Warna Kamar Bisa Pengaruhi Perilaku Seks

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 8 November 2017 | 09:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman terkenal “cosmopolitan,”  memberitahu Anda tentang hubungan  warna kamar yang  memiliki kaitan dengan kepribadian penghuninya.

Utamanya untuk perilaku seksual.

Untuk itu, sebaiknya Anda mulai jeli menetapkan warna apa saja yang mesti di ruangan tidur Anda. Sebab, beberapa warna bisa tampil baik dan buruk untuk perilaku seks Anda.

Menurut “cosmopolitant  ada warna-warna terbaik dan terburuk untuk kamar tidur Anda:

Sebut saja coklat tua.

Sebaiknya Anda menghindari warna ini untuk kamar tidur Anda. Warna cokelat tua bisa menimbulkan kesan terisolasi, tidak nyaman, dan gelisah.

Begitu juga dengan warna abu-abu Ini bukanlah pilihan warna yang baik. Warna ini membuat suasana suram.

Bagaimana dengan coklat terang?

Kalau warna ini Anda bisa mencobanya. Kesannya bisa romantis ketika tidur dengan pasangan. Warna cokelat karamel ini membuat Anda bisa bergairah dan sering berhubungan seks.

Tentang merah, tidak selamanya warna merah identik dengan romantisme dalam dekorasi kamar. Ini bahkan bisa menjadi pilihan warna terburuk.

Seperti yang diungkapkan hasil survei di Amerika, Anda yang berada di dalam kamar berwarna merah hanya berhubungan seks sekali dalam seminggu.

Begitu juga dengan putih Putih bisa membuiat Anda semangat dan dapat bekerja di tempat tidur.

Anda bisa sesekali mengesampingkan pekerjaan dan mulai meladeni kemauan pasangan Anda dalam kamar berwarna putih.

Kesan mewah umumnya tergambar dari warna ini keemasan.

Anda bisa jadi orang yang mengkaitkan kehidupan dengan kekayaan dan uang jika memilih warna ini.

Sebuah penelitian lainnya juga mengungkapkan  bahwa Anda warna kamar tidur berkualitas untuk aktifitas seksual

Dikutip dari lifehacker.com, situs hotel Travelodge melakukan penelitian terhadap dua ribu rumah di Inggris dan menemukan bahwa siapapun yang tidur di kamar dengan cat biru, bisa aktif untuk kegiatan seks

Peneliti beranggapan, hal ini disebabkan biru adalah warna yang diasosiasikan dengan ketenangan, membantu menurunkan tekanan darah, dan detak jantung.

Pasangan suami istri yang tidur dengan dekorasi berwarna karamel, melakukan hubungan intim dengan rata-rata tiga kali per minggu.

Sebaliknya, pasangan suami istri yang tidur dengan dekorasi warna merah hanya melakukan hubungan sekali per minggu.

Dari sini dapat kita ketahui bahwa warna kamar dapat memengaruhi pola tidur dan juga  mood Anda ketika bangun.

Pelajari lebih lanjut mengenai terapi warna dan mungkin Anda perlu mengubah warna kamar tidur untuk mendapatkan istirahat yang berkualitas.

Sadar atau tidak, sebenarnya cara kerja otak kita juga dipengaruhi oleh warna.

Mayoritas psikolog percaya bahwa warna-warna ini mampu memberikan efek terhadap bagaimana seseorang mempersepsikan satu kondisi tertentu.

Warna juga memiliki asosiasi kuat terhadap perasaan kita, di lain sisi stereotype akan warna tertentu bisa datang karena suatu pengalaman.

Contohnya warna merah diasosiasikan dengan tanda bahaya.

Menurut banyak psikolog, hal ini terjadi karena koneksi umum yang otak kita terapkan atau karena pengalaman diri ketika sewaktu kecil kita bermain api  kemudian melihat bahayanya efek yang ditimbulkan oleh api.

Psikolog juga memercayai jika otak kita memiliki kemampuan dalam menginterpretasi warna-warna untuk alasan tertentu.

Oleh karena itu tiap warna memiliki pengaruh berbeda terhadap cara kita melihat sesuatu.

Komentar