Tidur Siang Itu Bisa Bikin Sukses

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 30 Desember 2015 | 09:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Tidur siang?

Ya!

Dulu aktifitas ini dianggap bagian dari kerjaan pemalas.
Sekarang?

Segepok penelitian yang mendunia memastikan tidur siang akan membuat orang-orang sukses.

Dan menurut studi terbaru tidur siang bukan hanya bisa mengalihkan pikiran sejenak dari kesibukan tapi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Dan para ilmuan menganjurkan agar Anda menghilangkan keraguan tidur siang dengan mengetahui fakta-fakta akurat.

Berdasarkan penelitian, kini, sepertiga dari orang dewasa di Amerika rata-rata tidur siang.

“LiveScience,” Rabu, 30 Desember 2015, menulis tidur siang sebentar dapat meningkatkan kewaspadaan dan memori untuk kreativitas dan produktivitas.

Dan tidak satu pun dari hal tersebut yang terdengar seperti sebuah kemalasan.

Lantas, bagaimana dengan munculnya rasa pusing setelah tidur siang?

Untuk diketahui tak semua orang pasti mengalaminya.

Apa yang Anda rasakan setelah tidur sebentar tersebut kemungkinan berasal dari durasi tidur.

Para ahli umumnya sepakat bahwa tidur siang tidak boleh lebih dari tiga puluh menit.

“Jika Anda melakukannya lebih dari tiga puluh menit, Anda akan berakhir dengan tertidur pulas,” tulis Michael J. Breus, Ph.D., pakar tidur.

Anda percaya atau tidak?

Ada sesuatu yang disebut kafein tidur siang – yang sering disebut napalatte atau nappucino.
Agar bekerja dengan benar, nikmati secangkir kopi atau teh tersebut sebelum Anda tidur siang.

Ketika Anda tidur, kafein akan mulai bekerja. Jadi ketika Anda bangun, Anda akan merasa lebih segar.

Penelitian lainnya menunjukkan, produktivitas seseorang akan menurun di siang hari gara-gara mengantuk.

Nah, tidur siang justru membuat kita lebih segar dan lebih siap menangani beban tugas

Tidur siang boleh dibilang sebuah kemewahan bagi penduduk kota besar.

Padahal, tidur siang selama beberapa jam secara teratur bermanfaat meningkatkan kesehatan.

Riset baru lainnya juga membuktikan tidur siang baik untuk meningkatkan memori.

Diungkapkan pula dalam riset itu, memori yang ada kaitannya dengan penghargaan diperkuat oleh tidur.

Tidur siang singkat setelah belajar pun ternyata bermanfaat.

Pemimpin riset tersebut, Dr. Kinga Igloi dari University of Geneva mengatakan,”Hadiah mungkin bertindak sebagai sejenis penanda, membungkus informasi di dalam otak selama masa pembelajaran.

Selama tidur, informasi itu terkonsolidasi baik dengan informasi yang berhubungan dengan hadiah rendah, dan dipindahkan ke area otak penyimpan memori jangka panjang.”

“Penemuan kami relevan untuk mengerti efek menghancurkan kurang tidur,” tambahnya.

Untuk sampai ke penemuan itu, Dr. Igloi dan tim meneliti puluhan sukarelawan sehat.

Mereka secara acak diberi tugas ke dalam kelompok tidur atau kelompok bangun dan sensitivitas kedua kelompok terhadap hadiah diukur sama.

Otak para sukarealawan dipindai ketika mereka dilatih mengingat pasangan-pasangan gambar.

Delapan seri gambar diperlihatkan dan sukarelawan diberi tahu bahwa mengingat empat pasang gambar akan memperoleh hadiah lebih besar.

Mengikuti istirahat sembilan puluh menit dengan tidur atau istirahat, mereka diuji memorinya terhadap pasangan gambar dan diminta memberi peringkat seberapa percaya diri mereka dalam memberi jawaban yang benar.

Sukarelawan juga diminta ambil bagian dalam tes kejutan dengan keadaan yang sama tiga bulan kemudian.

Kinerja kedua kelompok lebih baik untuk mereka yang mendapat hadiah lebih tinggi tetapi kelompok yang tidur mengingat lebih baik secara keseluruhan.

Periset mencatat penemuan mencolok, yaitu selama tes kejutan tiga bulan kemudian sukarelawan yang tidur setelah belajar secara selektif lebih baik memasangkan dengan gambar dengan hadiah lebih besar.

Mereka yang tidur juga lebih percaya diri menjawab dengan benar selama tes memori, bahkan tiga bulan kemudian. Pemindaian MRI mengungkapkan kelompok tidur mengalami aktivitas lebih besar di daerah hippocampus, area kecil di otak yang penting untuk membentuk memori.

Hal ini terkait dengan jumlah lebih tinggi semburan aktivitas otak yang disebut spindle lambat.

Setelah tiga bulan kelompok tidur juga menunjukkan konektivitas meningkat antara hippocampus, medial prefrontal cortexdan strriatum, daerah di otak yang terlibat dalam konsolidasi memori dan proses pemberian hadiah.

Dr. Igloi mengatakan,”Kita sudah tahu bahwa tidur membantu memperkuat memori, tetapi kita juga sekarang tahu tidur membantu memilih dan menyimpan memori dengan nilai hadiah lebih besar.”

“Hal ini membuat penyesuaian akal bahwa konsolidasi memori seharusnya bekerja dengan memprioritaskan informasi yang penting demi kesuksesan dan kelangsungan hidup kita,” katanya. Penemuan ini diterbitkan di jurnal eLife.

Meluangkan waktu sejenak untuk tidur siang ternyata tidak hanya membuat tubuh lebih segar, tetapi juga bermanfaat positif bagi jantung.

Manfaat tersebut diketahui setelah para peneliti menemukan bahwa tidur siang berpengaruh terhadap tekanan darah seseorang. Mereka yang tidur siang memiliki angka bacaan tekanan darah sistolik atau angka atas pada rasio tekanan darah turun sekitar lima persen.

Lebih spesifik lagi, orang yang rutin tidur siang juga memiliki tekanan darah lebih rendah empat persen pada siang hari dan enam persen saat tidur malam.

Tidur siang juga berkaitan dengan penurunan ukuran bagian atrium kiri jantung. Ini artinya, orang yang sering tidur siang hanya mengalami sedikit efek kerusakan tekanan darah tinggi pada jantung dan arteri mereka.

Walau begitu, penelitian ini hanya menemukan kaitan antara tidur siang dan hipertensi, bukan hubungan sebab akibat.

Namun, tak ada salahnya rutin tidur siang karena manfaatnya sangat banyak, termasuk meningkatkan konsentrasi.

Komentar