Usia Memang Mengubah Ukuran Payudara

Penulis: Darmansyah

Senin, 26 Desember 2016 | 09:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda percaya usia bisa mengubah ukuran payudara seorang wanita?

“Iya,” tulis Dan Mills, MD, vice president dari American Society for Aesthetic Plastic Surgery

“Dan itu buka mitos,” lanjutnya tentang masih ada anggapan bahwa ukuran payudara wanita berubah adalah sebuah mitos.

Ia menegaskan, pada akhirnya setiap wanita akan mengalami perubahan pada payudara mereka.

Dan hal ini benar disebabkan oleh faktor usia.

Selama ini banyak wanita berpikir bahwa setelah menyusui, payudara akan mengendur dan tidak kencang seperti muda dahulu.

Selain itu asumsi terbesar yang membuat payudara kendur adalah usia yang bertambah, tetapi mereka tak mengetahui fakta sebenarnya.

“Bertambahnya usia maka semua jaringan dalam tubuh termasuk kolagen dan elastin akan berkurang dan membuat payudara kendur,” kata Mills seperti ditulis  laman Health

Ia a juga menjelaskan bahwa peregangan ligamen cooper atau jaringan ikat pada payudara ini akan terpengaruh ketika jaringan-jaringan pada tubuh berkurang.

Terutama pada wanita yang sudah memasuki masa menopause, jaringan kelenjar padat di sekitar payudara mereka akan digantikan oleh lemak sehingga membuat payudara tidak kencang lagi.

Ukuran payudara  wanita memang bisa berubah.

Mmisalnya saja ketika menstruasi, pertambahan usia, atau ketika merasa terangsang.

“Banyak perubahan itu yang disebabkan oleh naik-turunnya kadar hormon,” ujar Richard Bleicher, M.D. dokter onkologi dan direktur Breast Fellowship Program di Fox Chase Center, Philadelphia.

Hal lain yang juga berpengaruh pada ukuran payudara adalah pola makan (diet), pengobatan, serta kegiatan tertentu.

Seperti ditulislaman situsi Shape, Senin, 26 Desember 2016perubahan itu bisa saja karena fase folikular

Siklus haid terdiri dari dua, fase folikular dan fase luteal.

Fase folikular merupakan fase pertama dari siklus haid sementara fase luteal merupakan fase berikutnya setelah ovulasi.

Dalam fase folikular, terutama lima hingga tujuh hari setelah menstruasi, kadar estrogen dan progesteron menjadi turun dan payudara berada dalam ukuran terkecilnya, Jennifer Litton, M.D, dari MD Anderson Cancer Center, University of Texas menjelaskan.

Ini terjadi karena kurangnya stimulasi hormonal pada periode tersebut.

Anda akan merasa aliran darah meningkat di payudara ketika kadar estrogen dan progesteron bertambah sering masa ovulasi. Kondisi itu menyebabkan payudara menjadi lebih penuh, lebih lembut, dan membengkak.

Dalam sebua studi yang melibatkan 200 wanita pra-menopause yang menjalani mammogram pada fase folikular dan luteal, peneliti menemukan bahwa ukuran dan kepadatan payudara menjadi lebih tinggi pada fase luteal.

“Bila Anda merasa ada yang tidak lazim pada payudara, periksakan pada waktu siklus menstruasi karena bisa jadi itu akibat perubahan hormon Anda,” ujar Litton.

Dada Anda terdiri dari jaringan payudara dan jaringan lemak. Itu sebabnya ketika berat badan Anda bertambah, ukuran payudara Anda pun meningkat.

Demikian pula ketiak berat badan turun, ukuran dada akan mengecil.

Jumlah lemak yang bertambah atau berkuran pada payudara wanita tergantung pada komposisi pada payudara dan tidak sama pada setiap orang.

Perubahan yang terjadi ketika pubertas utamanya disebabkan oleh meningkatnya hormon estrogen.

Pertumbuhan payudara seringkali merupakan pertanda dimulainya pubertas pada anak perempuan.

Perlu beberapa tahun untuk payudara mencapai ukuran penuhnya pada perempuan.

Rata-rata anak perempuan mendapat haid pada dua atau dua setengah tahun setelah pertumbuhan payudaranya dimulai.

Payudara kembali mengalami perubahan signifikan ketika wanita mengandung karena pada saat itu tubuh mempersiapkan diri untuk menyusui.

Produksi susu pada payudara akan menyebabkannya menjadi lebih lembut, berat, dan ukurannya bertambah. Anda juga bisa melihat areola dan puting payudara menjadi lebih besar.

Segera setelah melahirkan, Anda akan merasa peningkatan hormon prolaktin yang memicu kelenjar payudara memproduksi susu.

Ketika Anda menyusui, ada banyak hal yang bisa menstimulasi keluarnya prolaktin dan susu saat bati menangis.

Uniknya, meskipun Anda telah berhenti menyusui, payudara akan tetap memproduksi susu setidaknya selama enam bulan setelahnya.

Jadi tak perlu khawatir jika payudara masih mengeluarkan susu dengan sedikit stimulasi.

Saat foreplay, detak jantung dan tekanan dara meningkat sehingga menyebabkan dada Anda membengkak dan pembuluh darah menjadi lebih besar. Puting payudara dan areola membesar.

Studi dari Rutgers University bahakn mengidentifikasi kaitan antara area di otak yang merespon stimulasi puting dengan stimulasi klitoris.

Keterkaitan ini juga bsia menjelaskan mengapa wanita bisa orgasme dengan stimulasi puting payudara.

Komentar