcygeal  yang intinya adalah berulangkali mengontraksikan otot sebagaimana kalau Anda berusaha menghentikan aliran kencing.

Dengan mengencangkan otot-otot tersebut sebanyak sepuluh kali dan mengendurkannya sepuluh kali setiap hari, dalam tempo satu hingga satu setengah bulan, secara otomatis Anda akan menjadi terbiasa untuk menunda ejakulasi, sehingga orgasme berulangkali dapat dialami.

Komentar