Wanita “Meledak” Kala Lelaki Selingkuh

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 11 Juli 2017 | 12:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah hanya pria yang kecewa dan marah bila mengetahui pasangannya selingkuh?

Jawabannya, nggak.

Wanita juga secara signifikan lebih kecewa saat mendapati pasangannya melakukan perselingkuhan

Kemarahan wanita cenderung lebih besar bila dibandingkan dengan kemarahan pria saat mengetahui pasangannya berselingkuh di media sosial.

Hal tersebut terungkap dalam riset yang dipimpin oleh para peneliti dari Cardiff Metropolitan University di Inggris.

Para peneliti menyelidiki keterkaitan kecemburuan seksual atau emosional yang sering dijadikan alasan munculnya kekerasan dalam rumah tangga seperti dilansir dari laman The Economic Times.

Ketidaksetiaan pasangan atau rasa curiga yang berlebihan memang dapat menimbulkan masalah yang berujung kekerasan dalam rumah tangga.

Sebagai bagian dari penelitian ini, dua puluh satu pria dan dua puluh tiga wanita dikirimi pesan yang sama di akun media sosialnya seperti Facebook.

Pesan singkat yang dikirimkan ke akun media sosial peserta berbunyi:

Kamu pasti adalah pasangan jiwaku! Meski kita belum tidur bersama,” (perselingkuhan emosional) dan “Kamu adalah pasangan semalam terbaik yang pernah saya temui,” perselingkuhan seksual.

Para peneliti kemudian mengamati reaksi yang muncul ketika pasangan wanita atau prianya membaca pesan tersebut.

Rupanya, wanita bagaimanapun juga, lebih marah daripada pria dalam menanggapi pesan emosional.

Selain itu, wanita juga secara signifikan lebih kecewa saat mendapati pasangannya melakukan perselingkuhan. Apalagi isi pesan tersebut dikirimkan oleh orang lain yang dianggapnya lebih cantik dari dirinya.

Bagi pria, saat membacanya, meski ada rasa cemburu namun tidak langsung bereaksi.

Para pria umumnya akan bereaksi saat dirinya kembali mengingat isi pesan tersebut saat bersama dengan pasangan wanitanya.

Ya, cemburu bisa datang kapan saja dan bisa menimpa siapa saja, tergantung kita saja bagaimana menyikapinya.

Pada hubungan suami dan istri, rasa cemburu adalah sesuatu yang wajar. Sebab, cemburu bisa juga dimaknai sebagai “bumbu penyedap”, agar hubungan senantiasa harmonis dan segar.

Selama ini rasa bosan dianggap menjadi alasan pria selingkuh dari pasangan mereka.

Namun, apakah alasan tersebut merupakan sesungguhnya dari pria atau hanya sekadar pembenaran?

Faktanya rasa bosan bukan merupakan satu dari tiga alasan utama mengapa pria selingkuh dan mencari hubungann lebih intim dengan orang lain.

Berdasarkan studi dari Superdrug’s Online Doctor, alasan umum pria selingkuh sangat sederhana: ada orang lain yang lebih cantik dan seksi.

Studi yang dilakukan pada dua ribuan pria Eropa itu mengungkapkan, sebagian besar pria merasa tak tahan dengan kecantikan wanita lain.

Alasan lain adalah pemenuhan kebutuhan emosional mereka. Para pria menganggap bahwa mereka menemukan seseorang yang benar-benar ada untuknya.

Alasan ini sama seperti perempuan Eropa yang mengungkapkan alasan pertama selingkuh karena pasangan mereka tidak memberikan perhatian yang cukup kepadanya.

Perlu Anda ketahui juga bahwa seks menjadi dorongan pria selingkuh dengan alasan tidak mendapat kepuasan dari pasangan resmi mereka.

Sementara itu, alasan bosan berada di urutan keempat, diikuti alasan pasangan yang berhenti memberikan perhatian kepada dia

Namun, saat kadar cemburu bergulir berlebihan, ini bisa menjadi malapetaka dalam sebuah hubungan.

“Kecemburuan yang sehat bisa membantu Anda menyadari ketika segala sesuatunya tidak berjalan baik dalam hubungan. Anda harus memerhatikan sinyal-sinyal ini.”

“ Ketika selalu merasa cemburu, maka ini jadi bendera merah bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki,” kata Psikolog Klinis, Barbara Greenberg.

Alih-alih menuduh diri sendiri yang melankolis dan “lebay”, karena sering cemburu tak beralasan. Mari simak beberapa situasi dan kondisi di mana perasaan cemburu dianggap wajar dan tak berlebihan.

Selama masih orangtua yang ia jadikan tempat mengadu dan bercerita, ini sah-sah saja. Namun, kalau ternyata dirinya lebih sering mendengarkan teman atau mantan pacarnya? Ini tak wajar.

“Katakan padanya kalau sikap mengabaikan pendapat Anda ini sangat menjengkelkan dan membuat Anda merasa tak nyaman.

“Mungkin saja dia tidak sadar kalau cara ini menyakiti Anda. Sebagai pasangan, sangat penting untuk merasa bahwa Anda berdua adalah satu tim yang kompak,” kata pakar hubungan, Jane Greer.

Yakinkan suami bahwa Anda tak melarangnya untuk mendengarkan saran dari orang lain, tetapi ingatkan juga bahwa sebagai seorang istri, Anda juga ingin bisa memberi masukan, khususnya dalam hal-hal

Sesekali bermain dengan teman-teman kantor tak masalah, tapi kalau terlalu sering dan nyaris setiap hari, Anda patut cemburu.

Kebiasaan si dia yang demikian, secara tak langsung mengatakan bahwa Anda bukan prioritas dalam hidupnya.

“Kalau mengalami hal ini, ajaklah dia bicara terutama saat sedang berdua saja.  Jangan ajak dia bicara di saat dia ingin pergi bersama teman-temannya. Ini akan membuat dia merasa terpojok dan merasa seperti dipaksa mengubah rencananya demi Anda,” kata Greer.

Prestasi yang diperoleh si dia di kantor, sedikit atau banyak juga karena peran Anda yang selalu mendukungnya.

Namun, apa yang terjadi saat ia mendapatkan promosi?

Alih-alih merayakannya dengan Anda, suami lebih memilih merayakannya bersama rekan kerja. Wah, bagaimana mungkin Anda tak cemburu?

Mungkin dia bingung, mengapa tiba-tiba Anda cemburu dengan hal ini. Maka dari itu, sangat penting untuk menjelaskan kepada si dia alasan dibalik rasa cemburu Anda.

Jelaskan tanpa bermaksud menuduh, utarakan alasan yang realistis mengenai rasa cemburu Anda tersebut

Komentar