Walau Banyak Makan Tapi Tetap Kurus

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 11 April 2017 | 11:05 WIB

Dibaca: 3 kali

Apakah Anda sering bertanya-tanya kenapa ada seseorang yang banyak makan tetapi tubuhnya tetap kurus.

Di sisi lain, ada orang yang sulit untuk menurunkan berat badan sehingga berusaha sekuat mungkin menahan lapar.

Michael Cowley dari Monash University’s Obesity and Diabetes Institute mengatakan, kondisi ini ini ternyata berkaitan dengan dengan para nenek moyang manusia.

Menurutnya, frekuensi makan tertentu serta rasa lapar berkepanjangan mempengaruhi evolusi tubuh manusia.

“Evolusi ini mempengaruhi seberapa cepat penyimpanan lemak pada tubuh manusia atau seberapa efisien manusia menggunakan lemak saat menggerakan otot dan menjaga fungsi tubuh,” kata Cowley, Melansir ABC.

Evolusi ini juga dapat berpengaruh pada faktor genetik manusia.

Faktor genetik sendiri punya pengaruh enam puluh hingga tujuh puluh persen terhadap berat tubuh manusia.

“Sistem reproduksi mengizinkan adanya gabungan dari dua genetik yang menghasilkan penggabungan ulang genetik ataupun membentuk genetik baru.”

Namun dunia sekarang ini berbeda dengan zaman dulu. Sekarang tidak ada tekanan evolusi yang sampai melibatkan faktor genetik manusia untuk berubah. Akses untuk mendapatkan makanan saat ini juga lebih mudah.

Untuk itulah, Cowley menambahkan bahwa faktor lingkungan saat ini juga mempengaruhi, seperti seberapa banyak kita makan dan melakukan aktivitas fisik dapat berpengaruh 30-40 persen terhadap berat tubuh manusia.

“Berat badan kita ditentukan dari faktor genetik dan seberapa banyak kita bergerak serta asupan makanan, keduanya saling tarik menarik satu sama lain dan melakukan titik penyesuaian terhadap tubuh,” imbuhnya.

Bagi orang-orang yang mempunyai bawaan genetik dengan berat badan berlebih, walaupun sudah berusaha sedikit makan dan berolahraga. Namun menurunkan berat badan dapat menjadi tantangan untuk mereka.

Sedangkan orang-orang yang lebih langsing mereka beruntung karena mereka mempunyai bawaan genetik yang membuat mereka tetap ramping walaupun tidak banyak bergerak.

Sebagai tambahan, Cowley juga menyebutkan bahwa faktor genetik juga dapat mempengaruhi nafsu makan seseorang serta kinerja tubuh untuk menyimpan lemak atau menggunakannya sebagai energi.

Namun daripada memikirkan bagaimana cara kurus atau berat badan secara terus menerus, lebih baik memfokuskan diri untuk hidup secara sehat dan melakukan kegiatan olahraga secara rutin.

Semua wanita pastinya ingin memiliki bentuk tubuh ideal, karenanya kaum hawa akan melakukan apapun agar berat badan bisa berkurang, seperti diet dan berolahraga. Namun terkadang seberapa pun usaha kita, berat badan sulit sekali turun. Apa penyebabnya?

Ternyata usia yang semakin bertambah, akan membuat wanita jadi semakin sulit untuk menjaga berat badan.

“Ada penurunan di kemampuan fisik ketika usia bertambah, yang menyebabkan penurunan pada tingkat metabolisme kita.”

“Hal ini akan membuat kita lebih sulit untuk terus berolahraga, sehingga massa otot hilang dan kalori tidak terbakar secara efisien,” ujar seorang ahli bedah plastik di New York, B. Aviva Preminger, MD., seperti dilansir dari Newbeauty.

Ia juga menambahkan, ”Selain itu ada juga penurunan pada pertumbuhan hormon testosteron dan estrogen, yang memperlambat metabolisme dan dapat menyebabkan wanita mendapatkan berat badan lebih.

Proses menua dapat membuat lemak di tubuh wanita terus bertengger.”

Namun, bukan hanya umur yang membuat seorang wanita jadi lebih sulit untuk menurunkan berat badan, hormon juga memiliki peran besar dalam hal penyimpanan lemak di tubuh.

“Ada reseptor pada setiap sel lemak yang dipengaruhi oleh perubahan hormonal  di sepanjang hidup seorang wanita, yang menyebabkan sel-sel lemak membengkak atau menyusut,” ujar seorang ahli bedah plastik di New York, Kenneth R. Francis, MD.

Ia menjelaskan bahwa hormon estrogen memiliki peran penting dalam tubuh wanita, terutama selama masa kehamilan.

“Hasilnya, sel-sel lemak di bagian bawah perut dan pinggul jadi lebih terpengaruh oleh estrogen, dan menyebabkan lemak tersimpan di area-area tersebut”

Namun saat tingkat estrogen menurun seiring usia bertambah, maka beberapa wanita mulai mendapatkan berat badan lebih banyak setelah masa menopause, sedangkan beberapa wanita lainnya kehilangan berat badannya,” ujar Francis.

Selain itu, jika Anda melakukan diet dan berolahraga untuk menurunan berat, penting untuk memhami rasio dari diet hingga olahraga yang Anda lakukan.

“Jumlah lemak tubuh Anda sebagian besar tergantung pada makanan apa yang Anda konsumsi. Dan 25 persen lainnya tergantung dari olahraga.”

“ Anda bisa membakar sejumlah kalori di dalam kelas olahraga spin, tetapi banyak orang yang makan cukup banyak kalori setelahnya sepanjang hari. Sehingga hal ini menyebabkan tubuhnya sulit untuk menghilangkan lemak,” kata sorang ahli gizi dan pendiri dari Real Nutrition NYC, Amy Shapiro.

Jadi menurutnya, walaupun Anda berolahraga untuk menurunkan berat badan, Anda juga harus makan dengan benar.

Dan, cara terbaik untuk mengetahui berapa banyak kalori yang dikonsumsi serta jenis makanan apa yang perlu Anda konsumsi, bisa dengan menggunakan aplikasi khusus atau pun mengunjungi ahli fisiologi olahraga yang dapat membantu Anda dalam menyusun rencana diet dan olahraga yang tepat.

Komentar