Trik Menata Dapur Agar Bisa Wuah..

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 10 Agustus 2017 | 10:36 WIB

Dibaca: 1 kali

Menata dapur?

Ya, agar rapi bersih dan seronok.

Dan untuk Anda tahu area dapur merupakan salah satu ruangan penting dalam sebuah hunian.

Sayangnya keberadaan dapur malah sering dianaktirikan oleh pemilik rumah sehingga dalam pembuatannya seringkali tidak direncanakan dengan matang.

Padahal dengan membuat dapur yang apik dapat menambah nilai tampilan keseluruhan ruang.

Bahkan memiliki dapur yang didesain tepat guna dan menarik secara visual juga dapat meningkatkan nilai jual hunian di kemudian hari.

Itu sebab ketika membuat atau menata dapur, tidak boleh asal-asalan.

Banyak kesalahan yang  dilakukan saat mendesain dapur yang perlu Anda ketahui.

Banyak yang tidak tahu bahwa sink, kulkas, dan kompor merupakan elemen terpenting dan paling sering digunakan di dapur.

Namun ketiganya seringkali ditempatkan asal-asalan. Padalah ketiga elemen ini merupakan ‘kitchen triangle’ yang harus diperhatikan letak posisinya.

Letakkan ketiga elemen ini selalu dalam bentuk titik segitiga dalam area dapur.

Selain itu, pastikan agar tidak ada benda atau furnitur lain yang menghalangi jalan di antara ketiga titik tersebut.

Sebab, sudah pasti area ini akan sering menjadi lalu lalang pemilik rumah saat di dapur.

Mungkin Anda lupa bahwa peralatan dapur merupakan salah satu ruangan dengan perabotan terbanyak dalam sebuah rumah. Untuk menyimpan semua perlengkapan dapur Anda, dibutuhkan space yang yang lumayan besar.

Karena itu, jika dapur Anda dilengkapi kabinet-kabinet serta laci yang berjajar rapi, manfaatkan sebaik-baiknya.

Jangan hanya memanfaatkan bidang horizontal, tetapi juga vertikal sehingga tak ada lagi perlengkapan dapur yang bercokol di luar.

Banyak orang melewatkan memiliki meja dapur, karena keberadaannya dianggap tidak penting dan tidak berpengaruh terhadap aktivitas memasak.

Padahal peran meja dapur sangat penting, terutama untuk persiapan sebelum memasak.

Dengan adanya meja dapur Anda jadi tidak bingung harus meletakkan barang belanjaan di mana. Selain itu, memiliki meja dapur membuat area dapur menjadi lebih rapi dan mudah dikontrol.

Jangan lupa, selalu perhitungkan besar counter top atau meja dapur yang dibutuhkan untuk beraktivitas di dapur sehingga aktivitas di dapur tetap leluasa.

Pencahayaan yang baik tidak hanya untuk ruang keluarga, ruang tamu, atau kamar tidur saja. Area dapur juga memerlukan pencahayaan yang baik.

Memberikan pencahayaan ‘seadanya’ pada area dapur dapat membahayakan keselamatan jiwa Anda.

Sebab, banyak aktivitas berisiko dilakukan di sana. Buatlah area dapur yang terang sehingga membuat Anda nyaman dan aman beraktivitas.

Backsplash merupakan area dinding yang berada di dekat counter top atau area kompor. Anda seringkali melupakan bagian ini dalam perancangan dapur.

Alhasil, area backsplash pada dapur Anda sering terlihat kotor yang berpengaruh pada buruknya tampilan dapur.

Ada baiknya saat merancang Anda perlu memperhatikan pemilihan material dan bentuknya. Area backsplash merupakan area yang sering terkena cipratan minyak saat memasak.

Karena itu, pilih material yang mudah dibersihkan seperti keramik, kaca, atau stainless steel.

Jika Anda membiarkan backsplash hanya berupa tembok yang dicat, ada kemungkinan dinding dapur Anda akan rusak.

Kebanyakan Anda hanya mengandalkan alat pengisap asap dapur (cooker hood) untuk menjaga ruang dari polusi asap masakan.

Disarankan untuk selalu membuat ventilasi dalam rancangan desain dapur.

Ventilasi dapat membantu menghilangkan bau masakan yang tajam dan asap yang menyengat.

Selain itu juga dapat menjaga sirkulasi udara di dalam dapur dan mencegah kelembapan berlebihan di dapur.

Sebenarnya menata dapur itu mudah sepanjang Anda tahu triknya.

Langkah pertama manfaatkan area dinding kosong di dapur. Dinding kosong dapat digunakan untuk menggantungkan peralatan memasak. Anda tinggal menyiapkan rak gantung sederhana dan paku.

Rak gantung bisa untuk menaruh panci, gelas atau cangkir. Jika terdapat area dinding kosong di atas bak cuci, Anda dapat meletakan rak piring yang berfungsi untuk meniriskan air setelah di cuci sehingga lebih rapi.

Jika Anda memiliki dapur yang tidak begitu luas, Anda dapat mengakalinya menggunakan lemari atau rak vertikal agar menghemat ruang.

Akan lebih baik jika tanpa penutup atau lemari kaca transparan sehingga membuat ruang tetep terlihat luas.

Rak vertikal dapat digunakan untuk menyimpan alat makan, bumbu-bumbu, atau stok bahan makanan kering seperti sarden, kornet, mi instan, dan sebagainya. Susun sedemikian rupa sehingga mudah mengambil saat diperlukan dan tetap

Kalau Anda memiliki satu lemari, manfaatkan dengan maksimal. Jangan hanya bgian dalam lemari, tetapi juga pintu bagian dalam untuk tempat menaruh resep.

Caranya gampang, buat kantong sederhana untuk lalu tempelkan di bagian pintu.

Sementara bagian depan pintu dapat dijadikan tempat untuk menempel rak. Rak ini dapat digunakan untuk menyimpan bumbu-bumbu dapur.

Bagian bawah bak cuci piring cenderung kosong. Banyak orang mengabaikan area ini, padahal jika Anda cermat dapat digunakan untuk ruang penyimpanan.

Anda dapat memanfaatkan untuk menyimpan barang-barang, seperti tempat sampah, cairan pembersih lantai, stok sabun cuci piring, panci-panci ukuran besar, dan sebagainya.

Jika dapur Anda terlalu kecil untuk lemari kabinet, Anda dapat menggunakan keranjang sebagai tempat penyimpanan.

Simpan peralatan dapur ke dalam keranjang, susun keranjang bertumpuk untuk menghemat tempat.

Dengan demikian barang-barang lebih rapi dan teroraganisasi, mudah untuk mengambil saat dibutuhkan.

Untuk penyimpanan peralatan dapur ukuran besar, seperti panci, wajan dan sebagainya, akali dengan menyimpannya dengan cara menumpuk.

Urutkan dari ukuran paling besar hingga kecil. Metode penyusunan ini berguna untuk menghemat ruang dan membuat ruang lebih rapi dan bersih.

Komentar