Wartawan dan Polisi Penyuka Kopi No.1

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 17 September 2014 | 15:00 WIB

Dibaca: 0 kali

Secangkir kopi bisa membuat pikiran lebih fokus. Ini, mungkin, salah satu yang menjadi alasan banyak orang untuk mengandalkan setiap regukan kopi.

Tetapi beberapa profesi menyukai kopi lebih banyak dibanding yang lain. Di urutan teratas ada profesi wartawan, diikuti dengan polisi.

Selain wartawan, polisi, guru, tukang ledeng dan pekerja perdagangan, serta perawat, merupakan kelompok lima besar peminum kopi terbanyak. Mereka meminum kopi sekitar empat sampai lima cangkir setiap harinya.

Daftar peminum kopi tersebut diikuti dengan pegawai bagian IT, staf retail, serta sopir.

Demikian menurut hasil survei yang dilakukan di Inggris, mereka dari golongan profesi diatas mengaku minum sedikitnya tiga cangkir setiap harinya.

Mereka mengaku performa kerja mereka akan menurun jika belum minum kopi. Mayoritas pekerja dari wartawan maupun polisi menyukai kopi karena efeknya yang meningkatkan konsentrasi, selain rasanya.

Para ahli menyebutkan, minum lebih dari empat cangkir kopi setiap hari akan meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan dehidrasi. Studi lain juga mengaitkan konsumsi kopi yang tinggi dengan penyakit diabetes, jantung koroner, dan stroke.

Sebaliknya, konsumsi kopi dalam jumlah moderat justru memberi manfaat positif. Komponen antioksidan dalam kopi akan menurunkan inflamasi dalam tubuh sehingga kita terhindar dari penyakit.

Anda juga harus mewaspadai gejala-gejala ketagihan kopi, seperti rasa lelah, sulit konsenstrasi, dan sulit berpikir, jika belum minum kopi.

“Orang yang minum kopi rutin akan menjadi ketergantungan. Jika kita belum minum kopi maka kemampuan berpikir menjadi jauh berkurang,” kata Peter Rogers, profesor psikologi biologi yang banyak meneliti tentang efek kopi.

Ia menyebutkan, jika belum punya kebiasaan minum kopi, sebaiknya jangan memulainya. “Kafein akan memicu efek ketagihan dan meningkatkan tekanan darah,” katanya.

kopi panas pada pagi hari merupakan ritual tersendiri sebelum menjalani hari. Efek kafein pada kopi dipercaya dapat membantu meningkatkan rasa awas. Namun, baru-baru ini sebuah studi menemukan, kafein juga dapat meningkatkan kemampuan ingatan.

Kenapa maka para pekerja seperti wartawan dan polisi di cap sebagai tukang ngopi, mungkin, karena kopi bisa menguatkan ingatan.

Para peneliti dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, menganalisis dampak kafein sebagai faktor penguatan memori. Hasilnya, kafein terbukti dapat menguatkan memori tertentu dalam dua puluh empat jam setelah dikonsumsi.

“Temuan ini menunjukkan kafein memiliki efek pada proses ingatan manusia. Proses ini membuat ingatan lebih permanen dan sulit untuk lupa,” ujar penulis studi Michael Yassa, asisten profesor neurobiologi dan perilaku di University of California, Irvine, yang melakukan penelitian saat berada di Johns Hopkins.

Studi yang dibiayai oleh National Institute of Health dan National Science Foundation AS ini melibatkan ratusan peserta peminum kafein tetapi dalam taraf sedang. Artinya, mereka tidak meminum kopi, teh, atau minuman soda dalam jumlah besar.

“Kami memilih peserta yang minum kurang dari lima ratus miligram kafein seminggu. Kebanyakan bukan peminum kopi, tetapi minum soda setidaknya sekali atau dua kali per minggu,” jelas Yassa.

Dalam studi yang dipublikasi dalam jurnal Nature Neuroscience ini, para peneliti meminta para peserta untuk melihat gambar-gambar yang mudah ditemui sehari-hari pada layar komputer, seperti sepatu, kursi, bebek karet, dan lain-lain. Mereka meminta agar peserta menyebutkan apakah benda-benda tersebut termasuk benda dalam atau luar ruangan.

“Kami tidak terlalu mementingkan jawaban mereka, tetapi ingin mengetahui mereka memperhatikan obyeknya dan mengingatnya,” ujar Yassa.

Lima menit setelah peserta melihat gambar-gambar, setengah dari mereka diberikan dua ratus mg kafein dan setengah lagi diberikan plasebo. Satu hari setelahnya, mereka diminta untuk melihat gambar lagi yang diambil dari sisi berbeda, kemudian menjawab apakah obyek tersebut baru, lama, atau mirip dengan obyek yang kemarin mereka lihat.

Hasilnya, peserta yang diberikan kafein lebih baik dalam membedakan gambar dan mengidentifikasi obyek adalah baru, lama, atau mirip.

“Ini artinya, kafein memiliki efek memperkuat ingatan dalam periode waktu yang lebih panjang, selain manfaat lain rasa awas, perhatian, dan waspada,” kata Yassa.

sumber :www.dailymail.co.uk dan healthnews

Komentar