Vagina: Bau Khasnya Hingga Dibikin Cantik

Penulis: Darmansyah

Jumat, 22 Januari 2016 | 16:40 WIB

Dibaca: 1 kali

Vagina?

Ya. Anda pernah mengenal baunya?
Sangat khas?

Jawaban pasti ada pada Anda sendiri.

Dan Vagina itu memang perlu dimanjakan dari perawatan hingga cara mempercantiknya.

Vagina merupakan area organ intim wanita yang perlu dijaga kebersihannya. Akan tetapi, membersihkan “Miss V” tak perlu berlebihan.

Mengapa demikian?

Vagina memang memiliki aroma yang khas.

Aroma itu berasal dari adanya bakteri lactobacillus yang hidup di area vagina.

Namun, lactobacillus merupakan bakteri baik yang justru melindungi vagina dari infeksi.

Lactobacillus banyak di vagina, makanya vagina berbau kecut. Yang enggan vaginanya kecut, hati-hati.

Sayangnya, banyak wanita yang menggunakan sabun antiseptik khusus untuk membersihkan daerah vagina.

Membersihkan vagina dengan antiseptik merupakan tindakan yang salah kaprah.

Penggunaan antiseptik justru akan membunuh bakteri baik yang hidup di vagina sehingga menghilangkan bau.

Kalau lactobacillus mati, jamur dan bakteri malah akan tumbuh, terkena virus.

Vagina telah memiliki proteksi alami. Untuk menjaga kebersihannya, vagina cukup dicuci dengan sabun biasa dan tidak berlebihan.

Hindari penggunaan sabun mengandung antiseptik yang justru hanya akan membunuh bakteri lactobacillus.

Harry menambahkan, bakteri lactobacillus juga terdapat pada minuman yoghurt. “Yoghurt minuman yang sudah mengandung lactobacillus berguna untuk meningkatkan antibodi,” katanya.

Tidak hanya baunya, perkembangan teknologi saat ini makin memudahkan wanita untuk mempercantik vagina.

Dokter kecantikan dari klinik 8th Avenue, Holly P Banerjee mengungkapkan, perkembangan teknologi terkini di dunia bisa mengencangkan vagina.

Semua bisa dilakukan oleh teknologi dan tanpa operasi.

“Dengan pengerjaan yang cepat, hasilnya sudah bisa langsung terlihat,” kata Holly.

Untuk mengencangkan vagina butuh waktu setengah jam.

Teknologi ini bisa digunakan oleh wanita yang telah melahirkan normal untuk peremajaan dinding vagina.

Seiring bertambahnya usia, otot-otot pada dinding vagina juga mengendur sehingga perlu dikencangnya kembali.

Menurut Holly, mempercantik wajah hingga “Miss V” menggunakan teknologi ini sangat aman.

Kebanyakan wanita yang sibuk dengan aktivitasnya, tak menyadari adanya perubahan tak normal pada vagina.

Selama terlihat dan terasa normal, dalam artian muncul sesuatu yang lengket namun berwarna putih atau bening, Anda memang tak perlu khawatir.

Tapi, ketika ada sesuatu di pakaian dalam Anda yang terasa berbeda, ini harusnya menjadi alarm bahwa ada sesuatu yang salah pada tubuh Anda.

Bisa saja cairan dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya, warna yang aneh, atau tercium bau tak sedap yang sanngat mengganggu.

Cairan yang muncul selama pertengahan siklus menstruasi adalah cara tubuh mempermudah sperma untuk masuk ke dalam vagina dan membuahi sel telur.

“Cairan yang keluar pada saat ovulasi bisa berlebihan,” kata Alyssa Dweck, M.D., ahli kandungan di Westchester, New York dan penulis V is for Vagina.

“Saya sering mendengar dari pasien yang khawatir ada sesuatu yang salah, tapi sebenarnya kondisi ini normal. Tak heran banyak wanita yang senang melakukan hubungan seksual ketika masa ovulasi,” jelas Dweck.

Salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan jamur berlebih, yang normalnya berperan untuk menyeimbangkan bakteri di vagina.

“Biasanya ini akan tampak seperti keju,” ujar Dweck. Meski tak selalu berbau, tapi umumnya akan menyebabkan rasa gatal yang sangat mengganggu di bagian luar maupun di bagian dalam labia.

Infeksi jamur adalah hal yang sangat umum terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti konsumsi antibiotik atau duduk dengan pakaian olahraga yang sangat lembab.

Anda bisa meminta dokter untuk meresepkan obat anti jamur yang akan membantu penyembuhan sebelum terasa semakin buruk.

Dua bakteri utama penyebab penyakit kelamin. Tanda lain dari infeksi ini adalah nyeri panggul, terasa terbakar saat buang air kecil, tapi sayangnya kebanyakan wanita tak merasakan gejala tersebut sejak awal.

Ketika dokter sudah mendiagnosis chlamydia atau gonorrhea, mereka akan mudah disembuhakan dengan antibiotik.

Namun, yang terpenting, Anda juga harus mengajak pasangan Anda menemui dokter. “Anda dan pasangan perlu disembuhkan atau Anda akan menularkan infeksi tersebut bolak-balik satu sama lain,” papar Dweck.

Komentar