Tidur Siang 20 Menit Bisa Mengusir Kejenuhan

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 Februari 2013 | 09:38 WIB

Dibaca: 0 kali

INGIN “fresh?” Tidur sianglah! “Tapi durasinya jangan lebih duapuluh menit,” anjuran seorang dokter kepada pasiennya yang mengeluh sering mengalami kelelahan ketika melewati tengah hari. “Jenuh, penat dan stress dok,” tutur pasien yang merupakan seorang “fund manajer” di sebuah perusahaan pasar modal.

Si pasien juga mengatakan, selama ini, ia mempunyai kebiasaan untuk membunuh kejenuhan itu dengan kafein. Kini kafein itu tidak lagi afektif, paling banter hanya bisa untuk mengusir rasa kantuk. “Itu pun hanya sekejap.”

Sang dokter mafhum keluhan si pasiennya dan menganjurkan untuk menyediakan sedikit waktunya untuk tidur.”Jangan di lawan. Pergunakan sepuluh atau dua puluh menit untuk tidur. Selain untuk mengadopsi rasa kantuk tidur siang akan membantu mengatasi kejenuhan dan stress,” katanya.

Lantas, bagaimana menjadikan tidur siang sebagai kebiasaan menyehatkan dan tidak merusak jadwal tidur malam ?Ada yang bilang, jika butuh tidur, maka tidur sianglah. Penelitian pun mengindikasikan, tidur siang bukan hanya mencukupi kebutuhan istirahat dan penyembuhan, tapi juga dapat meningkatkan “mood” dan kewaspadaan sepanjang hari.

alu berapa lama idealanya tidur siang? Sebuah studi mengindikasikan, mereka yang rutin tidur siang 10 hingga 20 menit setiap hari, akan bangun dengan mata dan tubuh yang lebih segar daripada mereka yang menghabiskan satu hingga berjam-jam tidur siang. Hal ini karena tidur siang yang terlalu lama justru akan membuat lebih sulit untuk tidur lelap di malam hari.

Tidur memiliki tahapan, dan selama tahapan “tidur dalam” yaitu ketika mimpi terjadi, otak mengalami kesulitan untuk terbangun. Studi menunjukkan bahwa saat seseorang tertidur siang cukup lama yaitu sekitar 25 hingga 85 menit, tahapan tidur sudah mencapai fase Rapid Eye Movement (REM), dan hal berati akan membuat lebih sulit untuk tertidur di malam hari.

Oleh karena itu, disarankan untuk tidur siang selama 10 hingga 20 menit saja, supaya tetap mudah tertidur di malam hari.

Selain durasi, waktu tidur siang juga menentukan kualitas tidur di malam hari. Semakin dekat waktu tidur siang kita dengan waktu tidur malam, maka akan semakin sulit untuk terbangun saat tidur siang yang menyebabkan kacaunya jadwal tidur malam. Para ilmuan menyarankan untuk paling tidak harus ada jarak sekitar 4 jam dari tidur siang dengan tidur malam.

Secara umum, mereka yang tidur siang rutin memiliki kemampuan lebih baik untuk menangkal kantuk daripada mereka yang tidak. Yang penting, jaga durasinya jangan terlalu lama, 5 sampai 15 menit saja sudah cukup untuk menambahkan energi dan membuat kualitas tidur malam Anda lebih baik.
Tidur siang yang teratur dan terukur waktunya akan menolong tidur malam berkualitas. Tidur siang juga harus dipadukan dengan pola makan. Jangan timbun lemak di perut ketika beraktifitas di siang hari sehingga menganggu perjalanan tidur malam.Para peneliti asal Johns Hopkins School of Medicine Amerika Serikat melaporkan bahwa melakukan diet saja atau menyertainya dengan olahraga dapat membuat tidur lebih berkualitas, terutama bagi orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.
Penelitian ini melibatkan sebanyak 77 peserta, yang semuanya merupakan pasien diabetes tipe 2 atau orang dengan hampir dapat dipastikan menderita diabetes. Selama enam bulan, peserta diminta melakukan diet dan olahraga, atau ada yang melakukan diet saja.

“Kunci untuk meningkatkan kualitas tidur dari studi itu adalah penurunan lemak tubuh secara keseluruhan, dan khususnya lemak perut. Penurunan berat badan dapat berasal dari diet saja atau diet ditambah olahraga,” kata Kerry Stewart, penulis studi sekaligus profesor kedokteran di Sekolah Johns Hopkins University of Medicine.

Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa kualitas tidur berbanding lurus dengan berat badan yang ideal. Berat badan yang ideal dapat dicapai dengan diet dan olahraga teratur. Demikian sebuah komentar yang diterbitkan dalam jurnal Canadian Medical Association.

Menariknya, tidur pun dapat mempengaruhi berat badan. Kurang tidur menyebabkan kenaikan berat badan dan berbagai gangguan kesehatan. Bahkan bagi Anda yang tidak mengalami obesitas pun, kurang tidur dapat mengancam kelangsungan berat badan ideal Anda.

Komentar