Usia? Nggak Usah Khawatir dengan Seks

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 13 April 2016 | 09:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda tak usah khawatir dengan pertambahan usia dikaitkan dengan “gairah” seks yang memudar asal tahu bagaimana cara  me”manage”nya secara baik, sehingga posisi Anda tetap bisa berada di usia dua puluhan.

Berbagai survei, misalnya,  menyebutkan, wanita berusia di atas empat puluhan umumnya masih aktif secara seksual dan mereka lebih mudah mencapai orgasme dibanding saat usia mereka lebih muda.

Salah satu penyebab tingginya kepuasan seksual orang berusia empat puluhan antara lain karena secara emosional mereka lebih dekat dengan pasangan.

Selain itu, mereka juga lebih terbuka membicarakan topik seks dengan pasangannya.

Mengomunikasikan dengan pasangan apa yang disukai, apa yang membuat gairah semakin melonjak, dan bagaimana mencapainya, bisa membuat hubungan seks berjalan sesuai keinginan bersama.

Memang kebanyakan pasangan merasa tabu dan malu mengangkat topik seputar seks, bahkan pada suami atau istri yang sudah dinikahi selama belasan tahun.

Meski sudah lama menikah, terkadang pasangan kita butuh panduan hal apa yang harus dilakukan, demikian pula sebaliknya.

Berpura-pura menikmati hubungan seks justru membuat kepuasan seksual sulit diraih.

Anda pun mungkin akan sibuk mencari alasan menghindar ketika pasangan mengajak bermesraan.

Pertambahan usia juga bisa membuat seorang wanita mengalami berkurangnya lubrikasi di organ genital.

Kalau sudah begini hubungan seks bisa menjadi menyakitkan. Oleh karenanya tak ada salahnya menggunakan pelumas agar kenikmatan seksual kembali diraih.

Berhubungan seks bukan hanya kegiatan menyenangkan bagi pasangan suami istri, tetapi juga menyehatkan.

Sejumlah penelitian menunjukkan, setidaknya ada lima manfaat berhubungan seks bagi kesehatan pria maupun wanita.

Penelitian menunjukkan, berhubungan seks dengan orang yang kita cintai dapat meningkarkan suasana hati menjadi lebih naik.

Menurut peneliti, bercinta dan orgasme merangsang prpduksi hormon endorfin yang bisa meningkatkan kesenangan.

Selain itu ada hormon oksitosin yang membuat seseorang lebih murah hati pada pasangannya dan membuat tidur lebih tenang. Pelepasan oksitosin bisa terjadi saat berpelukan, setidaknya selama 20 menit.

Menurut peneliti, wanita menghasilkan hormon ini empat kali lebih banyak dibanding pria.

Psikolog Amerika Gordon Gallup pernah meneliti 300 wanita yang aktif berhubungan seks dan tidak.

Hasilnya, wanita yang aktif lebih sedikit kemungkinannya mengalami depresi dibanding yang tidak.

Sebuah studi di Queens University di Belfast menunjukkan, melakukan hubungan seks tiga kali dalam seminggu dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Menurut ahli, laki-laki berisiko terkena serangan jantung saat bercinta adalah tidak benar.

Profesor Peter Weisberg, direktur medis dari sebuah Yayasan jantung di Inggris mengatakan, tidak ada bukti laki-laki yang teratur berhubungan seks pada usia 40-50 tahun berisiko sakit jantung.

“Seks adalah bentuk lain dari latihan fisik,” kata Dr Graham Jackson, konsultan ahli jantung di Rumah Sakit Guy & St Thomas.

Musim dingin biasanya menyebabkan orang sakit pilek maupun flu. Menurut penelitian, berhubungan seks bisa menangkal penyakit tersebut.

Penelitian menunjukkan, bercinta dua kali dalam seminggu dapat meningkatkan imunoglobulin A, yaitu zat yang ditemukan dalam air liur dan lapisan hidung yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan pilek dan flu.

Penelitian pernah mengukur kadar imunoglobulin dari air liur sebelas pasangan suami istri.

Hasilnya, mereka yang lebih sering berhubungan seks lebih memiliki imunoglobulin A yang tinggi dibanding yang tidak.

Rutin berhubungan seks juga meningkatkan kemungkinan seseorang untuk hidup lebih lama.

Penelitian menunjukkan, pria yang berhubungan seks kurang dari satu kali dalam sebulan memiliki dua kali lipat risiko kematian prematur, dibandingkan mereka yang berhubungan seks dua kali seminggu.

“Aktivitas seksual tampaknya memiliki efek perlindungan pada kesehatan pria, ” kata Dr Brewer.

Peneliti menduga hal ini terkait dengan efek dari hormon utama seks, DHEA atau dehydroepiandroterone, yang diproduksi oleh kelenjar adrenal.

Seorang ginekolog Dr Gillian Lockwood mengungkapkan, berhubungan seks juga dapat meningkatkan kesuburan. Menurut dia, sering berhubungan seks lebih baik dibanding tidak.

Peneliti menemukan, pria yang ejakulasi hamoir setiap hari bisa menurunkan kerusakan DNA sperma sebanyak dua belas persen.

Menurut dia, bagi pria yang jumlah spermanya sedikit, semakin sering berhubungan seks maka semakin baik kualitas spermanya.

Komentar