Trik Membagi Ruangan tanpa Tembok

Penulis: Darmansyah

Minggu, 21 Juni 2015 | 14:36 WIB

Dibaca: 7 kali

Mengatur interior rumah dengan konsep Open Space?

Iya. Banyak orang memilih cara ini sebagai solusi yang tepat.

Pengaturan rumah dengan konsep seperti ini merupakan konsep yang terbuka, walaupun luas rumah tidak terlalu besar namun interiornya akan tetap terasa lega dan segar.

Namun untuk pengaturan seperti ini terdapat sebuah tantangan, yaitu dengan konsep yang terbuka berarti akan ada sedikit sekat.

Lantas bagaimana cara membagi ruangan jika tidak ada sekat, apalagi dengan dinding?

Jen Dalley kontributor Houzz.com menjawabnya dengan saran untuk mengubah ketinggian lantai untuk membedakan atau menonjolkan dari area yang lainnya.

Walaupun tanpa dinding, dengan perbedaan ketinggian lantai ini akan membuat area tersebut lebih terasa istimewa.

Jika Anda tidak bisa meninggikan maka Anda bisa untuk merendahkan atau menenggelamkan area tersebut, sehingga membuatnya lebih rendah dari area lain.

Cara ini akan membuat area tersebut lebih terasa intim dan menenangkan.

Jika Anda tidak bisa meninggikan maka Anda bisa untuk merendahkan atau menenggelamkan area tersebut, sehingga membuatnya lebih rendah dari area lain.

Sedangkan cara yang kedua adalah kebalikannya. Dengan membuat area panggung atau menenggelamkan satu area tertentu, dan berikanlah aksen yang berbeda pada plafon.

Disini ada beberapa cara untuk memberikan aksen yang berbeda pada plafon, Dalley mencontohkan dengan penggunaan aksen kayu. Tidak hanya berpatok pada bagian plafon saja, dinding yang menempel pada area plafon juga ditutupi dengan papan kayu.

Dengan menempatkan aksen ini pada sebuah ruangan dan dipenuhi warna putih, akan memberikan suasana hangat tersendiri, sekaligus mengkhususkan area tersebut dan memisahkannya dari area yang lain.

Jika Anda tidak ingin menambahkan material yang baru, Anda bisa memanfaatkan cat. Pilihlah warna yang dramatis dan pertahankan konsistensi warna tersebut dari dinding hingga ke plafon.

Anda juga bisa membagi ruangan dengan menggunakan plafon hias dari papan gipsum. Buatlah sebuah efek drop ceiling dan sempurnakan dengan pemasangan cahaya yang menarik agar menciptakan sebuah karakter.

Dalley masih punya contoh lain untuk cara membagi ruangan, dia membagi ruangan dengan memanfaatkan “layar” atau sekat yang tidak menutupi satu area secara sempurna.

Cara ini membuat Anda masih bisa melihat ruangan yang ada dibalik sekat, namun tetap memiliki rasa terpisah dari area tersebut. Anda juga bisa memadukan antara besi dan kaca ataupun besi dengan kayu.

Bahkan rak buku pun bisa untuk anda manfaatkan, yang terpenting disini adalah tetap memberikan akses visual antar ruangan.

Usul terakhir dari Dalley adalah dengan menggunakan penutup lantai yang berbeda. Dengan menggunakan material ataupun warna yang berbeda, seperti parket untuk dapur dan marmer untuk ruang makan, Anda tetap bisa membagi kedua ruangan tersebut. Untuk cara yang tidak permanen Anda bisa melakukan dengan menggunakan area rug.

L:antas bagaimana kalau Anda punya tempat tinggal yang ukurannya sempit dan bagaimana cara membagi ruangan?

Umumnya, pemilik rumah akan membuat beberapa ruangan dengan membuat dinding. Dengan membagi bagi ruangan tentu bisa menciptakan rasa nyaman bagi yang menempatinya.

Akan tetapi, membagi bagi ruangan pada rumah yang ukurannya tidak besar atau sempit jelas akan mengalami kesulitan. Solusinya adalah membagi beberapa ruangan tidak dengan membuat dinding.

Bagaimana caranya?

Membuat dinding permanen bukan cara yang bijak untuk rumah sempit maupun apartemen. Menggunakan pembatas ruang yang dapat dipindahkan atau semi permanen menjadi pilihan yang paling dicari karena pembatas tersebut dapat dipindahkan saat dibutuhkan untuk menyatukan dua ruangan sehingga menjadi lebih besar.

Kehadiran dinding permanen dari batu bata tentunya akan membuat ruangan terasa sempit jika ruang yang hendak diberi pembatas tersebut berukuran kecil. Oleh sebab itu, untuk menyiasatinya Anda dapat menggunakan dinding kaca.

Sebuah dinding yang tembus pandang akan memungkinkan sebuah ruang atau kamar dibatasi tanpa harus membuat ruang terkesan lebih sempit.

Mungkin furniture yang satu ini sudah cukup banyak digunakan untuk dijadikan sebagai pembatas ruang.

Rak buku menjadi pembatas yang fungsional untuk membagi ruang karena selain berfungsi untuk memisahkan ruang, rak tersebut juga dapat digunakan untuk menyimpan koleksi buku – buku Anda atau benda kecil lainnya.

Pisahkan dua ruangan dengan rak buku yang berukuran tidak terlalu tinggi sampai langit – langit.

Furniture ini sangat efektif untuk membagi dua ruangan namun tetap menciptakan ruang yang terbuka. Rak buku ini dapat digunakan memisahkan antara ruang tamu dengan ruang makan atau ruang tamu dengan keluarga.

Memakai meja bar untuk pemisah antara dua ruangan saat ini juga cukup populer. Meja tersebut biasanya digunakan untuk pemisah antara ruangan dengan dapur.

Untuk membuat meja bar tersebut semakin fungsional dan tidak hanya sekedar menjadi pembatas, Anda dapat melengkapi meja tersbut dengan bangku yang tinggi atau kursi bar.

Selain menggunakan rak buku, Anda juga dapat memisahkan dua ruangan dengan furniture yang satu ini. Lemari ini dapat dipindahkan saat kedua ruang ingin digabungkan. Selain itu, lemari juga menawarkan fungsi sebagai tempat penyimpanan di rumah Anda.

Bila Anda merasa lemari terlau besar untuk menjadi pembatas di rumah Anda, maka alternatif yang dapat Anda pilih adalah meja konter. Memang meja yang satu ini sering diletakkan di dapur. Namun Anda dapat mencoba untuk menggunakan meja ini sebagai pembatas untuk ruang makan dengan ruang keluarga atau ruang santai.

Tanpa membangun dinding, Anda juga dapat membagi ruang dengan memanfaatkan pintu geser. Pintu geser ala Jepang biasanya menjadi pilihan yang populer untuk pembatas dinding.

Komentar