Walau Menikah, Fantasi Seks Tak Berubah

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 4 November 2014 | 08:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda sudah menikah?

Kalau sudah, bagaimana dengan fantasi seks Anda dibanding ketika masih lajang atau sendiri.

Berubah?

Para ahli menjawabnya tidak.

Tidak ada perubahan yang mendasar dari fantasi seks seseorang walau pun ia sudah memiliki pasangan. Fantasi seks ini tidak terkecuali dengan pria atau wanita. Artinya, sama.

Memang kalau sudah menikah banyak orang yang sungkan membicarakan fantasi seksnya karena dianggap memalukan. Tapi para ahli menegaskan setiap orang, walaupun sudah menikan, mempunyai fantasi yang sama.

Menurut para pakar banyak di antaranya yang ‘gila’.
Tim peneliti yang berasal dari Institut Universitaire en Sante Mentale de Montreal, Institut Philippe-Pinel de Montreal, dan University of Montreal mencoba menanyakan kepada respondennya seperti apa fantasi seksual mereka.

Upaya ini dirasa penting untuk memperjelas patologi fantasi seksual itu sendiri.

Peneliti merekrut seribuanan pria dan wanita dewasa yang tinggal di Quebec, Kanada. Masing-masing dari mereka diminta mengerjakan kuesioner tentang fantasi seksual mereka. Mereka juga diminta menjelaskan fantasi seksual kesukaan mereka secara rinci.

Apa yang didapat peneliti?

Kebanyakan pria suka membayangkan berhubungan intim dengan dua wanita sekaligus atau threesome. Beberapa di antara mereka malah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang normal. Sedangkan partisipan wanita lebih menyukai tema masokisme atau biasa disebut BDSM.

“Seperti dugaan kami, kalau kasusnya sedikit mungkin kita bisa mengatakan fantasi seksual semacam ini langka atau tak biasa, tapi studi ini memastikan banyak yang berfantasi aneh-aneh,” ungkap ketua tim peneliti, Prof Christian Joyal seperti dikutip dari Journal of Sexual Medicine.

Peneliti juga tidak terkejut ketika menemukan pria mempunyai lebih banyak fantasi seksual, serta mampu mendeskripsikan apa yang diinginkannya itu secara mendetail ketimbang wanita

Bahkan Prof Joyal menemukan wanita yang sering membayangkan dirinya diikat saat bercinta atau masokisme jumlahnya hanya berkisar tiga puluh hingga enam puluh persen. Menurutnya, ini karena mereka dapat membedakan antara fantasi dan keinginan seksual yang sebenarnya.

“Itulah mengapa wanita yang suka berfantasi ala BDSM ini tak pernah mau mewujudkan fantasinya. Sedangkan kebanyakan pria begitu ingin fantasinya menjadi nyata,” tandas Prof Joyal.

Akan tetapi hal paling unik yang ditemukan peneliti dalam studi ini adalah pria umumnya juga memiliki fantasi seksual yang bertema perselingkuhan, tapi bukan antara dirinya dengan orang yang bukan pasangannya.

“Anehnya mereka suka berfantasi sedang menyaksikan pasangannya bercinta dengan orang lain atau pasangannya bercinta dengan seseorang yang jenis kelaminnya sama,” paparnya.

Kendati begitu, Prof Joyal mengaku tak dapat menjelaskan mekanisme di balik fantasi semacam ini. Yang pasti fantasi seksual bukanlah sesuatu yang nyeleneh atau bahkan menyimpang, karena ia justru menemukan pengaruh fantasi seksual terhadap peningkatan kepuasan seksual bagi kebanyakan orang.

Komentar